Pages

Tampilkan postingan dengan label Ini Kisahku Mana Kisahmu?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Kisahku Mana Kisahmu?. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juli 2017

Susah Senang di FKG

Halo. Setelah bersibuk-sibuk seminggu ini di RSGM, akhirnya di awal weekend gue bisa menulis kembali cerita yang lama terpendam akibat kemalasan dan kecapekan hehe. Seminggu ini, gue lagi sibuk mengurus beberapa requirement yang belum lunas. Emang, sih, ga serajin teman-teman lain, tapi apa salahnya untuk  bangkit kembali. Karena setiap orang itu punya pendapat dan persepsi berbeda-beda. Setiap orang punya cara hidup dan menjalani kehidupan mereka sendiri. Don't judge, aje!

Gue mau berbagi cerita selama gue co ass tiga tahun terakhir ini. Ga usah komen kenapa udah tiga tahun belum lulus juga? Jawabannya simple, "jangan banyak tanya!".
Semakin hari menjalani co ass, gue semakin sadar waktu dan uang itu sangat penting. Apalagi menunda kerja pasien satu hari artinya lo menunda masa depan satu hari. Jadi kalau kita malas satu bulan, rencana nikahan lo bakal tertunda juga satu bulan. SAKIT!
Dalam dunia per-co ass-an ini gue sering mengambil hikmah dengan kejadian-kejadian rese' di rumah sakit. Mulai dari pasien nikung operator (ditinggalin pasien), teman nikung teman (pasien teman diambil teman lain), operator malas (padahal pasien kooperatif banget, (operator siap kerja, pasien sudah datang tepat waktu, dokter jaga juga ada tapi uang perawatan ga cukup), (operator siap kerja, pasien stand by dari pagi, dokter jaga ada, tapi dental unit full atau rusak), (operator siap kerja, pasien ready, giliran dokter jaga ga masuk), (dokter jaga ready, pasien ready, operator sakit). Rasa apalagi yang tidak kita rasakan sebagai co ass gigi?
Sedih? Udah.
Senang? Beberapa kali.
Pengen nangis? Sampai air mata darah juga ngalir gitu aja.

Di co ass juga lo bakal tahu mana teman saat lo lagi emergency banget minta dibantu untuk jadi asistennya, mana teman makan teman, mana teman bohong-bohongan, mana teman saling memanfaatin temannya sendiri, mana teman yang suka nguras duit temannya dengan alasan (besok gue ganti). Gue ga tau lagi besoknya kapan. Sampai kiamat juga cuma dia yang tahu besoknya kapan, mana teman yang sok banget requirement nya paling banyak dikerjain padahal cuma di bagian itu doang, dan terakhir teman paling sok pintar di jagad raya ini. Adaaaaaaaaa. Rese', deh! Hahahaha
Mungkin semua anak co ass gigi pernah mengalami hal di atas. Atau yang ga mau ngaku berarti dia orangnya haha.
Tapi, sebenarnya anak co ass gigi itu kompak. Kompak saling membantu (supaya dapat imbasnya). Ga ada salahnya. Karena kita sistem kerja sama TERPAKSA yang harus dipaksakan haha. Iyalah, kerja sama itu penting bagi co ass gigi. Apalagi dalam hal pasien dan requirement. Teman yang awalnya ga akrab, bakal jadi akrab karena dimulai dari kalimat,
A: Lo mau DST sama dokter ini?
B: Iya, nih. Lo juga?
A: Iya. Barengan, yuk, besok. Biar sama-sama dimarahi dokter kalau ga bisa jawab pertanyaannya.
Jadilah mereka berdua. Langsung ketemuan di Starbucks dan langsung pacaran.
Enggak, lah, deng. Jadilah mereka berteman baik karena DST.
* DST (Dental Side Teaching) = diskusi kasus sebelum melakukan suatu tindakan / perawatan (tertentu).

Ada juga yang versi lain.
A: Lo mau CSS, ya?
B: Iya, nih. Emang lo udah?
A: Belum, sih. Mau translate jurnal dulu
B: Gue lagi translate juga, nih
A: Oh, yah? Wah kebetulan. Bantu translate jurnal gue, dong.
Ujung-ujungnya memanfaatin haha.
*CSS (Clinical Scientific Session) = diskusi kasus jurnal.

Versi lainnya:
A: Nah, kita, kan udah indikasi, nih. Berarti tinggal buat laporan DST nya, dong
B: Yoai
A: Gue copy materinya, please
B: Gue send e-mail, deh
Beberapa jam setelah e-mail masuk.
A: File nya udah gue download. Lo udah susun laporannya?
B: Udah, sih. Barusan selesai. Lo gimana?
A: Nah, itu dia. Parah banget malam ini. Gue belum edit sama sekali laporannya. Soalnya gue lagi keluar sama Mama yang baru datang dari kampung. Ga enak kalau ga diajak jalan dulu. Gue bisa minta laporannya yang udah lo edit, gak?
Jalan-jalan yang terselubung. Alasan tak berujung.

Sebenarnya banyak banget versi-versi lainnya. Tapi dibalik cerita di atas, mungkin ada yang beneran terjadi, ada juga yang co ass nya timbul tenggelam (semangatnya).

Selain itu, mengenai bahan dan alat yang kita pakai selama co ass. Banyak orang awam beranggapan bahwa, alat dan bahan yang kita pakai di rumah sakit itu real punya instansi. Sebenarnya TIDAK SAMA SEKALI. Kita beli sendiri. Kita nyiapin sendiri. Uang yang dipakai? Punya orang tua, lah. Kecuali yang udah nikah. Yah, ga usah muluk-muluk, bahan kayak masker dan handscoon aja kita beli sendiri. Ga percaya, kan? Emang, orang awam ga bakal percaya kecuali dia punya anak yang bakal kuliah di Kedokteran Gigi. Awal masuk saja sudah disuruh beli alat diagnostik yang harganya 500rb. Baru semester 1, lho.

Kalau ngomongin soal uang, itu hal yang paling sensitif banget. Kita sesama co ass saling ngerti gimana kekurangan dan kemiskinan yang dialami temannya sendiri ketika uang di dalam dompetnya tinggal 50 ribu rupiah dan harus bayar uang angkot pulang ke kontrakan 8 ribu rupiah, belum bayar hutang pulsa 12 ribu rupiah, belum ngasih makan pasien anak di KFC paket super mantap 20 ribu rupiah. Sisa uang 10 ribu rupiah. Mau diapain uangnya? Nginap, dah, di RSGM hahaha. Eh, tiba-tiba teman yang satunya nagih hutang 5 ribu, katanya uang pendaftaran pasien yang dipinjam karena kita ga sempat naruh uang di kantong jas co ass. Sisa uang real 5 RIBU RUPIAH hahahahahaha.
Kasihan!
Sebagai solusi, banyak anak co ass yang memulai hidupnya dengan belajar berbisnis kecil-kecilan. Mulai dari jualan tampon (gue sendiri), jualan alginat, polibib, ada juga yang jual kue, minuman, snack, sampai berbisnis MLM, pun ada. Untuk apa?
- Untuk menopang kehidupan yang fana ini
- Sebagai uang tambahan
- Uang mendadak kalau orang tua belum transfer dan kita kepepet harus kerja pasien
- Uang senang-senang (belanja, nonton)
- Tabungan untuk masa depan
- Uang liburan pastinya. Karena otak dan badan butuh refreshing.

Anak co ass gigi itu gak kere. Enggak sama sekali. Mereka cuma hemat. Masing-masing co ass saja udah bersaing jual alginat dengan harga di bawah 100 ribu. Yang sebelumnya 120an ribu rupiah haha.
Co ass gigi itu gak kere. Mereka hanya perlu berhemat karena uang transferan orang tua gak tiap hari. Atau mereka malu karena belum menghasilkan uang sendiri sedangkan umur sudah matang untuk memberikan imbalan kepada orang tua.
Co ass gigi itu ga sesedih yang kalian lihat. Belum sehebat yang kalian pikir. Ga sekaya yang kalian fitnah. Ga juga miskin yang kalian hina.

Coba lihat kami. Kami memang hanya co ass gigi yang mungkin dianggap sepele sama pasien. Dibuat semena-mena karena tiba-tiba menghilang saat perawatan berlangsung, diminta beli ini itu biar mau dirawat giginya, disindir minta dibayarin saat perawatan selesai, dibilang uang transport nya ga cukup. Tapi kami selalu yakin bahwa kami tidak akan menjadi DOKTER GIGI tanpa pasien-pasien itu.

Gue baru sadar, ternyata tulisan saja ga cukup untuk menguraikan cerita yang gue alami selama co ass. Suatu hari nanti, insya Allah gue akan share lagi cerita lainnya.
See you.

Rabu, 09 Maret 2016

US

Menurut sebagian orang menganggap bahwa hari ini menjadi hari yang paling bersejarah selama mereka hidup karena telah menyaksikan fenomena yang jarang sekali terjadi yaitu gerhana matahari. Dimana gerhana matahari saat ini telah muncul di bagian negara Indonesia tepatnya pada beberapa titik wilayah Indonesia seperti di Ternate, Palu, Bangka Belitung, Palembang, maupun kota-kota lainnya.
Ada juga yang menganggap bahwa hari ini menjadi hari yang membahagiakan lebih dari melihat langsung terjadinya gerhana matahari karena sang ibu baru saja melahirkan anaknya ke dunia tepat dengan peristiwa sinar matahari yang ditutupi oleh bulan. Mungkin namanya dinamakan Gerhana, Bulan, Hari, maupun Hana.
Sebagian orang juga menganggap bahwa hari ini menjadi hari yang menyedihkan. Entahlah menyedihkan dalam hal apa, tapi soal ini saya tidak akan membahasnya berhubung kalau memikirkan kesedihan ada banyak titik pembicaraan yang akan saya uraikan.

Menurut saya, hari ini biasa saja seperti hari-hari sebelumnya when my boyfriend must to go back to his hometown. Ada rasa sedih seperti biasa yang saya rasakan hehehe. Mungkin terlalu lebay kalau saya menceritakan hal ini. Namun, perempuan mana, sih, yang ga sedih ketika ditinggal pergi sementara oleh pacarnya? :p

Ada banyak cerita yang kita bahas ketika kita saling berjumpa.
Saya mendengar ceritanya, begitu pula sebaliknya.
Ada cerita lucu maupun pengalaman pribadi yang kita bagi bersama.
Dia menceritakan banyak hal mengenai kita, saya, dia, kamu, mereka, yang pernah terlibat dalam skenario yang kita jalani bersama selama kurang lebih lima tahun menjelang enam tahun.
Saya mendengar dengan saksama mengenai cerita itu hingga sepertinya saya kurang percaya namun kaget karena peristiwanya sudah lewat mungkin sekitar tiga atau empat tahun lalu. Tapi, saya mencoba untuk tetap mendengar hingga akhirnya dia selesai menjelaskan semua pertanyaan yang mengganjal di otak saya. Ada rasa kecewa dan sedih. Mau bagaimana lagi kalau kejadiannya sudah lewat. Saya sudah terlalu lelah untuk marah karena stock nya saja rasanya sudah habis hehehe.
Tapi sekarang sudah sekarang. Saya memang orang yang paling susah melupakan sesuatu yang terjadi apalagi itu sudah fatal. Untung saja saya dalam keadaan on mood lah, ya hahaha. Jadinya saya sudah tak terlalu pusing membayangkan hal yang aneh-aneh.
Syukurlah he is a good boyfriend about me, ya. Karena dia bisa mengalihkan pembicaraan menjadi nyaman, tenang, dan ga kaku satu sama lain. Itulah asiknya ngobrol empat mata. Pantas aja programnya Tukul Arwana "Empat Mata" bisa bertahan lama di stasiun TV.



Us is us. Us still us. Us never come back become you and i again. Us always us. Aamiin.

Senin, 02 Februari 2015

Selamat datang mahasiswa PROFESI

Selamat siang menjelang sore.
Saat ini saya berada di ruang panitia Manado Dentistry 2015 dan sedang mempersiapkan diri untuk menyambut hari esok yang hari ini sudah cukup membuat kepala saya pusing.



Ini teman saya namanya Myrtle. Kami take foto ini sebelum saya nulis tulisan ini.

Mahasiswa PROFESI.
Besok saya akan resmi menjadi mahasiswa profesi atau lebih dikenal sebagai mahasiswa koas gigi. Rasanya akan benar-benar gila menghadapi jadwal yang mustahil dan bisa berjalan lancar untuk menyesuaikan waktu dengan pasien. Koas gigi beda dengan koas umum. Koas gigi harus mencari pasien sesuai dengan tindakan kasus apa yang terjadwal selama per semester. Tolooongggg !!!
Membahas ini saja rasanya sudah mau gila.

Menyesal masuk KEDOKTERAN GIGI ??
Sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam ada penyesalan seiprit lah. Karena harusnya di umur segini udah kerja dong yaaaa. Tapi besok masih harus bergelut dengan jurnal, masuk klinik menangani pasien untuk mencapai gelar dokter gigi yang sesungguhnya. Dipikir lagi ngapain menyesal kalau udah nyelesain sarjananya. Menyesal emang selalu datang belakangan, kalau di awal pasti pendaftaran.

Setelah baca tulisan saya bulan Desember kemarin (disini ceritanya) yang kangen juga dengan kegiatan di rumah yang bosan karena merindukan kesibukan maka inilah kesibukan yang kau rindukan, Ka. Eh tapi ga tau juga haruskah seperti ini? :(
Rasanya pengen nangis. Tapi apa daya untuk jadi dokter gigi harus seperti ini pasti.

Semoga bisa berjalan lancar dan terus semangat, Ka :")
Kamu pasti bisa !

Kamis, 11 Desember 2014

Waktu Lowong

Hari ini matahari bersinar terlalu indah sampai ia lupa bahwa penghuni bumi merasakan hawa panas akibat pancaran sinarnya yang menyengat. Ini bulan desember tapi entahlah kenapa cuacanya bisa sepanas ini. Tak ada hal lain yang bisa ku lakukan sendirian di rumah. Terlalu sepi untuk melakukan aktifitas bahkan sekedar berjalan dari kamar ke ruang nonton. Menyanyi sendirian apalagi.


Kadang aku berpikir bahwa menjalani kegiatan seperti kuliah memang banyak menyita banyak waktu. Bahkan untuk sekedar istirahat harus bisa menggunakan waktunya dengan baik. Setelah perkuliahan selesai dan hanya menghabiskan waktu lowong untuk berlibur kadang merasa bosan karena di sisi lain kita merindukan kesibukan. Tapi setelah itu aku berpikir lagi bahwa, setelah ini dunia co-ass akan segera tiba. Waktu yang dipakai tak hanya lagi untuk bersenang-senang tapi bersusah-susah. Perjuangannya masih belum berakhir.
Jadi, nikmatilah kelowonganmu selama kesibukan belum menghampirimu. Kocak banget pesannya. Kayak Mario Teguh aja. Tapi di sini aku tidak berencana untuk menjadi seorang Maria Tegar.

Minggu, 24 Agustus 2014

Pendamping Wisuda

Masih ingat dengan tulisanku yang ada di buku LDR? Masih ingat judulnya apa? Atau paling tidak intinya saja, masih ga?
Oke, aku ga harus paksa kalian buat ingat tentang isi dalam buku itu. Buat teman-teman yang belum baca atau sudah baca tapi lupa, nih aku kasih link-nya biar kalian bisa mengingat lagi isi tulisanku dalam buku itu. Ini Bukunya .. Judulnya "LDR dan Backstreet" hal. 91.

Di dalam buku itu aku bercerita mengenai pengalaman pacaran jarak jauh dan juga masih sembunyi-sembunyi terhadap orang tuaku. Sulit rasanya untuk menjalin sebuah hubungan dan masih dalam pengawasan ketat orang tua. Belum juga kalau si pacar ngotot mau dikenalin sama orang tua dari pasangannya.
Empat tahun kami backstreet dari orang tuaku. Ketika akhirnya aku melangsungkan wisuda pada hari kamis kemarin, dia datang menghadiri acara wisudaku. Aku masih deg-degan karena takut mungkin akan dimarahi atau tidak. Seiring berjalannya waktu, orang tuaku memberi respon kepadanya tapi masih sebatas jabat tangan saja. Mungkin mereka tidak mau memperlihatkan keakraban langsung kepada seseorang yang merebut hati anak mereka. Orang tuaku terlihat datar saja ketika dia datang. Bukan tidak suka, namun begitulah wajah mereka.
Ketika kami beranjak dari auditorium hendak ke studio untuk melakukan sesi foto keluarga, aku hendak bertanya kepada mamaku apakah dia bisa datang menyusul ke sini? Dan BING, mamaku merespon dengan baik dan langsung mengatakan "iya". Seketika aku senang dan tak tahu harus berbuat apa lagi. Belum lagi papaku yang ternyata memberi respon yang baik ketika memperlihatkan fotoku, dia, dan dua temanku yang datang saat masih di auditorium.
Satu jam lebih menunggu untuk tiba pada nomor antrian kami, akhirnya nomor tersebut dipanggil ke atas untuk melakukan sesi foto keluarga. Tak kusangka dia yang sebelumnya mengatakan untuk pergi beberapa menit ke mobil temannya tiba-tiba sudah datang ka dalam studio bersama keluargaku yang lain. Kami melakukan foto bersama dan berlangsung khidmat. Alhamdulillah.

Memang terkadang kita berpikir bahwa waktu yang akan menjawab semua pertanyaan atas kejadian yang sedang terjadi. Dan ternyata itu benar. Seiring berjalannya waktu, backstreet itu hilang. Sekarang aku rasa mengatakan sejujurnya bahwa aku memang sudah punya pacar lebih baik daripada terus menyembunyikan hal ini. Yah, mungkin karena aku sudah menyelesaikan studiku, jadi orang tuaku berpikir bahwa aku telah dewasa.
Buat teman-teman yang pacaran sembunyi-sembunyi dan masih takut untuk mengatakan langsung kepada orang tua, bersabarlah. Karena ketika kalian sabar dan membiarkan berjalan begitu saja, maka dengan sendirinya hal yang baik akan terjadi. Asal kalian emang bersungguh-sungguh. Hati-hati, kuliah pacaran sama siapa, pendamping wisuda bareng siapa haha. Fighting ^-^

Sabtu, 23 Agustus 2014

Pesta Toga

WISUDA

Apa yang terlintas di kepala ketika kalian mendengar kata wisuda? Yang pasti Toga, bukan? Selain itu berdandan, semi kebaya, high heels dan segala tetek bengek rempong yang bakal dipakai disaat hari tersakral dalam hidup ketika kita menyelesaikan studi S1.
Bangga? Pasti. Apalagi didampingi orang tua yang datang jauh-jauh demi menghadiri upacara wisuda anaknya tercinta. Bukan waktu yang singkat untuk meraih satu kata itu. Perjuangan, keringat, capek, sabar, air mata, dan uang tidak bisa terganti ketika nama kita dipanggil dalam sebuah gedung yang dihadiri oleh banyak orang untuk menerima ijazah yang diberikan langsung oleh rektor.

Dua hari yang lalu, saya telah meraih kata itu. Wisuda.
Masih terasa bahwa ini mungkin hanya mimpi. Tapi dokumentasi berbentuk gambar manusia yang ada dalam satu lembar biasa disebut foto tidak dapat berbohong bahwa wajah saya sedang terpampang di sana. Empat tahun sudah saya lewati untuk meraih gelar S1. Tak terasa, tak menyangka bahwa saya sudah wisuda.

Kamis, 21 Agustus 2014.
Rizka Herlina Damopolii, S.KG

Gelar itu akan terus berada di belakang nama saya. Gelar itu bukan sekedar gelar yang hanya diraih seperti meraih buah strawberry. Alhamdulillah.



Rabu, 02 Juli 2014

True Incident

Tak terasa seminggu yang lalu kejadian itu terjadi. Suatu peristiwa yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dimana kejadian itu telah direncanakan tepat dua minggu sebelum terjadi. Ini bukan suatu kebetulan, tetapi suatu yang direncanakan.

Kesenangan yang saat itu dirasakan bukan hanya sesaat. Ini bukan tentang siapa melainkan demi siapa.
Kesenangan saat itu tak bisa dibayar atau dibeli dengan mata uang apapun.
Kesenangan itu tercipta karena kita mencari, karena kita memilih, karena kita mencoba, dan karena kita merasakan.
Kesenangan itu membuat semua yang ada dalam otak kita bergeser untuk memberi ruang kepadanya agar bisa dinikmati bersama. Begitu cepat, begitu tersimpan dengan rapi, dan begitu terasa.

Tak sabar hati ingin menjemput kesenangan itu untuk selamanya.
Kesenangan yang akan berjalan terus tanpa dihalangi apapun.
Kesenangan yang akan membuat otak ini berhenti menguras dan mencari kesenangan itu sendiri.

Berkat kejadian itu, kini ku bisa nikmati arti dari kesenangan itu.
Berkat kejadian itu, kini ku bisa menyimpan dengan indah setiap peristiwa yang terjadi saat itu.
Berkat kejadian itu, kini ku punya sesuatu yang bisa kutulis dan ku abadikan walau hanya lewat tulisan ini.
Berkat kejadian itu, kini ku tahu bahwa demi siapa aku melakukan hal ini.

Terima kasih.

Kamis, 05 Juni 2014

Kegiatan Kampus Hari Ini

Sedang duduk di kampus sambil menunggu kedatangan dosen pembimbing untuk revisi skripsi. Terima kasih sebelumnya kepada Jehuda yang telah meminjamkan laptop mininya untuk gue gunakan pagi menjelang siang ini.

Sambil menulis sambil mendengar teman di sebelah gue yang semangat banget nonton youtube tentang kedatangan Running Man senin kemarin, Myrtle, Debby, dan Tara. Suasana kampus hari ini masih tergolong golongan "sepi" dari mahasiswa dan para dosen. Mungkin mahasiswanya masih belum bangkit setelah melaksanakan ujian proposal maupun revisi-revisi lucu nan cukup menguras pikiran dan tenaga. Sedangkan dosen, mungkin sedang capek menghadapi mahasiswa yang mukanya penuh dengan ekspresi memohon. Inilah interaksi para mahasiswa tingkat akhir dan dosen di kampus. Kedengaran lucu tapi mengasihankan. Bukannya apa-apa, tapi inilah hidup. Kita tidak akan menjadi sesuatu tanpa kita tidak melakukan. Karena semuanya akan tetap menjadi "menjadi".

Di depan mata memandang, terlihat tiga orang teman sekelas yang duduk-duduk saja dengan pengharapan yang banyak untuk segera bertemu dosen pembimbing, Jehuda, Herlina, dan Lia. Kemudian Tara yang berjalan ke arah tempat gue duduk yang sedang sambil melayangkan kalimat-kalimat ini dengan ekspresi yang entahlah. Mungkin dia lagi menunggu kedatangan pacarnya. Dan akhirnya dia memilih duduk di samping gue untuk melakukan aktifitas ga penting sesuai kesenangannya sendiri. Karena hidup emang pilihan. Pilihan untuk melakukan apapun yang mereka mau.

Masih mengenai kegiatan di kampus. Terdengar suara dokter Michael di balik tembok lift yang tidak berfungsi lagi, sedang mengarahkan suatu hal penting kepada mahasiswa semester 6 mengenai KRS mungkin. Mungkin iya, karena gue ga terlalu mendengarkan dengan baik.

Kemudian, si Devista dan Putri yang datang dengan membawa sekantong plastik berisikan kue Brownies Amanda. Kue basah yang sedang booming masuk ke wilayah Manado karena belum ada tempat penjualannya yang menetap.  Terus yang dibeli itu dimana dong? Pastinya di mobil-mobil pick-up yang biasanya diparkir di depan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dengan harga yang lumayan menguras dompet bagi anak kos, membeli sekotak kue brownies menurut gue harus berpikir keras diiringi dengan uang yang bakal gue keluarin untuk keperluan skripsweet gue tercinta. So sweet. Namun tak harus berpikir keras sampai berkeringat, karena gue lebih memilih jogging daripada gym.

Sekian cerita pendek hari ini. Semoga bisa bertemu pembimbing hari ini.

Senin, 28 April 2014

Seminar Proposal

Hampir empat tahun aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan.
Hampir empat tahun aku berada di salah satu universitas negeri di Manado yang bernama Universitas Sam Ratulangi.
Hampir empat tahun aku menimba ilmu di Fakultas Kedokteran, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.

Empat tahun bukan hal yang singkat untuk menjalani seberapa sulit atau mudah kita kuliah. Kuliah yang diartikan kebanyakan orang yaitu menuntut ilmu sampai setinggi langit itu akan begitu rumit jika kita tidak menjalaninya dengan senang hati. Yah, coba pikirkan jika kita mendapat segudang tugas dan dipikiran hanya main-main saja. Otomatis semuanya akan lebih rumit dan lama untuk selesai, bukan?

Rabu, 23 April 2014. Pukul 09.30 WITA.
Hari dimana aku mengikuti seminar proposal. Hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah selama aku menimba ilmu untuk mendapat gelar S1. Seminar proposal yang tidak aku bayangkan sebelumnya akan seperti itu. Tadinya hanya menjadi khayalan dan kemudian menjadi kenyataan. Itu bukan hal yang main-main melainkan hal yang serius. Setelah melewati beberapa revisi kepada pembimbing 1 dan pembimbing 2, akhirnya bisa disetujui dan mengikuti ujian. Dan inilah hasilnya..








Ujian yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam ini sangat memuaskan. Ga disangka kalau aku bakal ujian secepat itu. Selesai presentasi, banyak masukan yang diberikan pembimbing dan penguji. Termasuk digantinya judul penelitian serta perubahan beberapa tulisan dalam naskah.

Maka, pada tanggal 23 April 2014 mahasiswa atas nama Rizka Herlina Damopolii, NRI 100113046 dengan judul penelitian "Gambaran Pengetahuan Mengenai Menyikat Gigi Malam Sebelum Tidur Pada Anak Umur 10-12 tahun di SDN 04 Bilalang" LAYAK untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Alhamdulillah.
Terimakasih kepada dosen pembimbing:
1. drg. Paulina N. Gunawan, M.Kes, Sp.KGA
2. drg. Dinar A. Wicaksono, Sp.KG

Serta terimakasih kepada dosen penguji:
1. dr. Damajanty H. Pangemanan, M.Kes, AIFM
2. drg. Joenda Soewantoro.

Senin, 31 Maret 2014

Aku anak semester DELAPAN

Wuah, setelah sebulan lalu terakhir update blog akhirnya sekarang bisa nulis lagi. Bertepatan hari ini Nyepi dan libur, jadi gue masih menyempatkan diri untuk nulis non formal setelah beberapa hari yang lalu gue bergelut sama proposal/skripsi yang menggunakan bahasa formal.
Yah, akhirnya 2014 ini gue sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan tugas akhir dari perkuliahan ini. Perkuliahan yang kata dari beberapa dosen hanya sebagai formalitas untuk mencari gelar, mencari absen, dan tuntutan orang tua pastinya. Sulit sekali untuk dimengerti bagaimana menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan dan rintangan.

2014.
Target gue untuk mencapai gelar sarjana Kedokteran Gigi. Menyelesaikan S1 terkadang membuat kita tahu bahwa, "ternyata kuliah itu gak gampang". Kenapa? Orang tua itu susah nyari duit dari pagi sampai malam cuma karena ingat anaknya yang lagi kuliah. Terkadang kita sebagai anak kos juga turut merasakan gimana susahnya jadi orang tua menjelang tanggal tua. Kiriman uang sering terlambat dan bahkan makan pun susah. Tapi berkat pembelajaran itulah yang bikin gue masih bertahan sampai sekarang karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuk hidup, makan, bernapas dan tentunya mandi.

Sekarang gue udah semester delapan. Itu artinya sebentar lagi gue akan melepas nama kosong ini dan diisi dengan gelar yang telah gue raih sendiri. Walaupun sekarang masih dalam proses revisi proposal sebelum ujian, semoga itu akan berjalan baik dan dosennya akan memberikan bimbingan yang terbaik selama proses ini hingga akhir.

Di kampus gue "Kedokteran Gigi", ada delapan pilihan stase untuk masing-masing mahasiswa mau pilih yang mana saat penyusunan proposal. Pilihan stase itu antara lain:
1. Orthodonti = kawat gigi.
2. Konservasi Gigi = mempertahankan dan mengembalikan fungsi normal gigi, just like merawat gigi itu dari rusak banget hingga bagus banget.
3. Bedah Mulut = ilmu tentang perawatan seperti cabut gigi, pencabutan gigi yang sulit, memperbaiki patah dan keretakan pada tulang rahang, dll.
4. Prosthodonti = tentang bagaimana membuat gigi tiruan lepasan maupun gigi tiruan cekat (gigi palsu lepasan dan permanen lah istilah awamnya).
5. Pedodonti = ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menangani pasien khusus anak-anak.
6. Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat.
7. Periodonti = ilmu yang mempelajari bagaimana menangani kasus yang berhubungan dengan jaringan periodontal pada gigi.
8. Ilmu Penyakit Mulut.
*kalau belum jelas banget nyari internet aja yah*

Dalam hal ini gue memilih bagian Pedodonti. Kenapa? Karena gak tahu kenapa tiba-tiba gue suka anak-anak daripada harus menangani pasien orang tua. Padahal sebenarnya mending orang tua kan daripada anak-anak. Apakah ini karma? Sebenarnya gue suka anak-anak, tapi anak-anak yang gimana dulu. Kalau dia rewel sih ogah. Tapi ga semua anak penurut kan? Makanya, penelitian nanti gue bakal meneliti anak-anak SD yang berumur 10-12 tahun. Karena menurut para ilmuwan bahwa, umur tersebut sudah mulai menginjak umur yang lebih dewasa daripada umur 5-7 tahun. Anak pada umur 10-12 tahun merupakan umur dimana anak sudah mulai mengetahui bagaimana membedakan antara hal yang menurutnya baik atau tidak. Sudah mulai berpikir lebih kritis dan lebih bijak mengambil keputusan. Walaupun umur 20-an yang lebih bijak ngambil keputusan yang pasti. Owalah hahaha

Gue mengajukan beberapa judul proposal/skripsi kepada dosen pembimbing. Dan yang beruntung untuk gue tulis dalam word netbook gue adalah "TINGKAT PENGETAHUAN ANAK MENGENAI MENYIKAT GIGI MALAM SEBELUM TIDUR PADA ANAK 10-12 TAHUN DI SDN 04 BILALANG".
Gue sengaja ambil penelitian di tempat dimana gue tinggal. SDnya tidak terlalu jauh dari rumah dan memang jangkauan para tenaga kesehatan untuk melakukan usaha promosi kesehatan di situ sangat kurang sekali. Selain itu, kalau gue ngambil penelitian di situ banyak keluarga yang bisa membantu. Contohnya orang tua yang sejak gue lahir mereka sudah menekuni bidang kesehatan terlebih dahulu. Dengan adanya rezeki dari Tuhan yang memberikan amanah kepada Mama gue sebagai seorang dosen, maka secara tidak langsung gue akan melakukan bimbingan pribadi kepada beliau secara khusus.

Permintaan gue singkat aja, semoga proposal gue akan segera selesai direvisi dan akan berjalan lancar sampai ujian nanti.

FIGHTING BANGET KA, DON'T GIVE UP. KEEP STRONG, CALM, AND PRAY.
AMIN.

Jumat, 10 Januari 2014

5 Fakta Ika

Owalah, malam ini sebenarnya bingung gitu kan mau nulis apa. Jaringan modem juga tadinya ga sebagus yang dipikirin. Selamat malam dan mari mulai dengan tulisan pertama dalam topik ini.

Kali ini topiknya kembali ke Ika. Artinya Ika yang sebelumnya nge-blog. Selalu menulis apa yang menjadi pengalaman dalam hidupnya. Tapi ini bukan mengenai sakit hati atau senang hati atau sebagainya. Melainkan evertyhing's about my self.
Ada beberapa anugerah yang sebenarnya Tuhan berikan ke gue. Salah satu yang paling berharga itu yaitu hidup dan bernapas. Gimana gue bisa membagi cerita ini kalo gue ga hidup. Itu yang penting. Mulai dari hidup dan bernapas kemudian gue mencari apa lagi hal unik yang Tuhan berikan ke gue. Untuk pemberian semua organ tubuh yang lengkap, semua kebutuhan yang masih bisa langsung dipenuhi itu sih rasanya udah biasa yah. Tapi dalam diri gue, gue nemuin hal yang semua orang ga ada yang seunik ini. Unik? Itu sih menurut gue yah. Kalo kalian mikir itu bukan keunikkan ga apa-apa. Mikir gue gila juga terserah hehe.

So, silahkan kenal gue lebih dekat.

1. Left - Right Handed
Kenapa gue bilang keduanya? Karena emang tangan kanan dan kiri gue alhamdulillah bisa digunain keduanya. Kalo ditanya "mana yang paling kuat". Gue jawab "yah keduanya kuat". Lho, kenapa? Jadi gini ceritanya, waktu kecil gue ngelakuin sesuatu itu pasti dengan tangan kiri. Entah itu makan dan semua hal yang ada sangkut pautnya dengan menggunakan tangan. Ketika gue berumur 6 tahun, Mama tuh udah sering merhatiin gitu kan, suatu ketika gue ambil makan di meja makan kebetulan yang di meja makan itu ada keluarga gue semua. Nah, ditegurlah gue "ambil makan tuh pake tangan kanan jangan tangan kiri" teriak Mama. Setiap gue makan selalu dijaga karena takutnya gue bakal pindah tangan. Saat mereka ga ngeliat gue makan biasanya pikiran kotor gue sering berjalan dan ujung-ujungnya tetap pake tangan kiri. Begitu pula dengan menulis. Dijaga melulu biar gue harus pake tangan kanan. Katanya pake tangan kiri itu ga bagus, ga sopan. Tangan kiri itu kan buat *tiiiit*. Yah begitulah deh omelannya Mama.
Waktu terus berjalan, ga kerasa dengan didikan Mama yang super ketat akhirnya gue bisa pake tangan kanan. Walaupun terkadang sampe sekarang pas mau makan, contonya nasi pake kecap. Gue-nya sering campur nasi dengan kecap itu pake tangan kiri dulu tuh. Nanti mulai makan baru gue alihkan ke tangan kanan. Yah pokoknya kedua tangan ini bisa diandalkan dalam keadaan apapun, alhamdulillah :)

2. Ga Suka Banget Korek Api, Asbak, Pembungkus Rokok, Rokok
Jadi semua jenis yang berhubungan dengan rokok dan sebagainya itu gue ga suka. Bukan karena gue sebagai cewek yang mayoritasnya kan emang ga suka rokok, tapi gue lain. Maksudnya dengan benda-benda ini adalah gue jijik sama semuanya. Pegang aja gue ogah. Pernah nih yah, waktu kelas 2 SMP gue dikejar teman pake batang korek ditangannya. Awalnya larinya cuma disekitar sekolah doang, lah langsung gue keluar area sekolah sampe ke luar jalan raya demi menghindar kejaran liar itu.
Kenapa gue jijik? Karena waktu gue belum lahir ke dunia, Mama waktu hamil paling ga suka sama bau asap rokok. Tapi menyebar yah? Bukan cuma asap rokok tapi semuanya yang berbau rokok. Mulai dari koreknya hingga asapnya, puntungnya, asbaknya dan semuanya. Gue jijik.
Eh, ujung-ujungnya dapat pacar yang sering ngerokok. Apa boleh buat. Kalo kita udah berumah tangga, ingat komitmen yah? Di rumah kita ga boleh ada asbak apalagi rokoknya :)

3. Tetap Berpegang Teguh Sama Kebiasaan
* Kebiasaan sehari 2 kali mandi. Dalam keadaan apapun namanya ada mandi pagi atau siang, tentunya ada mandi sore atau malam.
* Kebiasaan nyisir rambut sebelum tidur
* Kebiasaan pake minyak wangi sebelum tidur kalo bajunya belum dipakein minyak wangi selesai mandi
* Kebiasaan pake minyak telon sehabis mandi (entah itu pagi atau siang), sebelum tidur, dalam keadaan dingin, ataupun badan pegal-pegal
* Kebiasaan tangan, kaki, muka, mulut harus benar-benar bersih sebelum tidur. Atau minimal tangan ga boleh kering sebelum tidur. Harus lembab karena dinginnya air dan hangatnya minyak telon
* Kebiasaan sering kebelet di tengah perjalanan jauh. Jadi hobinya sering mampir SPBU buat buang air kecil
* Kebiasaan ga suka liat ruangan yang berantakan apalagi seprei tempat tidur yang ga diganti-ganti lewat dari 2 minggu
* Kebiasaan ga konsisten sama keputusan sendiri. Nah, kalo ini jangan ditiru. Berbahaya.
Ribet yah? Tapi gue menikmati banget dengan kebiasaan itu. Kalo ga dilakuin rasanya bukan Ika, hahay.

4. Sweet Child
Jadi gelar ini baru gue terima sejak dua bulan yang lalu. Tami dan Napsia sapaan mereka. Kedua kerabat gue ini emang suka banget begadang. Gue juga sih, tapi tergantung keadaan dan seperti biasa, mood booster. Suatu malam, kita lagi nongkrong di kosan tepatnya di kamarnya Napsia. Waktu udah menunjukkan pukul 11 malam. Gue pamitan balik ke kamar duluan karena besoknya emang ada kuliah. Sampai seterusnya kalo alasannya pengen cepat tidur atau ada hubungannya dengan tidur nah disitulah awal mula gelar ini diberikan ke gue. Karena tukang tidur. Oh, God. Apa ini?

5. Suka Ngupil dan Suka Buang Angin Sembarangan
Dimana pun berada, kalu idung gue terasa susah banget keluar napasnya yah otomatis jari telunjuk gue bakal dengan otomatis naik ke atas dan masuk ke dua gua itu untuk menggali emas. Dalam keadaan apapun. Tapi pake trik dong. Ga lucu kan kalo lagi beradepan sama dosen terus kita ngupil? Ga sopan tauk :)
Buang angin atau biasa dibilang kentrut ini adalah hal paling fatal untuk ditahan. Kebayang kan kalo kita nahan angin yang pengen keluar. Bawaannya suka ga konsentrasi, perut rasanya jadi kembung, pikiran melayang, badan keringatan. Ah, bagi yang suka nahan silahkan. Kalo gue sih lebih pilih dibuang gasnya daripada ditahan. Siapa tau semut lagi butuh oksigen banget kan, terus kita cuma nahan di dalam perut aja. Kasih mereka udara :p
Lebih pilih mana, buang upil dan angin sembarangan atau buang sampah sembarangan?

Udah. Keunikkannya yang kepikiran baru segitu. Kayaknya emang ada yang kelupaan. Tapi masih lupa, hehe. Nanti dibahas lagi deh di cerita selanjutnya. Udah tahu sedikit mengenai Ika, kan? Jadi kalo pun ada yang baca ini, jangan sungkan-sungkan nanya, kenapa sih bisa gitu? Kan jawabannya udah ditulis, gimana sih, haha. Kalo yang masih kurang ngerti yang gampang, mention aja di @ikaaherlina .. Bakal gue jawab kok. (ngarep banget ada yang mention, haha).
Oke, sekian dulu cerita malam ini. Selamat malam ^^

- Topiknya terinsiprasi dari tulisannya Kak Indi. Thank you so much, Kak :") -

Selasa, 07 Januari 2014

Pendesakkan

Sambil duduk di tempat tidur dan sedikit bermain dengan boneka-boneka campuran, hujan masih terdengar jelas dari jatuhnya bulir-bulir air ke atap sebuah kossan yang berukuran (entahlah aku tak tau pasti, yang jelas masih bisa ditempati oleh seorang gadis yang sedang merantau demi sebuah cita-cita). Bicara soal hujan, sebenarnya ga ada sangkut pautnya sama hujan. Yang ada hanyalah cerita sedikit dengan ditemani suara hujan.

Hari ini, aku bertemu dengan sebuah kata yang sebenarnya aku bosan untuk mendengar bahkan melakukannya. Sebut saja kata itu "sensor". Belakangan ini hampir setiap saat aku sering mendengarnya. Mendengarkan saja udah bikin enek apalagi ngelakuinnya. Kata "sensor" itu sendiri terlalu dipaksakan atau didesak oleh si pemaksa sehingga yang dipaksa merasa itu adalah tindakan kriminalisasi. Bicara soal kepribadian memang masing-masing orang itu berbeda. Dengan adanya perbedaan itu dan menjadi tahu mengenai kepribadian masing-masing harusnya kita lebih paham bagaimana sikap orang lain ketika dia ingin menolak sesuatu itu misalnya. Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Setidaknya kita harus melihat dari pandangan orang lain seperti apa. Apakah dia suka atau tidak suka tergantung si penjawab mau yang mana. Hidup emang pilihan. Tapi bagaimana cara kita untuk membuat bahwa pilihan yang kita pilih adalah jawaban yang tepat.

Jalan cerita hari ini terlalu ekstrim. Aku orangnya emang suka ga sabaran. Tapi dalam arti sabaran yang gimana dulu. Sabaran pada tempatnya aja. Ga usah terlalu dibuat-buat. Ribet.

Kamis, 19 Desember 2013

TwentyTwo










Ulang tahunnya udah lewat banget yah. Tanggal 06 Desember 2013. Aku genap berusia 22 tahun.
Baru bisa diposting sekarang foto-fotonya. Ini saja ga semuanya, mewakili aja.
:)

Minggu, 01 Desember 2013

Bulan Kesehatan Gigi Nasional

Malam ini, setelah mengumpulkan puing-puing semangat yang sempat jatuh, akhirnya dengan tekad yang kuat gue kembali di sini dan berbagi pengalaman cerita yang gue lewati beberapa minggu kemarin. Tepatnya bulan November kemarin. Sebenarnya rencana penulisan topik ini sudah direncanakan dari awal bulan lalu, tapi karena yah itu tadi, semangat gue masih belum stabil waktu itu. Cerita yang bakal gue posting pasti teman-teman yang sering liat timeline twitter, path, instagram, dan lebih parahnya di BlackBerry Messenger udah bisa menebak sendiri tentang apakah cerita yang bakal gue tulis malam ini. Yah, betul sekali, mengenai "BULAN KESEHATAN GIGI NASIONAL".

Kegiatan nasional yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia ini tentu sudah banyak mengundang perhatian masyarakat, terlebih masyarakat yang belum tahu dan masih lalai tentang kesehatan gigi dan mulut mereka. Dengan dilaksanakan kegiatan ini, tentunya target kita mengundang masyarakat dan memberi pengetahuan lebih dalam tentang kesehatan gigi dan mulut. Ternyata masih banyak masyarakat yang menganggap sepele tentang kesehatan gigi dan mulut mereka. Padahal efek dari menyepelekan hal itu akan mengundang dampak yang fatal bagi kesehatan gigi mereka sendiri.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), AFDOKGI, PT. Unilever, dan Pepsodent akhirnya masih memberikan kesempatan bagi Program Studi Kedokteran Gigi UNSRAT untuk melaksanakan kegiatan ini di Manado, tepatnya tanggal 06-08 November 2013 yang bertempat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan. Kegiatan Bakti Sosial ini memberikan empat perawatan secara gratis, yaitu:
1. 1 Penambalan sederhana
2. 1 Pencabutan tanpa komplikasi
3. Pembersihan karang gigi
4. Fissure Sealent
Jumlah pasien yang datang pun akhirnya mencapai target 2000 yaitu 2021 pasien.

Dengan kerja keras selama pra-kegiatan akhirnya memberikan hasil yang luar biasa bagi kami, panitia. Walaupun hari pertama kegiatan kami memiliki beberapa kekurangan, mulai dari distribusi pasien dari meja pendaftaran ke meja screening masih banyak menuai protes bagi pasien yang datang karena kelamaan menunggu untuk dilakukan perawatan, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan tidak ada gangguan yang tidak diinginkan untuk menghancurkan kegiatan tersebut.

Kami panitia dibagi untuk melaksanakan tugas yang sudah diberikan sebelumnya. Gue dan Aurora diberikan tugas untuk stay di meja screening. Tugasnya, memanggil nama-nama pasien masuk ke ruang screening untuk diperiksa dan kemudian akan dilakukan perawatan tergantung dari keadaan gigi si pasien.

Hari pertama kegiatan BKGN 2013 dihadiri oleh Wakil Walikota Kota Manado, Bpk. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM.


Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan, drg. Dinar Wicaksono, Sp.KG. Disamping kanannya drg. Juliatri bersama Mahasiswa Co-ass.

Ketua PDGI Cab. Manado, drg. Vonny M. S. Wowor, M.Kes. Yang sedang diwawancarai oleh salah satu stasiun TV.

Ketua Panitia BKGN 2013, drg. Megawati Cornelesz, M.Kes. Pada saat pembukaan kegiatan BKGN.
  
Panitia TIMBA (Tim Baksos) angkatan 2010 plus Ketua TIMBA, drg. Imannuel.

Finalis Duta BKGN 2013

Para masyarakat yang meluangkan waktunya berkunjung ke RSGM untuk melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut. Mereka sedang menyikat gigi massal sebelum masuk ke ruang screening.

Bersama Eka Yuliastuti di meja pendaftaran. Itu yang ketiduran di belakang kayaknya udah capek banget. Zzzzz

Bersama Aurora di meja screening. Di sinilah tempat gue bekerja, lol.

Selain bertugas sebagai "pemanggil nama pasien", gue juga ditugaskan sebagai Photographer selingan.

Detik-detik berakhirnya kegiatan. Para pasien yang datang melapor dan mengadu bahwa namanya belum dipanggil-panggil. Udah capek malah diomelin pasien juga, wkwk.

Suasana di dalam RSGM lantai 3. drg. Paulina Gunawan, M.Kes, Sp.KGA yang turun langsung memberikan pelayanan kepada anak-anak SD yang datang sebagai tamu undangan.

Ini teman-teman seangkatan gue. Dari sebelah kiri ada Yuvri (Abang), Rezha (Si Gendut yang di belakang), Patar, (si Anak Medan), Ryan (si mulut manyun). Woy, kerja wooyy :p

Para masyarakat yang datang ke RSGM. Kebetulan yang foto ini gue. Yang ngadep kamera ini kakak tingkat yang se-kosan sama gue, haks. Kak Indah (jilbab merah) sama Kak Lusi (jilbab kuning).

Pasien terakhir (baca: Napsia <jilbab kuning>) haha :p Dari sebelah kiri ada Amir, Eka, gue.

Para kakak-kakak panitia angkatan 2005 yang barusan udah dilantik sebagai "dokter gigi" :') Kayaknya belum siap foto nih, hihi.


Udah malem. Persiapan penutupan kegiatan. Dan kita masih berleha-leha di ruang apotik. Dari sebelah kiri ada Abang, Eka, Patar, Vera, Monic, Aurora, David, gue, Igung.

Malam penutupan BKGN 2013. Foto bareng drg. Vonny :')

Senyum Sehat Senyum Indonesia.
Sekian.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Tizzy

Ingat ga dulu waktu masih jaman SMA terus pas pulang sekolah masih sering jalan bareng teman ke tempat nongkrong favorit?
Ingat ga dulu waktu masih jaman SMA terus sering belain teman cuma gara-gara teman se-geng berantem sama geng lain?
Ingat ga kalo kita pernah kenal sama dunia chatting?
Ingat ga kalo kita pernah bolos dan hampir ketangkap sama Pol PP? Dan ternyata itu cuma mobil polisi kehutanan.
Ingat ga kalo kita pernah berantem terus ngeluarin salah satu personil dari geng?
Ingat ga kalo kita pernah nyelesain satu masalah bareng-bareng?
Ingat ga waktu study tour dan kita kompak banget?
Ingat ga kalo kita pernah ganti baju sama-sama?

Dan sekarang kita udah ga sama-sama lagi buat ngerasain hal itu. Kita udah punya sahabat baru di tempat perantauan masing-masing, kita udah nemuin hal baru yang sebelumnya kita belum alami itu bareng-bareng.

Hanya satu.
Kita akan selalu bersama kan?



Kalo ada yang mau nambah tinggalin komentarnya ajah yah? Siapa tau ada yang lupa gue tulis :')

Rabu, 17 Juli 2013

Kucing Rumahan

Selamat malam. Sudah lama rasanya tidak bersua dengan blog ini. Ya sudahlah, sekarang kita bukan membahas soal itu.

Kali ini gue mau cerita tentang pengalaman gue bersama kucing adopsi di rumah. Bukan sengaja di adopsi melainkan si kucing yang mau mengadopsikan dirinya sendiri.
Perkenalkan, kucing itu hewan. Dia ga punya dan gue juga malas kasih dia nama. Kucing yang berjenis kelamin betina itu sudah mempunyai dua anak kucing kecil yang lucu masing-masing berwarna hitam bercampur putih. Sama kayak emaknya juga.
Si kucing udah nginap di rumah sekitar tahun lalu. Dia melahirkan kedua anaknya sekitar bulan lalu. Sepulang dari perantauan ternyata si emak kucing sudah melahirkan terlebih dahulu. Emang kalo hewan sukanya brojol mulu. Emang ga ada gitu peraturan undang-undang kucing yang mengatakan bahwa "cukup melahirkan 2 anak saja dulu". Entahlah.

Si emak kucing sifatnya terlalu egois, sombong, ga mau dibelai, jahat, suka minta makan mulu. Gue yang awalnya mau berteman baik dengan emaknya eh kok malah takut setiap mau ngedeketin. Apalagi anaknya. Masih kecil juga udah sok sangar. Ah, gilak.

Si dua anak kucing itu gue ga tahu jenis kelaminnya apa. Yang jelas itu kucing. Kucing udah tinggal di rumah berbulan-bulan, ga bayar kontrakan, makan gratis, buang air besar gratis, tiduran gratis semuanya gratis. Dan imbalan yang mereka kasih ke gue cuman apa? Muka sangar yang memperlihatkan gigi taring mereka seperti melihat musuh yang datang. Sedih banget kan kalo ceritanya miris kayak gini? Padahal niat gue buat berteman sama mereka baik lho. Hiks

Senin, 03 Juni 2013

Hikmah 03 Juni

Siang itu, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut, aku sebagai mahasiswa Kedokteran Gigi yang menjalankan tugas wajib kuliah yaitu praktikum. Praktikum yang sedang aku jalani saat ini memasuki praktikum orthodonsia atau ilmu yang mempelajari tentang pertumbuhan, perkembangan, variasi wajah, rahang, dan gigi yang tumbuh dengan abnormal. Kita sebut saja bahasa orang awam atau kebanyakan orang bilang yaitu tentang "perkawatan atau kawat gigi".

Praktikum pun dimulai. Aku kebagian menjadi pasien terlebih dahulu untuk pencetakkan rahang. Kemudian nantinya aku yang akan bergiliran menjadi seorang dokter sesuai dengan nomor urut absen.

Giliranku tiba. Pencetakkan yang dilakukan harus sesuai prosedur yang sudah diajarkan dokter dalam kuliah pakar. Seperti layaknya seorang dokter yang melayani pasien di dental unit atau kursi gigi dibantu dengan asisten dokter. Pencetakkan pun dimulai, prosedur yang dilakukan sudah benar, namun hasil cetakan masih belepotan alias semua kategori yang harus tercetak dalam rahang belum sempurna. Pikiranku masih tenang, belum ada sambutan-sambutan penuh histeris dari teman-teman tanda mereka sudah berhasil dan akan segera pulang. Selesai pencetakan rahang bawah, lanjut lagi ke pencetakan rahang atas. Masih belum sempurna juga. Stres tiba-tiba melanda dengan cepat seperti adrenalin yang dipancing.
Merasa gagal dengan cetakan pertama, kedua, ketiga.. akhirnya aku berinisiatif untuk menukar pasien yang lebih kooperatif. Kudapati dia. Sebut saja "Pasien A".

Si pasien A juga memintaku untuk menjadi pasiennya karena kami berdua kebetulan mengalami hal yang sama. Aku menyetujui permintaan itu namun belum terkonfirmasi dengan jelas dari keputusan kakak co-ass yang mengawa,s apakah dia yang akan menjadi pasien baruku.
Namun sebelum itu, temanku yang akan mencetak rahang punyaku meminta untuk melakukan pencetakan ulang. Bingung lah aku di sini karena diriku juga belum menemukan pasien yang cocok. Tapi ya sudahlah, "yang penting cadangannya ada si pasien A," pikirku.

Setelah membantu temanku yang melakukan pencetakan rahangku, barulah aku membantu si pasien A untuk mencetak rahang yang sama. Alhamdulillah kakak co-ass memberikan keputusan untuk bisa mengganti pasien yang sebelumnya dengan pasien A, bersatulah kami berdua untuk melakukan pencetakan satu sama lain. "Semoga ini berhasil," pintaku.

Setelah menjalani beberapa tahap ujian yang diberikan Tuhan, akhirnya hasil cetakan yang ku cetak ke pasien A langsung ter-ACC dari kakak co-ass. Betapa senangnya karena sebelumnya ga kepikiran kalau langsung ter-ACC. Yang ada, pikiranku nyasar hanya disuruh ulang terus sampai mendapat cetakan yang sempurna.

Ternyata perjuangan dan keberuntungan itu bukan hanya didapat saat kita mengalami kesenangan saja. Otomatis harus melewati beberapa masalah dulu baru kita bisa bertemu dengan kebahagiaan itu sendiri.
Betapa senangnya diriku yang sebelumnya sudah hampir putus asa, namun dengan hasil kerja keras dan usaha akhirnya dipermudah. Urusan kita dipermudah ketika kita membantu teman terlebih dahulu tanpa memikirkan ada feedback-nya. Itulah hikmah yang ku petik untuk skenario Tuhan hari ini.

Coba anda bayangkan, ketika anda dihadapkan dengan masalah dan anda berpikiran untuk tidak bisa melanjutkan atau putus asa begitu saja. Padahal itu adalah pekerjaan yang begitu anda gemari. Apakah anda akan tetap melanjutkan? Atau bahkan berhenti sebelum waktunya?

Guys, hidup itu pilihan. Setiap langkah dan cara yang kita ambil semua mempunyai konsekuensi. Tinggal kitanya saja mau konsekuensi yang seperti apa. Bukankah Tuhan itu adil?

Kita kembali ke topik yang sebelumnya, praktikum. Semoga praktikum ini segera berakhir dengan semakin dekatnya liburan akhir semester.
Wassalam.

Kamis, 08 November 2012

Terbang

Apa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar kata TERBANG?

Terbang bukan hanya sekedar burung yang mempunyai sayap dan bisa berlenggak-lenggok kesana kemari kemana pun ia mau. Terbang bukan hanya sekedar ayam yang bisa terbang dalam sedetik ketika ada yang ingin mengganggunya.

Terbang.

Intinya aku ingin terbang naik pesawat.
Udah, segitu aja penyampaian saya malam ini.


Jumat, 07 September 2012

Bantuan Dua Mata

Kaca  mata.

Apa yang anda ketahui tentang kaca mata?


Kebanyakan orang bilang kaca mata adalah alat bantu penglihatan untuk menormalkan bahkan mempertajam penglihatan mata seseorang.
Kalau kata orang awam, kaca mata itu alat bantu penglihatan karena mengalami kerusakan yang fatal. Jadi kalau orang yang udah pake kaca mata, pasti dibilang identik dengan mata minus atau silinder. Tragis !

Nah, di sini gue mau berbagi cerita tentang pengalaman menggunakan kaca mata untuk yang pertama kalinya.

Tahu ga sih looo ??
Awalnya gue beli kaca mata sih cuma buat gaya-gayaan doang. Eh, karena tuntutan profesi yang mengharuskan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, nah resmi lah kaca mata itu berpindah fungsi. Buat baca dan buat bikin tugas yang hampir berjam-jam harus ngadep laptop. Yang biasanya mata gue baik-baik ajah dari ngadep laptop ke ngadep orang, eh sekarang orang yang gue lihat itu malah jadi empat, bukan satu lagi. Nah, kalau udah gitu apa tandanya?
Nyesek ga tuh?

Sekarang gue mulai beradaptasi dengan bantuan dua mata itu. Awalnya ribet sih. Apalagi kalau pake jilbab terus harus pake kaca mata juga. Pastilah jilbabnya bakal banting jalur ga sinkron. Ga asik banget.
Tapi apa boleh buat?
Kalau ga pake kaca mata rasanya penglihatan jadi kayak orang mabuk yang ngabisin sepuluh liter Jack Daniels. Wow !!

Dengan kaca mata murahan yang gue beli itu, alhamdulillah bisa membantu penglihatan gue kalau lagi bikin tugas. Apalagi semalam yang membuat pikiran dan tubuh gue hampir remuk stadium empat gara-gara tugas yang ga karuan.

Ini dia sedikit perubahan muka gue yang udah beradaptasi dengan bantuan dua mata itu. Untung aja idungku agak mancung lah sedikit. Yah walau sedikit yang penting masih bisa dibilang mancung lah.








Foto ini diambil ketika gue lagi sibuk nyari tugas. Dengan ketidaksengajaan yang dijepret, rasanya tuh alami banget. Ga senyum, peace, maupun apalah segala tetek bengek gaya-gaya buat foto.

Sekian dulu. Buat yang pake kaca mata, semangat yah. Mata kalian tetap dua kok, bukan empat. Pacar kalian tetap satu kok, ga harus dua kan?
Hahahahaha...






Selasa, 04 September 2012

rempong di kampus

hari ini lagi di kampus. rempong banget nungguin dokter masuk buat ngasih kuliah.
Rathy sma Rila udah pulang duluan, yah karena mereka lagi ada urusan masing-masing nah gue? kalo balik juga paling jadi patung cantik atau babu di kostan. tinggal pilih aja. hidup kan emang pilihan, bukan begitu bukan?

hari ini mungkin akan jadi hari paling menyebalkan. tapi semoga nggak.

gue akan sangat bersyukur kalo tiba-tiba hari ini ada uang kaget atau THR yang jatuh dari langit. kemungkinan besar bakal gue bawa pulang ke kost terus direbus dan dimakan deh. pasti enak dan perut bkal kenyang. siswanto banget..

dear kamu yang lagi ngapain.
aku akan selalu kangen kamu. selalu. kangen kan ga dibayar. klo kangen dibayar, mungkin aku bakal sehari sekali doang ngangenin kamu.

dear kamu yang entah udah bangun atau belum.
ingat, aku akan selalu mengingatkan bahwa mandi dua kali sehari adalah hal paling menyenangkan dan bisa membuat kuman-kuman lari dari badan kita.