Senin, 14 Mei 2012

Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta

Tiap 2 kali sehari aku selalu bertemu denganmu karena tuntutan pemilik gigimu yang menginginkan aku untuk membersihkan gigi geliginya. Yah, aku mulai terbiasa dengan letak gigi-gigimu yang selalu kotor. Aku sudah hafal di mana gigimu yang mengalami karies dan literature gigimu yang tidak beraturan. Aku sudah nyaman denganmu dan kamu juga nyaman denganku sehingga aku tak pernah kau ganti dengan odol yang lain.

Suatu hari, selama sebulan kau tak pernah menggunakan aku. Bahkan sebelum tidur aku tak pernah lagi mencium bau jigongmu, membersihkan sisa-sisa makanan yang mampir di gigimu yang berlubang dan membersihkan calculus yang ada di belakang gigi depan rahang bawahmu.

“Hei, kamu kemana gigi? Apa kamu udah bosan menggunakan odol sepertiku? Hei hanya akulah odol satu-satunya yang sudah terbiasa dengan gigimu. Aku sudah menjalin hubungan erat dengan seisi mulutmu. Hanya aku odol yang bisa melawan siluman-siluman yang ada dalam gigi kotormu. Ayo, gunakan aku lagi gigiiiiii.” Odol memohon.

2 bulan berjalan. Aku masih terdiam di dalam sebuah kotak persegi tempat odol, sikat gigi serta odol lain yang di taruh oleh sang pemilik gigi. Aku hanya melihat si sikat gigi sering di ambil oleh pemilik gigi untuk membersihkan giginya dengan odol yang lain. Aku cemburu.

“Hei, kenapa dengan pemilik gigi ini? Apa dia tidak mau menggunakan aku karena giginya sudah banyak pengeluhan tentang aku? Tapi akulah satu-satunya odol yang bisa mengerti giginya. Oh, aku rindu membersihkan gigi itu. Aku rindu dengan isi mulutnya. Bagaimana keadaan giginya yang berlubang? Apa sudah di tambal kah? Oh tidak, aku galau dengan gigi itu.”

Suatu malam. Aku diambil, helm-ku di putar dan dibuka, keluarlah aku, di taruh di atas sikat gigi dan di masukkan ke dalam mulut si pemilik gigi. Oh tidaak, aku ketemu gigi yang biasa aku bersihkan. Aku ketemu si gigi yang sudah lama aku tidak membersihkannya.

“Hei, aku rindu kamu.” Teriakku saat mulai menyebarkan busa-busaku di setiap giginya.

Di selah-selah membersihkan giginya, aku sering merasakan ada sesuatu di giginya. Oh tidak, giginya di pagarin. Apa ini? Oh, aku tahu. Ini yang biasa mereka bilang kawat gigi. Kawat untuk merapikan gigi yang tidak beraturan. Tidak apa-apa ada si penghalang kawat disini. Beginilah kalau odol lagi jatuh cinta, semuanya di anggap biasa.

4 komentar:

Dokter Gigi Gaul mengatakan...

nicely done! ini ikutan lomba blognya siapa gitu ya?
coba lihat gambar ini.. bisa dijadiin illustrasi buat #FF-nya :)
http://3.bp.blogspot.com/-zMoyoPJqLYE/TlEWL0bCiOI/AAAAAAAAAXk/rLMLHCI8L9g/s1600/niemann-toothbrush1.jpg

blognya agag berat ya..coba kurangin dikit widgetnya :) biar enteng, jadi orang gag "males" bukanya..

Rizka Herlina mengatakan...

iya, lagi ikut proyek ngeblog FF dok.

wah, gambarnya lucu. kayak si odol gak mau lepas sama sikatnya, hihi.

oh iya dok, mungkin komennya yang di bawah ajah yg di kurangi yah?

habibi daeng mengatakan...

Aiii . . . baru tau saya sekarang kalau Odol juga bisa jatuh cinta, hehe salam kenal ya mba' . . .

Rizka Herlina mengatakan...

iya dong. odol juga punya hati. hahaha

iya, salam kenal juga :)

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates