Selasa, 08 November 2011

Kecoak Sarap

Anda tahu tentang hewan menggelikan berwarna cokelat tua, sayap dua, kaki empat berduri, bisa terbang bisa gak, bermata kereng, punya belalai dan larinya secepat kilat?
Dan itulah si Kecoak SARAP !
Kenapa gue menyebutnya kecoak sarap? Karena dia tuh gak punya hati, dia gak bisa ngerti perasaan gue, dia gak tahu diri, dan dia gak mikir 2 kali buat masuk kamar gue. Gue paling gak suka hewan jorok kayak kecoak masuk dalam kamar yang udah dibersihin 2 kali sehari. Dia masuk dengan tidak berdosa dan membuat gue hampir mengobrak-abrik barang-barang yang ada dalam kamar termasuk TV juga yang ampir gue lempar buat matiin tuh hewan.
2 kecoak yang tidak berdosa itu masuk dengan mulusnya melalui pintu depan, dimana gue lagi duduk-duduk buat bikin tugas. Bulunya halus kayak pinguin. Sarap, bulunya kasar, gak banget, gak cantik, gak wangi juga. Ih jorok amat tuh hewan.
Dia nge-pens banget mungkin yah buat masuk kamar gue. Soalnya dikamar lagi ada buah matoa, dimana nama matoa beda tipis dengan namanya kecoak. Buah itu memang jarang banget ada disini terutama dikamar gue soalnya emang gak ada pohonnya disini, terus ada kue cokelat juga. Dia tercium akan bau khas yang menyenangkan itu sehingga mengundang nafsu birahi-nya buat masuk kamar gue dan meminta nafas buatan ke gue. OGAH !
Setelah kecoak itu berada dalam kamar, gue segera mengeluarkan jurus buat matiin tuh hewan dibantu dengan panduan suara dari sepupu gue.
"Disini, disini, dibawah lemari, disamping lo, dibelakang lo, di atas meja, di atas dinding, di telinga lo". Oh, sisanya emang gak masuk akal. Gue sambil megang kemoceng, sambil megang sapu juga. Sepupu gue dengan ketakutan luar biasa hanya berdiri di atas tempat tidur dan memberikan support yang luar biasa.
Satu kecoak ludes. Gue matiin dan buang ke tong sampah. Satunya gue makan. Gak-lah sarap!
Satunya lagi masih bertempur dengan semangat 45. Rambut gue segera dikibas biar kecoaknya terpesona dan segera keluar dari persembunyiaannya.  Rencana berhasil. Dia keluar dan gue pukul pake kemoceng sambil di nina bobo-kan. Dia tertidur dan gue lempar keluar. Yihaaa, perjuangan akhirnya selesai. Dan gue kembali ke laptop buat bikin tulisan ini :)

Salam hangat buat kecoak.
From kecoak killers Rizka :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates