Minggu, 11 Agustus 2013

The First Time

Seberapa lama masalah yang sekarang sudah terungkap bukanlah suatu komitmen yang pernah kita diskusikan bersama. Masalah itu sekarang muncul. Waktu yang membuat sehingga sekarang kita menghadapi masalah seperti ini. Perdebatan yang kita lalui beberapa hari yang lalu adalah masalah terberat dalam hubungan kita. Apakah kita harus menyalahkan takdir?

Bukti itu lebih membuktikan dimana letak awal mula perdebatan kita.
Senyum yang biasa terpancar dari wajahmu kini berubah. Raut wajah yang selalu ceria ketika kita hendak bertemu menjadi kusam bak baju yang belum disetrika. Tingkah kamu yang semakin cuek dan lebih menghindar. Apakah kamu berubah? Ataukah aku yang terlalu sensitif melihatnya?

Kini aku lebih tahu bagaimana kamu hendak mengeluarkan suara keras. Suara yang paling jarang aku dengar. Bahkan aku tidak percaya kalau itu kamu.
Apakah kamu belum terlalu mengerti bagaimana aku yang sebenarnya?
Kita hanya perlu sama-sama mengerti satu sama lain. Bagaimana denganmu? Apakah kamu setuju? Bagaimana denganku? Apakah aku akan terus menjadi seorang yang selalu menyimpan sebuah masalah?

Kalimat yang kemarin kau lontarkan kini menambah satu poin dalam pikiranku. Ku harap itu bukanlah satu pertanda dimana kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini.

Ku rasa kita tidak perlu berlama-lama terus terperangkap dalam sisi gelap seperti ini. Kita harus menemukan titik terang dari masalah ini. Kita bisa. Aku percaya. Bagaimana dengan kamu? Ku harap sama.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

masalah itu selalu datang dan pasti akan menghampiri kita yang memulai langkah cerita.
dengan mulut berbicara merekapun belum bisa memahami dgn akal pikiran n hati mereka. tandapun akan tinggal cerita walau dikejar sekian millpun.
aku suka tulisannya :-)

Rizka Herlina Damopolii mengatakan...

bahkan satu masalah kecil pun menjadi lebih sulit dipecahkan jikalau pikiran kita terus dihantui rasa cemas.
makasih sudah meninggalkan komentarnya dalam tulisan ini :)

Anonim mengatakan...

hehehe ia sama-sama :-)

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates