Pages

Kamis, 08 Desember 2011

My Nice "06 December" 20th years old

06 Desember 1991 - 06 Desember 2011
20 tahun lalu.

Yeah, saya Rizka biasa disapa Ika, Chibi, Tomat, Kangkung, Terong, Cabe, Jengkol dan semua jenis makanan yang ada di Indonesia. Sekalian ajah di makan.
Oke, gue gak mau ngebahas soal makanan dulu. Kali ini gue mau ngebahas tentang Hari Ulang Tahun gue yang menginjak usia 20 tahun. Kita nyanyi dulu.
Happy birthday to me, happy birthday to me, happy birthday happy birthday happy birthday to me.

Lanjut. Ngomongin tentang ulang tahun, dari 19 tahun yang lalu, ultah gue selalu dirayain bersama keluarga, makan bersama, potong kue bersama dan tentunya tak luput dari "baca doa". Yeah, terkenal dengan tradisi kemenyan di masukkin ke bekas pembakaran yang hanya tersisa debunya *seperti acara kremasi yaitu pembakaran manusia, yah something like that* terus diletakkan di atas meja depan sang pemimpin doa dan muncullah asap-asap yang menyebar di dalam rumah seperti dukun-dukun yang mau ngusir setan. Tidaklah, dalam keluarga gue tradisi kampungan itu udah dilenyapin.
Kali ini gue gak ngerayain bersama keluarga, bisa dibilang ultah kali ini berbanding terbalik dengan harapan gue. Harapan yang putus ditengah harapan. Ngomong apa sih?
Ultah kali ini rasanya sepi banget, gak bersama keluarga apalagi dia yang si spesial itu. Emang kalo mau beranjak kepala 2 momennya harus kek gini? Hah, muke lu ajah yang kayak gini. Mungkin ini faktor lingkungan sehingga menyebabkan para masyarakat yang kena longsor bisa mengungsi di kampung orang.
Astagaa, gue jadi ngawur.

#Lanjut.
20 tahun. Tepatnya gue yang sekarang telah meranjak usia dewasa. Sekarang gue bukan anak usia 2 tahun yang mungkin masih diajarin nyokap bokap buat jalan dan belajar ngomong. Gak, sekarang gue udah berada di titik aman pertama buat menjalani lika-liku hidup yang semakin hari semakin berat buat dilewati. Gak ada lagi yang namanya minta di gendong dong, ma'emnya maunya mama ajah yang cuapin. Gak, malu dong kalo ngomongnya masih kekanak-kanakkan gitu.
Hari ulang tahun gue kali ini cukup menyenangkan. Disamping dapat kado spesial dari teman juga dapat kado terspesial dari sang pangeran yang berada di pulau seberang Sulawesi Selatan. Tengah malam jam 12 tepat tanggal 6 gue galau. Gak jelas galaunya kenapa. Pokoknya gue galau. Jangan tanya lagi galau karena apa.
Gue bersyukur banget, Allah masih memberikan kesempatan buat sampe ke umur 20 tahun ini. Masih tetap diberikan kesehatan dan kelangsungan hidup yang berkecukupan juga. Harapan gue di umur ini :
- selalu dalam lindungan Allah pastinya,
- sehat selalu,
- rejekinya lancar,
- kuliahnya lancar,
- cepat jadi dokter gigi,
- dan mudah-mudahan menjadi orang yang sukses dan bisa disenangi banyak orang. AMIN.
1 lagi, jangan galau melulu.

Banyak banget teman-teman sama saudara yang ngasih ucapan lewat via sms, facebook, sama twitter. Tak lupa teman-teman dikampus juga banyak yang ngasih ucapan. Ops, papa sama mama juga lho. Masih pagi banget kira-kira pukul setengah 6 udah nelfon ngasih ucapan. Wah, aku terkesima dengan hal itu. Sangat berterima kasih.
Gue dapat kado spesial dari pacar sama sahabat gue. Thank you very much. Walaupun gak ada kue, gak ada lilin, gak ada balon, gak ada petasan sama gak ada bom yang penting gue masih bisa ngerayain dengan sepenuh hati dan seikhlas mungkin.

Sebenarnya hari itu gue berharap dia bisa datang. Harapan gue nambah pas Tary bilang kalo dia emang udah ada disini. Gila, gue harus percaya apa gak yah? Setengah gak percaya setengah lagi percaya banget. Sampe akhirnya, selepas sholat maghrib gue yang barusan temenin Ntoz ke kostan pacarnya sedang duduk manis ditempat tidur sambil baca buku, eh T2 alias Tamy Tary datang dengan kado yang ada di tangan mereka. Gue kaget plus senang plus kecewa. Kagetnya karena gak nyangka mereka udah janjian dulu ternyata buat ngasih surprise, senangnya karena gue dapat surprise norak kek gini dan kecewanya ucapan Tary yang sebelumnya bikin gue down dan di opname di rumah sakit karena ternyata dia bohong. Gue sempat di tegur mereka berdua karena nerima kado dengan muka datar tanpa ekspresi. Yaiyalah, gue di bohongi, di khianati, sadar gak lu? Nah, disitulah harapan gue buat ketemu dia langsung hilang. Ibaratnya kek virus jinak yang berada dalam tubuh manusia tiba-tiba hilang total. Tapi syukur alhamdulillah, gue bersyukur dan ngehargain usaha kalian buat ngasih kejutan seperti itu.

Ini dia hasil jepretan dari sepupu gue. Kadonya dari sang pacar. Gamsahamnida :*
Ini dia kadonya yaitu sebuah lukisan, setengahnya gambar foto muke die, setengahnya lagi muke gue. Terus di bawahnya ada gambar Panda sama tanggal kita jadian. Kenapa Panda? Karena gue berasal dari Panda. Terus ada cincin juga yang bertuliskan name die same tanggal kite jadian. Kenape gue jadinye ngomongnye kek E E gine?



Sayangnya gue gak punya foto lebih selain ini. Yang ada hanyalah hasil screen munched video harapan dan doa serta ajang buka kado yang diberikan sahabat-sahabat gue. Terima kasih banyak yah :*
Videonya bisa di liat di sini http://www.youtube.com/watch?v=mesk-h4tHro&feature=mfu_in_order&list=UL.

Kadonya dari Imunq itu yaitu bros jilbab yang bergambar kelinci. Dari Tary sebuah bingkai foto.

Apalagi yah?
Udah deh cukup, segitu ajah pengharapannya.
Makasih yah buat yang udah berpartisipasi ngasih ucapan sama kadonya. :)

Jumat, 02 Desember 2011

Definisi Kesetiaan

Kesetiaan.
Menurut kamu kesetiaan itu apa sih? Jujur yah, waktu di tanyain sama sepupunya pacar sumpah gak ada satu kalimat-pun yang terlintas dipikiran gue apa itu kesetiaan. Mungkin malam itu emang faktor mengantuk dan otak gue lagi gak berputar pada porosnya sama sekali.
Kesetiaan apa sih?

Setelah dipikir-pikir seribu pikiran, gue nemu apa itu kesetiaan.
Yah, kesetiaan itu bisa dibilang setia. Setia itu gue, dan gue itu LDR.
Apa hubungannya coba?
Hubungannya? Kenapa juga gue bisa tahan pacaran jarak jauh dalam waktu setahun lebih? Yah, karena gue setia. Padahal kalo di itung-itung, pacaran jarak jauh itu bisa menimbulkan banyak permasalahan dalam hubungan itu sendiri, banyak konflik yang bisa terjadi didalamnya, entah salah paham, kurangnya kepercayaan satu sama lain dan emosi yang keburu meledak akibat pikiran-pikiran negatif seperti *dia lagi ngapain yah? Kok smsku gak dibalas? Apa dia selingkuh di sana?* Oh tidak, ini salah satu faktor kurangnya kepercayaan dan kesetiaan. Itu menurut gue sendiri. Gak tahu menurut orang lain kayak gimana.

Yah, kesetiaan.
Gue gak bisa prediksi kesetiaan itu apa. Gue bingung definisinya gimana gitu.

Kesetiaan, kesetiaan, ke-se-tia-an.
Kesetiaan adalah ajdihwyrrythgqpruenbvbsmcncbriffhqgpfk jsdeuusbvmvskhisuiyt.
Sumpah, gue bingung!

Kesetiaan itu yaaah, gimana yah. Yah gue setia. Gue sebagai pacar yang baik gak ngeduain pacar gue sendiri dong. Dan kesetiaan itu yah kunci langgengnya suatu hubungan. Itu ajah yang gue tahu.
Kesetiaan, hmm memberikan yang terbaik pada pasangan kita. Apa sih?

Kesetiaan, tidak semua orang bisa memiliki kesetiaan itu sendiri. Emang kesetiaan siapa sih?

Ah, intinya kesetiaan itu gue. Gue setia sama dia, gue cinta, gue pacarnya, dia pacar gue dan kita pacaran. Jadi setia itu kita berdua.
Sekian.

Minggu, 27 November 2011

Burung itu Keren

Burung itu keren, gak ada tangan, tapi ia punya sayap untuk bisa terbang kemanapun dia suka. Bisa jalan-jalan kemanapun dia suka. Bisa pergi dengan kedua sayapnya yang terletak indah di kedua badannya, kiri dan kanan.
Burung itu keren, terbang kemana dia suka dengan arah tujuan yang tepat. Entah mencari makan buat kebutuhan anak-anaknya, mencari serumpun daun-daun kering untuk membuat sarang agar terasa hangat didalamnya, serta terbang untuk bertemu dengan sang pangeran burung.
Burung itu keren, ketika jatuh cinta, dengan mudahnya mereka bertemu untuk melepas rasa rindu. Terbang dengan bebasnya mengelilingi angkasa dengan sayapnya yang indah nan lincah.
Burung itu keren, dia tidak pernah merasa cemburu dengan burung-burung yang lain. Tidak pernah merasa iri melihat burung-burung yang lebih indah dari burung itu sendiri. Dia tidak pernah merasa kesepian dengan kesepiannya itu sendiri.
Burung itu keren, walau diciptakan dan ditakdirkan tidak bisa bicara namun masih kelihatan sempurna dimata hewan-hewan yang tidak bisa terbang.
Burung itu keren, dia gak bisa mengikuti jaman modern seperti manusia, namun keunikannya untuk mengantar surat masih terkenal di mata para kerajaan.

Andai kita seperti burung, mungkin rasa rindu, rasa cemburu dan rasa-rasa yang lain tidak akan pernah kita rasakan. Burung tetaplah menjadi burung.

Manusia. Kita akan tetap menjadi manusia yang diciptakan dengan kesempurnaan yang luar biasa sempurna. Tetaplah merasa apa yang telah di ciptakan, entah rasa jatuh cinta, rasa cemburu, rasa putus asa dan rasa-rasa yang lain.

Untuk segenap blogers yang membaca tulisan ini, selamat membaca. Anda telah terperangkap dalam kegalauan sang penulis Burung.
*salam burung* :)