Kamis, 03 Januari 2013

Suka Cita Praktikum Prosto

Praktikum Prostodonsia atau lebih dikenal dengan pembuatan gigi palsu.
Untuk tulisan kali ini mungkin gue lebih banyak upload gambarnya daripada banyak bicaranya.

Gambar yang pertama gue upload adalah gambar sebelum dimulainya praktikum ini:

Kuku gue yang kena palu karena abis ngeluarin gips dari okludator.

Setelah beberapa hari berlalu dan praktikum sedang berjalan, kuku ini berubah seperti ini:

Darah yang membeku di dalam lebih kelihatan.

Praktikumnya:





Temen gue udah ampir putus asa nih. Haha, tapi tetap semangat dong yah, Vera sama Angel. *kiri ke kanan*

Semangat, semangat. Cuma kata itu doang yang ada di pikiran kita selama membengkokkan kawatnya. Cecil sama Elda.


Gue sama Vira.

Kak Laya sama Intan.

Foto yang di atas gue ambil cuma dalam wilayah kelompok gue aja yang semeja, sehati dan seperjuangan.

Modelnya yang udah ditanam dalam kuvet.

Setelah ditanam dalam kuvet, terus di taruh dalam kuvet press, dipress, terus direbus. Punya gue yang warna biru tuh.

Nih, lagi nungguin kuvetnya direbus. Udah malam aja nih, sekitar pukul 08.30 PM. Gue, Mamen, Eli, Vira.

Hasil akhirnya. Lagi diperhalus pake mikromotor.

Dan ini juga hasil akhir kukuku yang kena palu sebelum praktikum. Hasilnya malah kena lecron tajam sampe diperban kayak mumi.

Ini juga sama. Masih tentang praktikum gigi palsu. Tapi yang ini model gigi palsu jembatan. Kok jembatan? Penjelasannya masih panjang. Google aja yah :)

Ini dokumentasi dari drg. Dinar. Terbukti kalau praktikumnya emang sampe malam.

Ini juga dokumentasi dari drg. Dinar. Lebih kelihatan kayak syuting program Dunia Lain daripada praktikum.

Selama praktikum ini, banyak kesulitan dan pelajaran yang gue ambil. Kuliah di bidang ini ternyata emang gampang. SUSAH DULU baru gampang. Kenapa gue bilang susah? Yah, emang susah, menurut gue. Termasuk nyari gigi aslinya, tukar gigi karena ternyata gigi yang gue punya salah tempat, terpaksa beli gigi padahal uang gue juga sebenarnya udah mau habis, bengkokkin kawatnya. Boro-boro kawatnya cepat jadi, kalo ga jadi-jadi? Tangan lo tuh yang bakal bengkok sendiri. Warna kulit tangan bakal berubah kayak warna kawat kalo ga percaya. Harus kerja keras tuh buat bengkokkin kawat. Yang lebih mengharukan, praktikumnya ampe malam pula. But, i'm enjoyed with my friends of course :*
Pokoknya asli, lo bakal ga lupa praktikum ini sampe lo udah dapat gelar Dokter Gigi :)


NB: buat drg. Dinar, makasih tambahan fotonya :)

3 komentar:

HM Zwan mengatakan...

Uwahhhh keren ya dapurnya hehe.....gigonya kyk bneran :)

M. Rhaka Katresna mengatakan...

Ternyata untuk jadi dokter gigi sepertinya menyenangkan :D
Semoga teteh bisa menjadi dokter yang handal deh...

Rizka Herlina Damopolii mengatakan...

_HMZ: iya, kayak dapur beneran kan yah?
hehe, kalo ga kayak beneran nti gigi palsunya ga bisa kepasang bgus dong :)

_Rhaka: hehe, amin. makasih :)

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates