Rabu, 04 Januari 2012

2012

Selamat tahun baru.
Haha, perayaannya emang udah 4 hari yang lalu, tapi maaf, gue baru bisa nulis hari ini.

2012 tiba. Resolusi untuk tahun ini banyak. Mau yang terbaik dari tahun kemarin, berusaha untuk mencapai apa yang belum tercapai dari tahun kemarin, dan berusaha untuk merubah apa yang harus dirubah untuk tahun ini. Kita sebagai manusia memang tidak luput dari putus asa dan ketidakpuasan.

2012.
Perayaan tahun baru kali ini sungguh sangat memuaskan. Mau tau alasannya? Ya, untuk pertama kalinya gue merayakan tahun baru tepat berada di luar rumah alias keluyuran tengah malam. Bersyukurlah, walaupun gak bareng teman-teman yang emang udah ada perjanjian duluan untuk ngerayain tahun baru bersama dan akhirnya gue rayain tahun baru dengan sepupu-sepupu gue, gue masih bisa di kasih kesempatan untuk jalan bareng tengah malam tepat di umur 20 tahun. Emeyzing bukan?
Dari jaman oroknya, tepatnya dari 19 tahun yang lalu, ritual perayaan tahun baru selalu gue rayain dirumah bersama keluarga. Gue kayak gak punya kebebasan untuk keluar. Tapi itulah bimbingan keluarga gue dari gue kecil. Jadi gue gak pantas untuk heran bin bingung lagi.
Pesta kembang api memang memenuhi kota yang kami kunjungi tepatnya berada di pusat Kotamobagu. Kembang api yang menghasilkan banyak asap sehingga membuat jalanan penuh dengan asap. Bukan hanya asap kembang api saja, tapi asap motor, asap mobil bahkan asap kentut. Maaf, gue tadi kentut.
Lanjut, kembang api yang mereka nyalakan sontak meramaikan jalanan sehingga membuat adrenalin gue terus bekerja tanpa henti. Di samping itu, gue hampir sesak napas karena menghirup asap-asap yang memenuhi jalanan. Tapi apa boleh buat? Gue gak bisa buat apa-apa.
Malam itu gue pengen beli kembang api, tapi yang ada gue gak punya duit. Syukurlah, karena gue masih menyayangi agar tidak terjadinya global warming di dunia. *padahal emang lagi kere*

Malam itu bukan hanya kebahagiaan yang gue dapet, tapi juga kesedihan yang gue temuin dari 2 cowok yang mengendarai sepeda motor dan jatuh tepat dibelakang parkiran mobil yang gue tumpangi. Kaget banget gila lo, udah dikagetin dengan bunyi petasan, ditambah lagi kagetnya lihat tuh 2 cowok yang penuh dengan aliran darah di lengan dan kaki mereka berdua. Tapi alhamdulillah gak terlalu parah banget. Gue beserta sepupu gue langsung mengobati mereka dengan memberikan tisu dan betadine. Seandainya tuh 2 bocah sampe parah, gue memang harus bertindak lebih cepat atau berpikir lebih cepat bagaimana agar mereka bisa mendapatkan pertolongan pertama. Apalagi kalau harus pake cara ABCD, ribet dah harus ada pertanggungjawabannya nanti. *keingat film Love Story in Harvard*

Tibalah pukul jam 12 malam tepat pergantian tahun antara 2011 dan 2012. Suara sirene mulai di nyalakan, terompet berbunyi dengan nyaringnya, suara kembang api yang memekar indah di atas awan yang gelap, coba kalo kembang apinya dinyalain siang hari, kira-kira warna dan modelnya kelihatan gak yah?
Gak usah mikirin itu.

2012. Diawal tahun ini, sepertinya memberi kebahagiaan yang tersendiri buat gue termasuk buku perdana gue yang terbit tepat pada hari selasa kemarin. Yah, walaupun hanya sepucuk surat yang gak terlalu panjang-panjang amat, tapi gue bahagia karena alhamdulillah usaha gue gak sia-sia. Nih dia website-nya http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fdearbooksproject.wordpress.com%2F2012%2F01%2F03%2Fdaftar-kontributor-buku-ke-4-dearmama%2F&h=FAQH1BWxNAQGuLi8iqACAOLsnkCNWk54g_yCEs5mwfttwWQ. Kalian bisa cek sendiri kok :)
Gue berterima kasih banget yah buat seseorang yang lebih meyakinkan gue untuk tetap menulis.

Akhir kata untuk tulisan ini, 2012, jangan kiamat dulu yah? Gue belum nikah soalnya. Hehehe, makasih.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Pipi Merah Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates