Kamis, 10 Mei 2012

BeBe

Terkadang apa yang kita benci, seketika menjadi suka. Bahkan ikut menikmati kesukaan di balik kebencian itu sendiri. Setiap orang mempunyai kesenangan mereka masing-masing. Bernapas, makan, minum bahkan berkembang biak adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Maaf, gue ke ingat waktu jadi pembaca UUD 45 saat upacara.

-- BlackBerry. Mendengar gadget ini pasti kalian langsung terfokus dengan sebuah benda yang bisa dikantongi ke mana kita pergi. Gadget ini mengingatkan cerita yang pernah gue posting sewaktu 05 Februari kemarin, klik di sini untuk me-review ceritanya. Dulunya gue gak suka sama gadget ini. Karena ekonomi gue sebagai anak kost yang tidak berkecukupan dan belum mendapat tambahan uang dari orang tua buat membelinya.
Awalnya gak suka banget karena tombolnya ribet, aplikasi banyak bikin puyeng apalagi auto text-nya yang super alay. Seiring berjalannya waktu dan dunia berputar pada porosnya, handphone si pacar hilang, akhirnya dia memutuskan untuk membeli BlackBerry. Entah apa yang di pikirnya sehingga dia bisa memutuskan untuk membeli benda alay tersebut. Gak suka, gak suka, gak suka dan akhirnya suka, suka, suka banget, suka akut dan suka kronis. Gila bener, gue jadi termakan dengan pesona BlackBerry yang asoy. Selain dukungan secara tidak langsung dari pacar yang lebih dulu pake BB (singkatan gaulnya) ternyata dengan hasil berpikir keras, gue sadar bahwa gue harus segera gaul dan bangkit dari keterpurukan. Bisa dibilang, menjilat ludah sendiri. Kalo ludah sendiri sih gak jijik tuh, jilat aja. Tsah, jleb !

Jujurnya aja nih, gue anak KAN Community (Kumpulan Anak Nokia), tapi gak tahu kenapa jadi penghianat dan berpindah minat ke KAB Lovers (Kumpulan Anak BlackBerry). Saya pikir itu seru.

Awalnya di beliin, rasanya pengen sujud syukur dan meminta maaf kepada mama dan papa yang telah merelakan uang mereka untuk membelikan gadget berukuran mini ini. PIN-pun (2.F7B38D *ketelen tulang) segera di promosiin lewat BB-nya sepupuku. Serta merta banyak banget yang langsung meng-invite. Gue masih les private dengan sepupu mengenai penggunaannya, cara meng-invite teman di BBM, cara meng-accept, cara ini, cara itu dan masih banyak lagi termasuk cara mengedit auto text yang alay itu. Semuanya gue pelajari tanpa harus membayar uang lesnya.

Senang banget karena komunikasi sama pacar pasti bakal lebih lancar kalau jaringannya gak cacat. Bisa langsung kirim-kiriman foto lewat BBM tanpa harus pinjam dulu sama siapa aja yang punya BB (yang berteman sama pacarku). Bisa meng-update status yang alay juga, termasuk memasang display picture yang unyu-unyu. Tapi kesan pertama dari si pacar adalah dia gak suka karena bukan dia yang menjadi teman pertama dari kontak BBM gue. Tapi sudahlah, masalah itu udah clear, dan akhirnya keinginannya buat jadi yang pertama terkabulkan. Mau tahu caranya gimana? Gak usah, itu rahasia dalam pertemanan kontak BBM.

Percakapan lewat BBM :

" Ntar kita telfonan yah?"

"Cie, yang BB baru. Gak ah, kita BBM-an ajah. Kan baru.."

" ---___--- "





Ada juga yang seperti ini :

" Kamu yah, udah pake BB ada-ada saja yang di pasang di Display Picture. AKU GAK SUKA. Awas kamu kegatelan sama cowok."

"Maafkan aku sayang, aku masih labil. Aku masih gak paham, aku masih kampungan, dan aku masih MANGKAGE"


"Hentikan sandiwara itu."

"Punya pacar cantik itu pilihan, terima aja sayang :* "

2 komentar:

Muhaimin A Untung mengatakan...

Waahhhh anak BB, termasuk golongan cewek B kompleks dong.. hehehe

salam kenal
salam bloofers

Rizka Herlina mengatakan...

bukan anak B kompleks. aku anak KAB Lovers (Kumpulan Anak BlackBerry) :D

salam kenal dan salam bloofers juga ;)

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates