Rabu, 14 Maret 2012

Praktek Belajar Lapangan Hari-1


PBL hari pertama, 01 Maret 2012.
                Pagi itu di kamar gue yang penuh dengan kedamaian bernomor 17, tepatnya di kostan Teratai Mas kira-kira pukul 06.30 am, gue bersiap-siap berangkat ke kampus untuk menjalankan tugas sebagai mahasiswa semester 4, dalam hal ini, Praktek Belajar Lapangan. Bukan untuk mengikuti acara Jika Aku Menjadi yang seperti gue impikan. Pagi itu hujan, gak ada matahari yang bersinar, hanyalah sebuah rintik-rintik air yang turun dari langit, biasa kita sebut dengan hujan. Entah kenapa di namakan hujan bukan air dari atas langit gue juga gak tahu. Karena gue gak ngebahas masalah hujan sekarang. Sedang dalam bersiap-siap mengenakan kerudung berwarna putih untuk membalut kepala, tiba-tiba teman gue nelfon, Ratih. Dia menawarkan untuk berangkat bareng ke kampus karena mumpung dia sedang berada di kostan teman yang satu lagi yaitu Rila untuk menjemputnya ke kampus. Saat itu dia menaiki kendaraan berjenis burung dan argo berjalan, yah taksi Blue Bird. Agar tidak merugikan argo yang terus berjalan, maka dia juga berinisiatif untuk memanggil gue untuk berangkat bareng karena kebetulan kostan gue dengan Rila agak berdekatan. Tadinya gue gak yakin buat berangkat bareng karena proses pemakaian jilbab masih membutuhkan beberapa menit. Tapi setelah gue kirim sebuah pesan ke Ratih kalo dia sudah tiba di kampus dan balasan yang gue terima, belum. Maka gue segera meng-iya-kan tawaran Ratih untuk berangkat bareng ke kampus, menggunakan kendaraan beroda 4 dengan pembayaran yang bisa menguras setengah uang bulanan.

              Sesampai di kampus pukul 06.35 am, sangat pagi sekali buat para mahasiswa untuk berangkat ke kampus. Menunggu, menunggu, menunggu kedatangan bus yang menguras tenaga dan pakaian hitam putih di baluti dengan jas almamater berwarna abu-abu hingga basah dengan air hujan untuk beberapa jam ke depan hanya untuk menunggu bus yang datang pada pukul 08.30 am.

(Masih sempat-sempatnya ngambil gambar bersama Ratih, Rila, Anton dan Eli).

                Kemudian, datanglah beberapa bus yang tiba dengan selamat di kampus. Betapa lamanya menunggu kedatangan bus yang sangat on-time. Bus yang pertama, dinaiki teman-teman yang akan mengikuti PBL ke Kec. Kema. Bus yang kedua dinaiki teman-teman untuk ke Kec. Wori. Bus yang ketiga ke Kec. Likupang Timur dan bus yang keempat ke Kec. Likupang Barat. Kami yang mendapat tempat di Kec. Likupang Barat segera menaiki bus yang datang untuk mengambil tempat duduk. Bus yang sangat memprihatinkan namun bus itulah yang membawa kami ke tempat tujuan dengan selamat.
                Berangkat dari kampus, kita menuju kantor Bupati Minahasa Utara untuk mengikuti upacara pelepasan kira-kira pukul 10.30 am. Lumayan lama untuk menunggu semua proses keberangkatan yang bisa dibilang start dari kostan itu pukul 06.30 am.
Sampai di kantor Bupati pukul 11.00 am, kami-pun langsung menuju ruangan di dalamnya untuk mengikuti upacara pelepasan hingga pukul 11.45 am. Di dalam ruangan, kami bertemu dengan Pak Camat Likupang Barat tempat kami bertugas nanti.
                Dari kantor Bupati, semua berpencar, kelompok kami-pun melanjutkan perjalanan ke Kec. Likupang Barat untuk memulai sebuah tugas sebagai mahasiswa semester 4 ditemani kakak-kakak co-ass atau dokter gigi muda untuk turun langsung memberikan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat di tempat itu. Diiringi sebuah lagu slow dan rock di dalam bus membuat khayalanku melayang ke dalam mimpi alias tertidur. Jalan yang begitu ekstrim dilewati dengan menggunakan bus, gue terlalu banyak berdoa agar tetap sampai dengan selamat di tempat tujuan. Setidaknya kalo disuruh pilih gue gak mau meninggal dengan tragis dalam sebuah kecelakaan bus. Nanti bakal jadi topik di koran bahwa, “MAHASISWA SEMESTER 4 DAN MAHASISWA CO-ASS ATAU DOKTER GIGI MUDA ANGK. 2005 dan 2010 TEWAS DALAM SEBUAH BUS MENUJU KEC. LIKUPANG BARAT UNTUK MENJALANKAN TUGAS PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN”. Ya ampun, amit-amit cabang bayi.
                Sesampai di Kec. Likupang Barat, kami turun di kantor Hukum Tua Desa Muntoi untuk mengikuti acara penerimaan mahasiswa di tempat itu dengan di hadiri Pak Camat dan beberapa Hukum Tua atau Kepala Desa. Setelah mendengarkan kata sambutan dari koordinator kelompok dan pidato dari Pak Camat, kemudian mereka mulai membagi kelompok untuk ditempatkan di tiap-tiap desa. Karena Kec. Likupang Barat mempunyai 18 desa, 12 desa yang berada di daratan dan 6 desa yang berada di pulau. Awalnya kami di bagi 3 orang untuk di tempatkan di masing-masing desa yang berada di daratan. Namun karena kami yang awalnya di wanti-wanti dokter untuk tidak bisa berpisah dari kelompok, maka kami menolak keinginan Pak Camat untuk ditugaskan terpisah dari teman-teman lain. Dengan perundingan kira-kira 20 menit, akhirnya kami mendapatkan jalan keluar bahwa kelompok 3 Kec. Likupang Barat ditempatkan di 6 desa daratan, dan kami kelompok 4 Kec. Likupang Barat ditempatkan di 6 desa daratan juga untuk melakukan survei tentang kesehatan gigi dan mulut. Yakni Desa Muntoi, Desa Mubune, Desa Bahoi, Desa Serei, Desa Tarabitan dan Desa Sunsilo. Setelah acara penerimaan mahasiswa selesai pukul 02.30 pm, kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Serei yang sudah ditempatkan untuk kami tinggali. Kami-pun sampai di rumah itu, yakni rumah Hukum Tua pada pukul 03.00 pm. Rumah yang bisa dibilang jauh dari zaman teknologi dan mayoritas non-muslim. Betapa besar ujian kesabaran yang diberikan Tuhan kepada gue. Tapi dengan kebersamaan dari teman-teman, hal itu bisa teratasi sendiri. Yah, karena gue gak sendiri, gue masih punya mereka di rumah itu. Sungguh pengalaman yang gak bakal gue lupain dalam menjalani semester 4 ini.
          Sesampai di rumah, setelah menurunkan barang bawaan kami yang begitu banyak dari bus, kami duduk beristirahat di ruang tamu sambil menunggu makanan yang sedang dimasak oleh tuan rumah. Betapa baiknya mereka. Selesai makan sore, teman-teman lain langsung berinisiatif untuk mencuci piring yang kotor. Untuk yang pertama kalinya mengambil air di sebuah tampungan air bekas air hujan untuk mencuci piring tersebut. Mau lihat gambarnya? Ini dia,



 
Bisa dilihat? Sumurnya yang berada di sebelah kiri arah depan yang membaca.

               Setelah mencuci piring, kami mulai berkenalan dengan kakak-kakak co-ass untuk mengenal satu sama lain agar terjalin hubugan kerja sama yang kompak dan menjalin pertemanan yang baik pula. Yah, ditempat itulah, di Desa Serei, di rumah Hukum Tua, sore itu gue mengenal kakak co-ass yang bernama K’ Christman, K’ Ge, K’ Nova dan K’ Adit. Sangat friendly dan menyenangkan. Tidak ada yang namanya saling canggung maupun rancu dengan awal perkenalan seperti itu.
Selesai mengadakan perkenalan singkat, maka mulailah dengan sesi, take a picture.





(Dari arah sebelah kiri si pembaca. Ada Eli, Adis, Ratih, Lia, Rila, Mamen atau Nidya, K' Christman. Yang di bawahnya dari arah yang sama ada, Fira, Amir, Anton, gue sendiri, K' Ge, sama K' Nova. Photographer by, K' Adit).


             Dari sore hingga pukul 08.30 pm, kami pun MCK, makan malam bersama juga yang di sediakan oleh tuan rumah. Selesai makan malam, kamu melakukan breafing untuk membicarakan kegiatan yang akan kita lakukan untuk besok hari.
Sekian, selamat beristirahat !


*Note: catatan yang gue tulis dari malam pertama gue nginap di rumah itu.
01 Maret 2012

0 komentar:

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates