Rabu, 02 Juli 2014

True Incident

Tak terasa seminggu yang lalu kejadian itu terjadi. Suatu peristiwa yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dimana kejadian itu telah direncanakan tepat dua minggu sebelum terjadi. Ini bukan suatu kebetulan, tetapi suatu yang direncanakan.

Kesenangan yang saat itu dirasakan bukan hanya sesaat. Ini bukan tentang siapa melainkan demi siapa.
Kesenangan saat itu tak bisa dibayar atau dibeli dengan mata uang apapun.
Kesenangan itu tercipta karena kita mencari, karena kita memilih, karena kita mencoba, dan karena kita merasakan.
Kesenangan itu membuat semua yang ada dalam otak kita bergeser untuk memberi ruang kepadanya agar bisa dinikmati bersama. Begitu cepat, begitu tersimpan dengan rapi, dan begitu terasa.

Tak sabar hati ingin menjemput kesenangan itu untuk selamanya.
Kesenangan yang akan berjalan terus tanpa dihalangi apapun.
Kesenangan yang akan membuat otak ini berhenti menguras dan mencari kesenangan itu sendiri.

Berkat kejadian itu, kini ku bisa nikmati arti dari kesenangan itu.
Berkat kejadian itu, kini ku bisa menyimpan dengan indah setiap peristiwa yang terjadi saat itu.
Berkat kejadian itu, kini ku punya sesuatu yang bisa kutulis dan ku abadikan walau hanya lewat tulisan ini.
Berkat kejadian itu, kini ku tahu bahwa demi siapa aku melakukan hal ini.

Terima kasih.

Kamis, 05 Juni 2014

Kegiatan Kampus Hari Ini

Sedang duduk di kampus sambil menunggu kedatangan dosen pembimbing untuk revisi skripsi. Terima kasih sebelumnya kepada Jehuda yang telah meminjamkan laptop mininya untuk gue gunakan pagi menjelang siang ini.

Sambil menulis sambil mendengar teman di sebelah gue yang semangat banget nonton youtube tentang kedatangan Running Man senin kemarin, Myrtle, Debby, dan Tara. Suasana kampus hari ini masih tergolong golongan "sepi" dari mahasiswa dan para dosen. Mungkin mahasiswanya masih belum bangkit setelah melaksanakan ujian proposal maupun revisi-revisi lucu nan cukup menguras pikiran dan tenaga. Sedangkan dosen, mungkin sedang capek menghadapi mahasiswa yang mukanya penuh dengan ekspresi memohon. Inilah interaksi para mahasiswa tingkat akhir dan dosen di kampus. Kedengaran lucu tapi mengasihankan. Bukannya apa-apa, tapi inilah hidup. Kita tidak akan menjadi sesuatu tanpa kita tidak melakukan. Karena semuanya akan tetap menjadi "menjadi".

Di depan mata memandang, terlihat tiga orang teman sekelas yang duduk-duduk saja dengan pengharapan yang banyak untuk segera bertemu dosen pembimbing, Jehuda, Herlina, dan Lia. Kemudian Tara yang berjalan ke arah tempat gue duduk yang sedang sambil melayangkan kalimat-kalimat ini dengan ekspresi yang entahlah. Mungkin dia lagi menunggu kedatangan pacarnya. Dan akhirnya dia memilih duduk di samping gue untuk melakukan aktifitas ga penting sesuai kesenangannya sendiri. Karena hidup emang pilihan. Pilihan untuk melakukan apapun yang mereka mau.

Masih mengenai kegiatan di kampus. Terdengar suara dokter Michael di balik tembok lift yang tidak berfungsi lagi, sedang mengarahkan suatu hal penting kepada mahasiswa semester 6 mengenai KRS mungkin. Mungkin iya, karena gue ga terlalu mendengarkan dengan baik.

Kemudian, si Devista dan Putri yang datang dengan membawa sekantong plastik berisikan kue Brownies Amanda. Kue basah yang sedang booming masuk ke wilayah Manado karena belum ada tempat penjualannya yang menetap.  Terus yang dibeli itu dimana dong? Pastinya di mobil-mobil pick-up yang biasanya diparkir di depan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dengan harga yang lumayan menguras dompet bagi anak kos, membeli sekotak kue brownies menurut gue harus berpikir keras diiringi dengan uang yang bakal gue keluarin untuk keperluan skripsweet gue tercinta. So sweet. Namun tak harus berpikir keras sampai berkeringat, karena gue lebih memilih jogging daripada gym.

Sekian cerita pendek hari ini. Semoga bisa bertemu pembimbing hari ini.

Senin, 28 April 2014

Seminar Proposal

Hampir empat tahun aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan.
Hampir empat tahun aku berada di salah satu universitas negeri di Manado yang bernama Universitas Sam Ratulangi.
Hampir empat tahun aku menimba ilmu di Fakultas Kedokteran, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.

Empat tahun bukan hal yang singkat untuk menjalani seberapa sulit atau mudah kita kuliah. Kuliah yang diartikan kebanyakan orang yaitu menuntut ilmu sampai setinggi langit itu akan begitu rumit jika kita tidak menjalaninya dengan senang hati. Yah, coba pikirkan jika kita mendapat segudang tugas dan dipikiran hanya main-main saja. Otomatis semuanya akan lebih rumit dan lama untuk selesai, bukan?

Rabu, 23 April 2014. Pukul 09.30 WITA.
Hari dimana aku mengikuti seminar proposal. Hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah selama aku menimba ilmu untuk mendapat gelar S1. Seminar proposal yang tidak aku bayangkan sebelumnya akan seperti itu. Tadinya hanya menjadi khayalan dan kemudian menjadi kenyataan. Itu bukan hal yang main-main melainkan hal yang serius. Setelah melewati beberapa revisi kepada pembimbing 1 dan pembimbing 2, akhirnya bisa disetujui dan mengikuti ujian. Dan inilah hasilnya..








Ujian yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam ini sangat memuaskan. Ga disangka kalau aku bakal ujian secepat itu. Selesai presentasi, banyak masukan yang diberikan pembimbing dan penguji. Termasuk digantinya judul penelitian serta perubahan beberapa tulisan dalam naskah.

Maka, pada tanggal 23 April 2014 mahasiswa atas nama Rizka Herlina Damopolii, NRI 100113046 dengan judul penelitian "Gambaran Pengetahuan Mengenai Menyikat Gigi Malam Sebelum Tidur Pada Anak Umur 10-12 tahun di SDN 04 Bilalang" LAYAK untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Alhamdulillah.
Terimakasih kepada dosen pembimbing:
1. drg. Paulina N. Gunawan, M.Kes, Sp.KGA
2. drg. Dinar A. Wicaksono, Sp.KG

Serta terimakasih kepada dosen penguji:
1. dr. Damajanty H. Pangemanan, M.Kes, AIFM
2. drg. Joenda Soewantoro.