Selasa, 27 Maret 2012

BBM naik? Masa sih?

Mendekati kenaikkan BBM. Apa yang harus gue lakuin?
Gimana nanti kalo uang kost naik? Uang ojek naik? Uang beli beras naik? Uang beli perlengkapan tiap bulan naik? Uang jajan naik? Oh, pertanyaan yang terakhir, love it !

Masyarakat banyak yang melakukan aksi demo dimana-mana. Kenapa harus naik BBM sih? Apa pemerintah masih sadar dengan keputusan mereka? Apa ini hanya aksi membalikkan isu tentang korupsi?

Untuk hal ini gue prihatin. Gimana nasib anak kost nanti? Tiap bulan yang bisa saja menyuruh orang tua untuk mengirimkan uang sebanyak 4-5 kali dan setelah BBM naik kemungkinan bakal naik menjadi 5-10 kali. Dramatis !

BBM. Semenjak menjadi mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua, gue jadi berpikir bahwa ternyata mencari uang itu bener-bener susah untuk seorang gadis sepertiku. Bagaimana tidak, gue belum punya kerjaan yang irreversible. Gue cuma punya pekerjaan monoton bersihin kamar kost sendiri tiap hari dan itu pun gak digaji. Gue cuma bisa minta duit, nyuruh kirim duit dan menghabiskan duit dengan cara untuk menuju mimpi agar bisa menghasilkan duit sebanyak mungkin di masa depan.

BBM naik. Bagaimana dengan nasib para masyarakat yang tidak mampu? Nyari beras untuk makan sehari ajah yang bela-bela harus ngemis dulu baru bisa makan. Apa pemerintah bersedia bertanggung jawab dengan semua itu? Atau mungkin itu salah mereka karena tidak mencari pekerjaan yang tetap sehingga harus meminta-minta dulu?

Mendekati kenaikan BBM. Apa gunanya demo kalo ujung-ujungnya bakal naik BBM juga? Apa gunanya mecahin kaca kalo kacanya gak bikin salah sama kita untuk aksi demo ini? Rugi kan? Ngapain juga pake acara bakar-bakaran? Mending bakar-bakar yang bisa menguntungkan seperti bakar sate atau bakar ikan. Kenyang bukan?

Oke, pesan kepada siapa yang punya ide tentang menaikkan harga BBM. Jangan sungkan-sungkan naikkin harga. Karena naikkin harga, kemungkinan bakal naik uang jajan. Hahahaha.


5 komentar:

Anis Nisa mengatakan...

Bingung ya mbak..
untuk semi-unemploye seperti saya kenaikan BBM memang berarti bencana.

tapi bagi sopir angkot yang mulai sepi penumpang karena kredit motor yang gila2aan ini berkah, karena mungkin saja orang-orang beralih lagi ke angkot. (tapi lagi-lagi ini masih mungkin)

hehe, yg pasti kenaikan harga BBM tinggal menghitung hari ya mbak?

Insan Robbani mengatakan...

Demo menolak kenaikan BBM dari sisi materi memang sangat tidak menguntungkan, beberapa sarana umum rusak dan dirusak, tp kan tdk boleh menghitung hy secara materi aja, setidak2nya dgn adanya unjuk rasa akan memberikan shock terapi bagi para penguasa agar lbh berhati2 dlm menentukan kebijakan...

aduh sok tau saya....

Rizka Herlina mengatakan...

@mb Nisa: naik atau tidaknya harga BBM tinggal tergantung pemerintah ajah deh. tapi yang jelas saya termasuk orang yg gak setuju :D

@kak Insan: hihi, setuju kak :D

Mayasari Mamonto mengatakan...

ogah..ah..BBM , nanti biaya ke kampus yg cuma Rp2000 by mikrolet..ntar bertambah juga beberapa ribu..:D Tp klw uang jajan yg bertambah ngk masalah.. i love it..:D

Rizka Herlina mengatakan...

@ci'may: sesungguhnya setuju atau gk setujunya kita dengan kenaikkan BBM, toh tinggal diterima sajalah :D
hahaha

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates