Kamis, 19 Desember 2013

TwentyTwo










Ulang tahunnya udah lewat banget yah. Tanggal 06 Desember 2013. Aku genap berusia 22 tahun.
Baru bisa diposting sekarang foto-fotonya. Ini saja ga semuanya, mewakili aja.
:)

Minggu, 01 Desember 2013

Bulan Kesehatan Gigi Nasional

Malam ini, setelah mengumpulkan puing-puing semangat yang sempat jatuh, akhirnya dengan tekad yang kuat gue kembali di sini dan berbagi pengalaman cerita yang gue lewati beberapa minggu kemarin. Tepatnya bulan November kemarin. Sebenarnya rencana penulisan topik ini sudah direncanakan dari awal bulan lalu, tapi karena yah itu tadi, semangat gue masih belum stabil waktu itu. Cerita yang bakal gue posting pasti teman-teman yang sering liat timeline twitter, path, instagram, dan lebih parahnya di BlackBerry Messenger udah bisa menebak sendiri tentang apakah cerita yang bakal gue tulis malam ini. Yah, betul sekali, mengenai "BULAN KESEHATAN GIGI NASIONAL".

Kegiatan nasional yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia ini tentu sudah banyak mengundang perhatian masyarakat, terlebih masyarakat yang belum tahu dan masih lalai tentang kesehatan gigi dan mulut mereka. Dengan dilaksanakan kegiatan ini, tentunya target kita mengundang masyarakat dan memberi pengetahuan lebih dalam tentang kesehatan gigi dan mulut. Ternyata masih banyak masyarakat yang menganggap sepele tentang kesehatan gigi dan mulut mereka. Padahal efek dari menyepelekan hal itu akan mengundang dampak yang fatal bagi kesehatan gigi mereka sendiri.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), AFDOKGI, PT. Unilever, dan Pepsodent akhirnya masih memberikan kesempatan bagi Program Studi Kedokteran Gigi UNSRAT untuk melaksanakan kegiatan ini di Manado, tepatnya tanggal 06-08 November 2013 yang bertempat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan. Kegiatan Bakti Sosial ini memberikan empat perawatan secara gratis, yaitu:
1. 1 Penambalan sederhana
2. 1 Pencabutan tanpa komplikasi
3. Pembersihan karang gigi
4. Fissure Sealent
Jumlah pasien yang datang pun akhirnya mencapai target 2000 yaitu 2021 pasien.

Dengan kerja keras selama pra-kegiatan akhirnya memberikan hasil yang luar biasa bagi kami, panitia. Walaupun hari pertama kegiatan kami memiliki beberapa kekurangan, mulai dari distribusi pasien dari meja pendaftaran ke meja screening masih banyak menuai protes bagi pasien yang datang karena kelamaan menunggu untuk dilakukan perawatan, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan tidak ada gangguan yang tidak diinginkan untuk menghancurkan kegiatan tersebut.

Kami panitia dibagi untuk melaksanakan tugas yang sudah diberikan sebelumnya. Gue dan Aurora diberikan tugas untuk stay di meja screening. Tugasnya, memanggil nama-nama pasien masuk ke ruang screening untuk diperiksa dan kemudian akan dilakukan perawatan tergantung dari keadaan gigi si pasien.

Hari pertama kegiatan BKGN 2013 dihadiri oleh Wakil Walikota Kota Manado, Bpk. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM.


Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan, drg. Dinar Wicaksono, Sp.KG. Disamping kanannya drg. Juliatri bersama Mahasiswa Co-ass.

Ketua PDGI Cab. Manado, drg. Vonny M. S. Wowor, M.Kes. Yang sedang diwawancarai oleh salah satu stasiun TV.

Ketua Panitia BKGN 2013, drg. Megawati Cornelesz, M.Kes. Pada saat pembukaan kegiatan BKGN.
  
Panitia TIMBA (Tim Baksos) angkatan 2010 plus Ketua TIMBA, drg. Imannuel.

Finalis Duta BKGN 2013

Para masyarakat yang meluangkan waktunya berkunjung ke RSGM untuk melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut. Mereka sedang menyikat gigi massal sebelum masuk ke ruang screening.

Bersama Eka Yuliastuti di meja pendaftaran. Itu yang ketiduran di belakang kayaknya udah capek banget. Zzzzz

Bersama Aurora di meja screening. Di sinilah tempat gue bekerja, lol.

Selain bertugas sebagai "pemanggil nama pasien", gue juga ditugaskan sebagai Photographer selingan.

Detik-detik berakhirnya kegiatan. Para pasien yang datang melapor dan mengadu bahwa namanya belum dipanggil-panggil. Udah capek malah diomelin pasien juga, wkwk.

Suasana di dalam RSGM lantai 3. drg. Paulina Gunawan, M.Kes, Sp.KGA yang turun langsung memberikan pelayanan kepada anak-anak SD yang datang sebagai tamu undangan.

Ini teman-teman seangkatan gue. Dari sebelah kiri ada Yuvri (Abang), Rezha (Si Gendut yang di belakang), Patar, (si Anak Medan), Ryan (si mulut manyun). Woy, kerja wooyy :p

Para masyarakat yang datang ke RSGM. Kebetulan yang foto ini gue. Yang ngadep kamera ini kakak tingkat yang se-kosan sama gue, haks. Kak Indah (jilbab merah) sama Kak Lusi (jilbab kuning).

Pasien terakhir (baca: Napsia <jilbab kuning>) haha :p Dari sebelah kiri ada Amir, Eka, gue.

Para kakak-kakak panitia angkatan 2005 yang barusan udah dilantik sebagai "dokter gigi" :') Kayaknya belum siap foto nih, hihi.


Udah malem. Persiapan penutupan kegiatan. Dan kita masih berleha-leha di ruang apotik. Dari sebelah kiri ada Abang, Eka, Patar, Vera, Monic, Aurora, David, gue, Igung.

Malam penutupan BKGN 2013. Foto bareng drg. Vonny :')

Senyum Sehat Senyum Indonesia.
Sekian.

Jumat, 22 November 2013

Haiiii !

Halo, selamat malam teman-teman. Udah lama nih ga nge-blog. Terakhir waktu bulan September kemarin, hehe. Soalnya aku juga lagi sibuk ngurus ini itu di kampus. Mulai dari ngurusin proposal, pemasukkan judul sama dosen, ngurusin kegiatan nasional dalam hal ini Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2013, jadwal kuliah yang padat, tugas menulis manual, pre-test, sama persiapan praktikum juga. Emangnya mahasiswa semester akhir yah harus begini yah? Ikhlas ga ikhlas yah harus begini.

Jadi beberapa minggu yang lalu, bulan juga sih tepatnya, sebenarnya aku punya banyak cerita yang mau ditulis. Saking banyaknya jadi lupa cerita yang lain. Bahkan menurutku itu udah ga penting lagi untuk ditulis. Kenapa? Yah karena hal itu. Udah #latepost bahasa gaulnya anak-anak sosmed. Jadi aku mau nulis yah sekedar sapa aja sama teman-teman mungkin yang udah menunggu tulisan baruku, cieee *berharap banget punya penggemar*.

Oh yah, template blog-ku juga barusan diganti. Ga konsisten yah? Dikit-dikit ganti template mulu. Iya sih, karena belum dapat yang pas. Tahu ga? Sebenarnya kemarin aku sempat online blog, buat apa? Nyari template yang pas melulu. Kalo dihitung-hitung udah sepuluh kali diganti saking ga sukanya. Ada yang gambar karakternya udah mirip aku, eh tanggal sama hari postingannya ga ada, yah ganti lagi template lain. Banyaklah kekurangan yang aku dapat dalam satu template, dari kekurangan itu makanya diganti mulu. Yah, semoga ini yang terakhir deh, doain aja.

Hari ini mood aku lagi bagus-bagusnya banget. Ga tau deh kenapa. Padahal BBM udah naik ga bakal turun.
Yang jelas, buat kamu yang lost kontak sendirian entah ga nemuin jaringan yang pas buat ngasih kabar semoga ntar malam bisa sadar yah kalo ada yang nungguin. Gue ga ngasih kabar baru tau rasa lu, #eh.

Good night ^^

Rabu, 18 September 2013

Tamparan Ringan

Siang itu, di salah satu tempat keramaian yang biasanya disebut Mantos, gue duduk sendirian sambil menunggu seorang wanita yang sebelumnya sudah membuat kesepakatan untuk bertemu. Kira-kira hampir dua jam lebih gue nungguin dia akhirnya dia atau lebih sopannya gue panggil kakak nongol juga. Yah walaupun ga gampang gitu yah nungguin sampe dua jam lebih, sendirian pula dan ga tau harus ngapaian. Sebelumnya emang ga ada rencana dari beberapa hari yang lalu, kebetulan aja gue lihat dia berkeliaran di timeline twitter langsung deh nanya apa dia sibuk atau ga. Dan akhirnya emang dia ga sibuk.

Setelah bertemu kita memutuskan untuk mencari tempat ngobrol yang asik. AW adalah tempat pilihan kita saat itu. Dengan ditemani waffle sundae coklat dan milk shake coklat perbincangan pun dimulai. Banyak banget pertanyaan yang gue ajukan saat itu kepada si wanita bercadar. Yah, namanya Gina. Dengan balutan baju berwarna ungu yang menjulur panjang ke bawah dan longgar dibaluti dengan jilbab serta penutup wajah dengan kain berwarna hitam. Perbincangan sore itu lebih mengacu kepada agama. Contohnya :
1. Kenapa sih orang yang setelah belajar filsafat lebih mengarah ke jawaban yang menggunakan logika dibanding orang yang ga belajar filsafat?
2. Kenapa sih ada yang mempertanyakan bahwa, apakah Tuhan itu ada? Kenapa harus dipercaya?
3. Poligami itu gimana sih hukumnya?
4. Perbedaan Suni, Sufi sama Syi'ah itu apa sih?
5. Wanita itu wajib berhijab. Terus kenapa yang lain belum menggunakan hijab? Alasan yang sering gue dengar karena mereka belum siap. Apa tanggapan kita tentang jawaban mereka yang galau seperti itu?

Dan sebagainya.

Sambil melahap menu-menu yang kita pesan perbincangan pun semakin panas. Pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir, demikian juga dengan jawaban dari pertanyaan itu sendiri. Hingga pukul lima sore waktu setempat kemudian kita bergegas untuk beranjak dari tempat tersebut.

Setelah mengobrol banyak dengan beliau, seperti ada tamparan kecil atau pengingat dalam hati
dan pikiranku. Entah kenapa hari itu Tuhan seperti mengatakan bahwa kamu harus paham tentang apa yang kamu dengar barusan.
Yah simpulkan saja sendiri.

Rabu, 04 September 2013

Tips Anti Galau

Oke, malam ini gue mau berbagi tips dulu buat teman-teman cewe yang punya pacar tapi sering dicuekin atau apalah namanya dengan berbagai alasannya. Yuk, keep smile. Eh, yuk kita baca..

Tipsnya mudah aja:

1. Jangan pernah lo nelfon duluan kalo si do'i lagi asik sama temannya. Gue jamin lo bakal sakit hati. Kenapa? Karena menurut insting gue mereka paling ga suka kalo lagi bareng teman terus ditelfon melulu sama pacarnya. Istilahnya tuh ga ada kepercayaan satu sama lain. Iya ga?

2. Jangan pernah lo ngirim sms bertubi-tubi disaat mereka lagi sibuk. Contohnya, sibuk main kartu, main PS, main segalanya yang bisa dibilang bermain. Kenapa? Yah sama, lo bakal sakit hati karena sms lo cuma dibaca doang kayak koran. Mau ga? Mending sabar aja, karena kesabaran bakal berbuah rambutan.

3. Jangan pura-pura marah. Kalo lo pura-pura marah biar si do'i mau minta maaf karena kesalahan ga pernah perhatian sama lo, bisa-bisa dia yang balik marah. Kenapa? Paling yah alasannya "aku kan udah bilang ama kamu, Yang. Aku lagi sama temenku, kamu bisa ngerti ga sih?" Nah, mampus kan lu dimarahin balik? Ga baikkan deh sebulan.

4. Kalo udah ga tahan karena si do'i ga pernah bales sms atau nelfon buat ngabarin yah udah. Tidur aja dan berdoa semoga dia tenang di sana. Maksudnya tenang pikirannya, tenang pembawaannya, tenang penglihatannya dan ga macam-macam. Doakan yang terbaik semoga kalian bisa bertemu di alam bawah sadar. Romantis kan?

5. Kalo si do'i lagi males dihubungi atau kurang lebih komunikasi kalian ga pernah putus, itu salah satu tanda mereka mulai bosan. Bosan yang artinya mereka bete' dihubungi mulu. Sedikit-sedikit nanyain kabar lah, udah makan, udah minum, udah mandi, udah segalanya. Nah kan, banyak banget kan? Ucapan yang bakal mereka keluarkan :
Him : Yang, kita jangan telfonan dulu yah?
Her : Lho, emang kenapa? Ada yang salah? Aku bikin salah lagi? Kenapa tiba-tiba ngomong kayak gitu?
Him : Aku lagi males aja telfonan. Bisa kan?
Her : Kalo gitu kita sms-an ajah yah?
Him : Aku juga lagi males sms-an, Yang.
Diam selama 5 menit.
Him : Aku tutup telfonnya yah?
Her : Terus aku gimana?
Mandi sono di kolam. Pake nanya lagi ah.
Him : Yah kamu tidur aja. Lagian kan ini udah malam. Yah?
Her : Tapi kan aku masih pengen ngomong
Him : Tidur aja yah?
Her : Ya udah deh.

Kata "ya udah deh" itu emang kedengerannya pasrah. Ga mau kan? Tapi yah cowok emang gitu. Satu-satunya jalan adalah nunggu kabar dia duluan. Kasih dia waktu untuk ngilangin rasa malasnya ke kita. Gue jamin, kalo dia emang sayang bakal dihubungi duluan kok. Tapi kalo udah ga tahan? Ya udah lo ngirim sms duluan aja bilang "kangen". Kalo udah gitu yah seperti biasa, nunggu lagi deh sms dari do'i. Capek nunggu? Yah jangan bunuh diri dong. Tapi kan masih ada air putih, minum deh biar capeknya hilang. Jangan takut.

Oke, sekian tips yang bisa gue bagi buat teman-teman pembaca terlebih buat cewe-cewe galau yang lagi nungguin kabar pacarnya yang katanya sibuk. Sabar yah, gadget-gadget masih banyak dijual kok. Tenang, iPhone 6 sebentar lagi dirilis kok :')

Sabtu, 31 Agustus 2013

Tizzy

Ingat ga dulu waktu masih jaman SMA terus pas pulang sekolah masih sering jalan bareng teman ke tempat nongkrong favorit?
Ingat ga dulu waktu masih jaman SMA terus sering belain teman cuma gara-gara teman se-geng berantem sama geng lain?
Ingat ga kalo kita pernah kenal sama dunia chatting?
Ingat ga kalo kita pernah bolos dan hampir ketangkap sama Pol PP? Dan ternyata itu cuma mobil polisi kehutanan.
Ingat ga kalo kita pernah berantem terus ngeluarin salah satu personil dari geng?
Ingat ga kalo kita pernah nyelesain satu masalah bareng-bareng?
Ingat ga waktu study tour dan kita kompak banget?
Ingat ga kalo kita pernah ganti baju sama-sama?

Dan sekarang kita udah ga sama-sama lagi buat ngerasain hal itu. Kita udah punya sahabat baru di tempat perantauan masing-masing, kita udah nemuin hal baru yang sebelumnya kita belum alami itu bareng-bareng.

Hanya satu.
Kita akan selalu bersama kan?



Kalo ada yang mau nambah tinggalin komentarnya ajah yah? Siapa tau ada yang lupa gue tulis :')

Minggu, 11 Agustus 2013

The First Time

Seberapa lama masalah yang sekarang sudah terungkap bukanlah suatu komitmen yang pernah kita diskusikan bersama. Masalah itu sekarang muncul. Waktu yang membuat sehingga sekarang kita menghadapi masalah seperti ini. Perdebatan yang kita lalui beberapa hari yang lalu adalah masalah terberat dalam hubungan kita. Apakah kita harus menyalahkan takdir?

Bukti itu lebih membuktikan dimana letak awal mula perdebatan kita.
Senyum yang biasa terpancar dari wajahmu kini berubah. Raut wajah yang selalu ceria ketika kita hendak bertemu menjadi kusam bak baju yang belum disetrika. Tingkah kamu yang semakin cuek dan lebih menghindar. Apakah kamu berubah? Ataukah aku yang terlalu sensitif melihatnya?

Kini aku lebih tahu bagaimana kamu hendak mengeluarkan suara keras. Suara yang paling jarang aku dengar. Bahkan aku tidak percaya kalau itu kamu.
Apakah kamu belum terlalu mengerti bagaimana aku yang sebenarnya?
Kita hanya perlu sama-sama mengerti satu sama lain. Bagaimana denganmu? Apakah kamu setuju? Bagaimana denganku? Apakah aku akan terus menjadi seorang yang selalu menyimpan sebuah masalah?

Kalimat yang kemarin kau lontarkan kini menambah satu poin dalam pikiranku. Ku harap itu bukanlah satu pertanda dimana kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini.

Ku rasa kita tidak perlu berlama-lama terus terperangkap dalam sisi gelap seperti ini. Kita harus menemukan titik terang dari masalah ini. Kita bisa. Aku percaya. Bagaimana dengan kamu? Ku harap sama.

Senin, 29 Juli 2013

Bulan


Malam ini, bulan muncul begitu terang, begitu indah dan menawan untuk dipandang. Cahaya yang dia pancarkan memberikan dampak tersendiri bagi penikmatnya. Dia tidak membagi bagian bumi mana yang harus diberikan pancaran cahayanya, melainkan dia begitu adil sehingga kita menatap bulan pada waktu yang bersamaan dengan tempat berbeda.
Dengan ditemani jaket kesayangan berwarna pink, saya berinisiatif untuk mengurai kalimat per kalimat yang ingin saya tulis.

Bulan. Banyak yang bilang bulan itu indah ketika dia memberikan cahayanya penuh. Cahaya yang di sekitar bulan tersebut. Bulan yang dikelilingi awan ketika dilihat dengan mata telanjang oleh kita dari atas tanah.
Entah kenapa aku terpikir untuk menulis tentang bulan malam ini. Seperti biasa, mencari aktifitas untuk memancing kantuk. Dan bulanlah objek saya malam ini.
Bulan itu terdiri dari beberapa jenis, ada bulan purnama, ada bulan sabit, bulan setengah-setengah dan bulan ramadhan. Pas banget semalam bulan purnama muncul yang bersamaan dengan bulan ramadhan juga. Tentu bukan suatu kebetulan.
Terdengar dari mulut ke mulut bahwa, ketika bulan purnama tiba, para hantu akan keluar bergentayangan untuk menampakkan diri kepada manusia. Anda pernah dengan mitos semacam itu? Di kalangan orang tua zaman dulu pasti banyak di dengar. Coba anda tanya kepada nenek atau eyang kalian. Kecuali anda percaya semua bakal terjadi.
Bulan yang begitu indah pada bulan ramadhan ini semoga memberikan banyak perubahan bagi kami umat muslim di dunia. Lho, kenapa saya jadinya pimpin doa?
Oke, intinya menikmati bulan cantik pada malam hari sungguh luar biasa rasanya. Jangan-jangan kita ga bakal pernah lihat lagi kan bulan untuk keesokan harinya. Jangan pernah menyimpan fakta bahwa bulan itu keren.

(Late Post. 24 Juli 2013)

Rabu, 17 Juli 2013

Kucing Rumahan

Selamat malam. Sudah lama rasanya tidak bersua dengan blog ini. Ya sudahlah, sekarang kita bukan membahas soal itu.

Kali ini gue mau cerita tentang pengalaman gue bersama kucing adopsi di rumah. Bukan sengaja di adopsi melainkan si kucing yang mau mengadopsikan dirinya sendiri.
Perkenalkan, kucing itu hewan. Dia ga punya dan gue juga malas kasih dia nama. Kucing yang berjenis kelamin betina itu sudah mempunyai dua anak kucing kecil yang lucu masing-masing berwarna hitam bercampur putih. Sama kayak emaknya juga.
Si kucing udah nginap di rumah sekitar tahun lalu. Dia melahirkan kedua anaknya sekitar bulan lalu. Sepulang dari perantauan ternyata si emak kucing sudah melahirkan terlebih dahulu. Emang kalo hewan sukanya brojol mulu. Emang ga ada gitu peraturan undang-undang kucing yang mengatakan bahwa "cukup melahirkan 2 anak saja dulu". Entahlah.

Si emak kucing sifatnya terlalu egois, sombong, ga mau dibelai, jahat, suka minta makan mulu. Gue yang awalnya mau berteman baik dengan emaknya eh kok malah takut setiap mau ngedeketin. Apalagi anaknya. Masih kecil juga udah sok sangar. Ah, gilak.

Si dua anak kucing itu gue ga tahu jenis kelaminnya apa. Yang jelas itu kucing. Kucing udah tinggal di rumah berbulan-bulan, ga bayar kontrakan, makan gratis, buang air besar gratis, tiduran gratis semuanya gratis. Dan imbalan yang mereka kasih ke gue cuman apa? Muka sangar yang memperlihatkan gigi taring mereka seperti melihat musuh yang datang. Sedih banget kan kalo ceritanya miris kayak gini? Padahal niat gue buat berteman sama mereka baik lho. Hiks

Senin, 24 Juni 2013

video saja

Happy TO

Kamis, 06 Juni 2013

Prostodonsia II

Mari kita ulang lagi cerita tentang Praktikum Prostodonsia. Pasti masih ada teman-teman yang bertanya, apa sih Prostodonsia itu? Lihat aja di link ini Prosto I sekaligus mengingat kembali perjuangan sebelum kita beranjak ke prosto II. Seperti biasa, terlalu banyak cerita suka cita yang kami lewati selama praktikum, tapi dalam blog kali ini saya lebih terfokus untuk meng-upload beberapa foto saja.

Bagi teman-teman Denten yang telah melihat blog ini, maaf saja jika ada gambar kalian tidak ada di sini, karena saya hanya manusia biasa. Saya hanya mengambil gambar di kelompok yang saya duduki, tempati dan berbagi cerita dengan mereka ketika membuat gigi-gigi bersejarah ini, kelompok 3.


Kita mulai dari pencetakan rahang. Maaf saja karena yang terfoto hanya diriku semata.

Inilah kami kelompok 3. Dari sebelah kiri, David, dirikuh, Igung, Vera.

Masih sama seperti yang gambar pertama, tapi ada tambahan orang di antara diriku dan Igung, dialah Patar si anak Medan.


Mereka ini yang bersebelahan dengan meja kami. Dari sebelah kiri, Hutri, Intan (pertukaran pelajar dari kelompok 5), Trisye, Lia, Tara.

David, Myrtle (pelajar yang mampir dari kelompok 2).

Igung, Vera, Aurora.

Iwani, Anggun, Herlina (rambutnya doang yang kelihatan, pelajar pendatang dari kelompok 5).

Vera, Aurora, Rathy.

 Rathy.

Akyu, Vera, Tara, Igung, Rathy, Hutri, Brilly, Aurora, Anton.

Mardi (pelajar pendatang dari kelompok 4), Hutri, Tara, Apris, Vera, Aurora, Eka.

Vera lagi, Vera lagi. Memang ini anak dia mulu. Ckckck.


Seusai praktikum. Terlalu banyak untuk disebutin nama-namanya. Jadi saya skip, hahaha :p




Yah, kurang lebih hasil akhirnya bakal jadi seperti ini.

Oke, selamat membaca tem-tems.

Senin, 03 Juni 2013

Hikmah 03 Juni

Siang itu, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut, aku sebagai mahasiswa Kedokteran Gigi yang menjalankan tugas wajib kuliah yaitu praktikum. Praktikum yang sedang aku jalani saat ini memasuki praktikum orthodonsia atau ilmu yang mempelajari tentang pertumbuhan, perkembangan, variasi wajah, rahang, dan gigi yang tumbuh dengan abnormal. Kita sebut saja bahasa orang awam atau kebanyakan orang bilang yaitu tentang "perkawatan atau kawat gigi".

Praktikum pun dimulai. Aku kebagian menjadi pasien terlebih dahulu untuk pencetakkan rahang. Kemudian nantinya aku yang akan bergiliran menjadi seorang dokter sesuai dengan nomor urut absen.

Giliranku tiba. Pencetakkan yang dilakukan harus sesuai prosedur yang sudah diajarkan dokter dalam kuliah pakar. Seperti layaknya seorang dokter yang melayani pasien di dental unit atau kursi gigi dibantu dengan asisten dokter. Pencetakkan pun dimulai, prosedur yang dilakukan sudah benar, namun hasil cetakan masih belepotan alias semua kategori yang harus tercetak dalam rahang belum sempurna. Pikiranku masih tenang, belum ada sambutan-sambutan penuh histeris dari teman-teman tanda mereka sudah berhasil dan akan segera pulang. Selesai pencetakan rahang bawah, lanjut lagi ke pencetakan rahang atas. Masih belum sempurna juga. Stres tiba-tiba melanda dengan cepat seperti adrenalin yang dipancing.
Merasa gagal dengan cetakan pertama, kedua, ketiga.. akhirnya aku berinisiatif untuk menukar pasien yang lebih kooperatif. Kudapati dia. Sebut saja "Pasien A".

Si pasien A juga memintaku untuk menjadi pasiennya karena kami berdua kebetulan mengalami hal yang sama. Aku menyetujui permintaan itu namun belum terkonfirmasi dengan jelas dari keputusan kakak co-ass yang mengawa,s apakah dia yang akan menjadi pasien baruku.
Namun sebelum itu, temanku yang akan mencetak rahang punyaku meminta untuk melakukan pencetakan ulang. Bingung lah aku di sini karena diriku juga belum menemukan pasien yang cocok. Tapi ya sudahlah, "yang penting cadangannya ada si pasien A," pikirku.

Setelah membantu temanku yang melakukan pencetakan rahangku, barulah aku membantu si pasien A untuk mencetak rahang yang sama. Alhamdulillah kakak co-ass memberikan keputusan untuk bisa mengganti pasien yang sebelumnya dengan pasien A, bersatulah kami berdua untuk melakukan pencetakan satu sama lain. "Semoga ini berhasil," pintaku.

Setelah menjalani beberapa tahap ujian yang diberikan Tuhan, akhirnya hasil cetakan yang ku cetak ke pasien A langsung ter-ACC dari kakak co-ass. Betapa senangnya karena sebelumnya ga kepikiran kalau langsung ter-ACC. Yang ada, pikiranku nyasar hanya disuruh ulang terus sampai mendapat cetakan yang sempurna.

Ternyata perjuangan dan keberuntungan itu bukan hanya didapat saat kita mengalami kesenangan saja. Otomatis harus melewati beberapa masalah dulu baru kita bisa bertemu dengan kebahagiaan itu sendiri.
Betapa senangnya diriku yang sebelumnya sudah hampir putus asa, namun dengan hasil kerja keras dan usaha akhirnya dipermudah. Urusan kita dipermudah ketika kita membantu teman terlebih dahulu tanpa memikirkan ada feedback-nya. Itulah hikmah yang ku petik untuk skenario Tuhan hari ini.

Coba anda bayangkan, ketika anda dihadapkan dengan masalah dan anda berpikiran untuk tidak bisa melanjutkan atau putus asa begitu saja. Padahal itu adalah pekerjaan yang begitu anda gemari. Apakah anda akan tetap melanjutkan? Atau bahkan berhenti sebelum waktunya?

Guys, hidup itu pilihan. Setiap langkah dan cara yang kita ambil semua mempunyai konsekuensi. Tinggal kitanya saja mau konsekuensi yang seperti apa. Bukankah Tuhan itu adil?

Kita kembali ke topik yang sebelumnya, praktikum. Semoga praktikum ini segera berakhir dengan semakin dekatnya liburan akhir semester.
Wassalam.

Kamis, 30 Mei 2013

Cerita Larut Malam

Tidak ada yang lebih lama daripada menanti kabarmu sekarang ini.

Malam ini, tepatnya pukul 12:15 AM aku ditemani segelas air putih dingin yang barusan ku ambil dari dispenser. Begitu dingin bak sedingin perasaan dan pikiran yang sedang beradu dalam tubuh. Seperti biasa, duduk di lantai sambil online dengan netbook kesayanganku, tv dalam keadaan on tapi pergerakan di dalamnya tak ku simak sama sekali. Dan seperti biasa menunggu kabarmu yang belum ada sampai sekarang. Marah? Sepertinya tiap hari aku selalu merasakan hal itu. Tapi untuk sekarang, rasanya mulai mengeras dan akan terbiasa, entah kenapa.

"Di luar sudah larut". Suara handphone milikku belum berbunyi tanda ada pesan darimu.

Aku sudah menunggu kabarmu hampir 24 jam. Ketika kamu memberi kabar padaku, aku ingin mendengar cerita yang akan kau ceritakan. Tanpa aku yang harus meminta duluan. Sungguh ajaib zaman serba digital ini, ketika semua orang saling terhubung, komunikasi lancar seperti air mengalir, kamu bisa menghilang ditelan bumi. Ketika saatnya tiba, ceritakan semuanya padaku. Sedang apa kau pada saat aku tak mengetahui kabar darimu. Kedengarannya bodoh, tapi itu yang ingin kudengar. Mendengar dongeng dari mulutmu sebelum aku tidur. Bukankah itu kebiasaan kita?
Kamu sering bercerocos ketika aku diam.

Ingatanku kembali melayang ketika kita masih menggunakan seragam putih abu-abu. Tapi tak usahlah aku paparkan di sini. Terlalu banyak dan kemungkinan akan menandingi sinetron Cinta Fitri.

Aku tidak percaya dengan semua yang kutulis ini. Tapi inilah tulisanku.

Jumat, 10 Mei 2013

Sound Of Dentistry

Berkat usaha, perjuangan dan doa akhirnya kami bisa melewati skenario ini dengan indah dan membuahkan hasil yang tidak kami bayangkan sebelumnya.
Inilah video kami, enjoyed ..

Click here

Kamis, 11 April 2013

A Short Letter

Aku tak tahu apa yang bakal terjadi ketika kamu akan menginjak boarding room di Bandara. Langkah kakimu yang perlahan akan meninggalkan jejak, sorotan matamu yang perlahan memalingkan dari pandanganku, lambaian tangan yang seolah berkata "sampai jumpa", serta tubuhmu yang akan hilang dari tatapan mataku.
Aku tak tahu, apa yang akan terjadi s e l a n j u t n y a ..

Minggu, 31 Maret 2013

Abstract

Seminggu lalu aku baru mengetahui sesuatu yang belum terpikirkan bahwa dia akan datang menampakkan dirinya dalam pikiranku. Ini asing pikirku. Sulit ditebak, tak mengerti dari ucapan yang dilontarkan dan begitu berat untuk dipahami. Mungkin bagiku ini sulit karena bukan dari sisi pengetahuanku. Berlatar belakang yang beda namun sebenarnya banyak yang harus mengetahuinya lebih dalam.

Bicara soal nonlokal sebenarnya agak sulit daripada bicara lokal. Tapi di sini kita lebih mengartikan dengan menggunakan bahasa nonlokal. Aku yakin pembaca mungkin bingung dengan maksud dari tulisan ini sendiri. Yah, ini berlaku hanya untuk siapa saja yang mengerti. Karena yang mengerti berarti bisa mengartikan dari tulisan ini sendiri. Maaf.

Tulisan ini sebelumnya tidak ada. Dia ada karena kita ada, kita yang memilih untuk dia ada. Sebenarnya masih bingung tentang cara penguraian kalimat di blog ini, tapi kesepakatan dengan pola pikir dan homunculus yang ada di dalam pikiran akhirnya bisa melahirkan sebuah kata per kata, kalimat per kalimat serta paragraf per paragraf. Menarik sekali.

Suatu loncatan pola pikir yang begitu jauh bagiku sebagai orang awam dalam dunia pertulisan kali ini. Entah makhluk kecil berbentuk apa yang meracuni pikiranku sehingga bisa membuat tulisan ini dalam bentuk abstrak. 

Kamis, 21 Februari 2013

Apa Ini Berpikir?

Sejenak kupandangi bulir-bulir debu yang tertata rapi di meja milik sang pemberi mata kuliah. Tanganku menahan dagu sembari melotot ke arah meja dengan memberikan pandangan kosong dan bibir tertutup rapat. Meja yang terbuat dari kayu dilapisi dengan cat berwarna merah bata. Entah kenapa aku terpikir para tukang begitu kreatif sehingga bisa membuat meja sebagus itu walaupun hanya diletakkan kertas-kertas, buku, laptop bahkan LCD.
Pandanganku belum beranjak dari meja itu. Masih berpikir bahwa meja itu kotor. Belum ada salah satu temanku yang mau membersihkan meja itu. Tidak perlu teman, aku berkaca pada diriku sendiri, "kenapa bukan aku?" Pertanyaan itu sekarang yang tiba-tiba beradu dalam pikiranku. Ini bukan masalah siapa yang bakal jadi juara kelas kalau ada yang membersihkan meja, tapi ini masalah kebersihan yang aku pun begitu benci dengan debu.

Sambil melotot ke arah meja, tiba-tiba pikiranku terganggu dengan kehadiran kata TEMAN. Apa sih teman? Mendengar kata itu, pikiranku langsung menuju ke satu oknum yang mewakili banyak orang di dalamnya. Satu titik dimana orang itu yang kupilih sebagai objek pikiranku sekarang.
Pikiranku yang awalnya bak bisa menghasilkan oksigen untuk banyak orang, tapi ketika muncul satu nama orang itu, tiba-tiba oksigen itu bak karbon dioksida yang memberikan racun fatal bagi semua orang. Satu nama itu begitu terdengar jelas ketika ada temanku yang tiba-tiba menghampiri dan menyadarkanku dari lamunan tersebut. Oh, kupikir ini bagus. Sehingga tidak ada lagi dia yang selalu kupikirkan tanpa ada kejelasan pada akhirnya.
Ruangan ber-AC yang memuat hingga 109 mahasiswa plus satu dosen, ruangan yang sedari tadi memancarkan hawa sejuk dan suara-suara kecil maupun teriakkan yang terdengar dari depan bahkan belakang telah menganggu inspirasi pikirku. Belum ada jawaban atas ketidakpastian pikiranku. Sejak setengah jam lalu lamunanku belum terarah sama sekali. Random dan belum menemukan titik kejelasan ada atau tidak. Seperti akhir dari tulisan ini. Masih random dan belum terpikirkan.
Sejenak aku berpikir untuk menulis, tapi yang kutulis ini adalah hasil pikiranku. Apa ini masih dibilang berpikir? Berpikir untuk memikirkan apa yang ada dalam pikiran kita. Semoga kita selalu berpikir.

Salam hangat,
ikarizka.

Senin, 04 Februari 2013

Ini Bukan Keluhan

Pagi menjelang siang di kediaman kostan Wisma Putri Teratai Mas kamar nomor 17. Seorang anak perempuan berusia 21 tahun 29 hari yang memulai tulisannya di sebuah blog pribadi miliknya "Chibi Maruko Chan".
Pagi itu cuaca masih labil. Terkadang hujan turun, lalu matahari mengeluarkan senyumnya dengan sumringah. Betapa eloknya cuaca sehingga membuat anak perempuan ini memutuskan untuk memulai tulisannya.
Kalimat demi kalimat mengalir mengiringi gerakan jari-jari di atas tuts-tuts keyboard netbook yang ia miliki. Ini bukan sebuah cerita cinta atau dongeng Tinkerbell, melainkan tulisan yang menggambarkan betapa indahnya menulis diiringi kalimat yang sebelumnya belum tertera dalam pikiran.

Pulpen, snowman marker, handphone N70, hand and nail cream, jam Panda, tempat tissue Pharmaton, recehan yang berjumlah 600 rupiah, aqua botol, catatan bisnis, model gigi, dental floss, celengan, witu, tempat pensil, serta partikel-partikel kecil yang bertiduran di atas meja memberikan keramaian tersendiri di atas meja berukuran sedang ini.
Disela-sela menulis, Blackberry kesayangan yang didapat dengan susah payah berbunyi tanda bbm masuk dan grup dari online shop milikku. Ku tengok sebentar ternyata teman kampusku dan teman SMA-ku. Ku balas sebentar dan kembali duduk di kursi plastik yang tidak ada sandaran punggungnya. Terkadang memang punggung ini selalu pegal apabila duduk berjam-jam di kursi ini untuk membuat apa saja yang berhubungan dengan menulis, mengetik atau apa pun itu.
Tidak ada keluhan namun yang ada hanya penderitaan. Sabar? Iya, hanya itu yang bisa.

Kamis, 03 Januari 2013

Suka Cita Praktikum Prosto

Praktikum Prostodonsia atau lebih dikenal dengan pembuatan gigi palsu.
Untuk tulisan kali ini mungkin gue lebih banyak upload gambarnya daripada banyak bicaranya.

Gambar yang pertama gue upload adalah gambar sebelum dimulainya praktikum ini:

Kuku gue yang kena palu karena abis ngeluarin gips dari okludator.

Setelah beberapa hari berlalu dan praktikum sedang berjalan, kuku ini berubah seperti ini:

Darah yang membeku di dalam lebih kelihatan.

Praktikumnya:





Temen gue udah ampir putus asa nih. Haha, tapi tetap semangat dong yah, Vera sama Angel. *kiri ke kanan*

Semangat, semangat. Cuma kata itu doang yang ada di pikiran kita selama membengkokkan kawatnya. Cecil sama Elda.


Gue sama Vira.

Kak Laya sama Intan.

Foto yang di atas gue ambil cuma dalam wilayah kelompok gue aja yang semeja, sehati dan seperjuangan.

Modelnya yang udah ditanam dalam kuvet.

Setelah ditanam dalam kuvet, terus di taruh dalam kuvet press, dipress, terus direbus. Punya gue yang warna biru tuh.

Nih, lagi nungguin kuvetnya direbus. Udah malam aja nih, sekitar pukul 08.30 PM. Gue, Mamen, Eli, Vira.

Hasil akhirnya. Lagi diperhalus pake mikromotor.

Dan ini juga hasil akhir kukuku yang kena palu sebelum praktikum. Hasilnya malah kena lecron tajam sampe diperban kayak mumi.

Ini juga sama. Masih tentang praktikum gigi palsu. Tapi yang ini model gigi palsu jembatan. Kok jembatan? Penjelasannya masih panjang. Google aja yah :)

Ini dokumentasi dari drg. Dinar. Terbukti kalau praktikumnya emang sampe malam.

Ini juga dokumentasi dari drg. Dinar. Lebih kelihatan kayak syuting program Dunia Lain daripada praktikum.

Selama praktikum ini, banyak kesulitan dan pelajaran yang gue ambil. Kuliah di bidang ini ternyata emang gampang. SUSAH DULU baru gampang. Kenapa gue bilang susah? Yah, emang susah, menurut gue. Termasuk nyari gigi aslinya, tukar gigi karena ternyata gigi yang gue punya salah tempat, terpaksa beli gigi padahal uang gue juga sebenarnya udah mau habis, bengkokkin kawatnya. Boro-boro kawatnya cepat jadi, kalo ga jadi-jadi? Tangan lo tuh yang bakal bengkok sendiri. Warna kulit tangan bakal berubah kayak warna kawat kalo ga percaya. Harus kerja keras tuh buat bengkokkin kawat. Yang lebih mengharukan, praktikumnya ampe malam pula. But, i'm enjoyed with my friends of course :*
Pokoknya asli, lo bakal ga lupa praktikum ini sampe lo udah dapat gelar Dokter Gigi :)


NB: buat drg. Dinar, makasih tambahan fotonya :)
 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates