Pages

Tampilkan postingan dengan label Cerita Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2024

Cerita Pertama di Tahun 2024

Hai, welcome 2024.
Tidak terasa tulisan ini melompat ke tahun 2024 dari tahun 2020.
Setelah melewati banyak cerita empat tahun lalu di blog ini, akhirnya hari ini bisa juga aku meluangkan waktu untuk menulis di sini. Walaupun sepi pembaca hehe.

Empat tahun lalu aku sudah banyak melewati kisah hidup yang terjadi dalam hidupku.
- Aku sudah menikah dengan pacarku yang sering kutulis mengenai dia di blog ini. Alhamdulillah ternyata berjodoh haha.
- Kami berdua dikaruniai 2 anak laki-laki. Yang pertama Dareen Ganendra Ashar Sopian yang lahir di tanggal 12 Mei 2021 dan Eiden Misbach Ashar Sopian yang lahir tanggal 24 Agustus 2023.
- Aku sekarang sudah buka praktik di Klinik Kimia Farma Sinindian selama hampir 2 tahun lebih.
- Aku sedang bekerja sebagai tenaga kesehatan Dokter Gigi sebagai dokter kontrak di Puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu. Sekitar 2 menit perjalanan dari rumah menggunakan kendaraan. Sedekat itu.
- Aku pernah bekerja di Puskesmas Mooat Bolaang Mongondow Timur sebagai Dokter Gigi PTT selama kurang lebih 6 bulan. Memakan waktu sekitar 45 menit menggunakan kendaraan.

Mungkin akan terlalu banyak yang akan kutulis jika aku akan menguraikan satu per satu di sini, namun intinya aku bahagia dan bersyukur masih bisa menulis di sini hari ini. Blog ku pasti sudah sangat berdebu sekali hehe.

Sekarang aku sebagai ibu bekerja. Sangat sulit menyeimbangkan waktu dan kegiatan. Aku harus mengorbankan salah satu diantaranya. Capek? Pasti. Aku sering mengalami baby blues tiap hari. Aku sering emosi sendiri, marah sendiri, apapun karena mungkin sudah terlalu capek. FYI aku belum menemukan seorang pengasuh anak untuk membantuku mengasuh anak. Aku harus membagi waktu, sepulang dari bekerja langsung mengurus bocil di rumah. Memandikan mereka, ngasih makan. Belum lagi kalau yang toddler sudah sangat aktif dan aku harus mengurus bayi yang sekarang juga sudah MPASI. Lucu, ya, ceritaku sekarang sudah bercerita mengenai ibu rumah tangga yang stres dengan pekerjaannya sendiri wkwk. Padahal di blog ini dulu aku masih bercerita tentang kegalauan, kuliah dan cerita gak penting lainnya. Tapi dari cerita gak penting itu aku bisa menerbitkan banyak tulisan di sini.

 Aku cuma minta, Tuhan bisa memberikan aku badan yang sehat, kekuatan mental dan fisik agar aku bisa mengurus rumah tanggaku dengan baik.

Segitu dulu. Sekarang sudah waktunya aku pulang ke rumah karena sudah selesai jam pelayanan di Puskesmas. Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca. Kasih ide dong, aku harus cerita apa lagi.

Sabtu, 05 Mei 2018

Deadline

Hai guys. Ternyata rencana gue untuk keep blogging sejak awal tahun 2018 which is setelah gue upgrade template blog waktu lalu buyar hanya karena kesibukan gue ngurusin koas dan akhirnya sering mager untuk menulis di blog. Maafkeun.

Beberapa bulan terakhir ini, gue masih stay di Manado, belum sempat pulang ke rumah juga (ke Kotamobagu) karena taulah yah gue belum bisa meninggalkan pasien di sini. Sebenarnya bisa aja gue pulang karena jarak tempuh Manado - Kotamobagu hanya sekitar 4 jam perjalanan darat. But, it was a difficult decision for me to go home because it would make me sad if I come back to Manado. So, I decided to be here.

Gue mau bercerita banyak tentang pengalaman gue. Seperti biasa. Bukan pengalaman orang lain, karena gue males nyari tahu kehidupan orang. Gue bersyukur punya orang tua yang mengajarkan gue untuk lebih aware sama lingkungan sekitar, more anticipation mengenai tingkah laku orang lain ke kita. Dan yup, akhirnya apa yang dikatakan orang tua gue sekarang sudah menyerang ke gue pribadi. And, this is life.

Beberapa minggu terakhir ini, gue deadline banget sama requirement pasien. Semakin akhir gue menyelesaikan kasus pasien, semakin berat juga cobaan yang datang. It was amazing sih. Karena gue sempat down dan down banget ketika di php-in sama pasien yang which is kasusnya udah gue diskusikan sama instruktur. Sedangkan untuk waktu diskusi itu gak memakan waktu sehari doang. But I had three-week discussion karena dokter hadir seminggu sekali. So, gue harus nunggu minggu depannya lagi untuk lanjutan diskusi. Setelah diskusi, pasien entah gak ngabarin gue kesal banget sejadi-jadinya yang sampai akhirnya bikin gue down. Literally down banget.

Nah, seiring dengan kasus pasien php di atas, akhirnya gue merenung dan berpikir sembari berdoa sama Tuhan untuk menunjukkan jalan keluar dari masalah ini. Gue mengambil keputusan untuk mengganti pasien. Akhirnya muncul lah calon pasien baru yang sebenarnya gue udah kenal dia. Gue mintalah dia untuk datang ke rumah sakit, tapi karena dia sakit, jadi gue memaklumkan dia untuk gak perlu datang. But I need foto giginya untuk gue lihat apakah bisa dirawat atau gak. But, he had a slow response. Sampai akhirnya gue nyerah juga sama pasien kayak gini. Padahal baru calon lho.

Ditolak pasien dalam sehari. Sampai gue bingung mau mengekspresikan emoji gue kayak gimana. Sometimes, Tuhan memberikan cobaan berat dulu untuk hamba-Nya sebelum sukses. And I really trust Allah SWT. Gue hanya perlu bersabar untuk pengalaman seperti ini.

Dengan kejadian tersebut, gue langsung ingat sama nasihat orang tua gue untuk "ambil pelajaran mengenai tingkah orang itu ke kita. Karena suatu saat mereka pasti akan membutuhkan orang lain. Entah itu balik ke kita sendiri atau yang lain".
Tapi kadang sering kesal, because why they cant help me? Sedangkan ketika mereka butuh we are there to helping them. Why???

Menurut gue, okelah kalau memang tingkah mereka seperti itu. Anggaplah mereka masih belum mempercayai kita, belum berani untuk melihat dental instrument. Tapi rada kesal sih sebenarnya. But it's okay. Karena gue masih akan melanjutkan cita-cita serta mewujudkan bucket list yang sudah gue susun rapi dari dulu. Dengan kejadian ini juga gak bakal bikin gue tiba-tiba gak disayang sama orang tua gue. But it would make a difference situation for each of us.

Rabu, 09 Maret 2016

US

Menurut sebagian orang menganggap bahwa hari ini menjadi hari yang paling bersejarah selama mereka hidup karena telah menyaksikan fenomena yang jarang sekali terjadi yaitu gerhana matahari. Dimana gerhana matahari saat ini telah muncul di bagian negara Indonesia tepatnya pada beberapa titik wilayah Indonesia seperti di Ternate, Palu, Bangka Belitung, Palembang, maupun kota-kota lainnya.
Ada juga yang menganggap bahwa hari ini menjadi hari yang membahagiakan lebih dari melihat langsung terjadinya gerhana matahari karena sang ibu baru saja melahirkan anaknya ke dunia tepat dengan peristiwa sinar matahari yang ditutupi oleh bulan. Mungkin namanya dinamakan Gerhana, Bulan, Hari, maupun Hana.
Sebagian orang juga menganggap bahwa hari ini menjadi hari yang menyedihkan. Entahlah menyedihkan dalam hal apa, tapi soal ini saya tidak akan membahasnya berhubung kalau memikirkan kesedihan ada banyak titik pembicaraan yang akan saya uraikan.

Menurut saya, hari ini biasa saja seperti hari-hari sebelumnya when my boyfriend must to go back to his hometown. Ada rasa sedih seperti biasa yang saya rasakan hehehe. Mungkin terlalu lebay kalau saya menceritakan hal ini. Namun, perempuan mana, sih, yang ga sedih ketika ditinggal pergi sementara oleh pacarnya? :p

Ada banyak cerita yang kita bahas ketika kita saling berjumpa.
Saya mendengar ceritanya, begitu pula sebaliknya.
Ada cerita lucu maupun pengalaman pribadi yang kita bagi bersama.
Dia menceritakan banyak hal mengenai kita, saya, dia, kamu, mereka, yang pernah terlibat dalam skenario yang kita jalani bersama selama kurang lebih lima tahun menjelang enam tahun.
Saya mendengar dengan saksama mengenai cerita itu hingga sepertinya saya kurang percaya namun kaget karena peristiwanya sudah lewat mungkin sekitar tiga atau empat tahun lalu. Tapi, saya mencoba untuk tetap mendengar hingga akhirnya dia selesai menjelaskan semua pertanyaan yang mengganjal di otak saya. Ada rasa kecewa dan sedih. Mau bagaimana lagi kalau kejadiannya sudah lewat. Saya sudah terlalu lelah untuk marah karena stock nya saja rasanya sudah habis hehehe.
Tapi sekarang sudah sekarang. Saya memang orang yang paling susah melupakan sesuatu yang terjadi apalagi itu sudah fatal. Untung saja saya dalam keadaan on mood lah, ya hahaha. Jadinya saya sudah tak terlalu pusing membayangkan hal yang aneh-aneh.
Syukurlah he is a good boyfriend about me, ya. Karena dia bisa mengalihkan pembicaraan menjadi nyaman, tenang, dan ga kaku satu sama lain. Itulah asiknya ngobrol empat mata. Pantas aja programnya Tukul Arwana "Empat Mata" bisa bertahan lama di stasiun TV.



Us is us. Us still us. Us never come back become you and i again. Us always us. Aamiin.

Kamis, 03 Maret 2016

2016

Lama rasanya tidak berbagi pengalaman di sini. Sudah hampir setahun tidak bermain dengan jari-jari maupun otak yang selalu menyuruh untuk menulis apa yang sudah ia pikirkan hanya sekedar mengingat kisah-kisah terindah.

Saya sudah menjalani co-ass selama 3 semester. Banyak pengalaman yang saya dapat termasuk hal-hal menyenangkan maupun menyedihkan. Tak sekedar itu, melainkan pengalaman berbisnis sambil co-ass itu ternyata asik juga. Lumayan buat jajan.

Saya langsung teringat kejadian beberapa tahun lalu, awal-awal saya menulis di blog ini dan selalu ramai dikunjungi orang untuk dibaca maupun selalu capek karena sering di log in. Beberapa cerita yang saya tulis entah itu kisah galau dalam percintaan (ciee) maupun pengalaman saya praktikum di kampus dan cerita-cerita konyol lainnya. Rasanya saya terlalu sibuk untuk hanya membuka website dan menuju blogspot. Saya kangen dengan tulisan-tulisan saya yang dulu, dengan cerita-cerita dimana setelah kejadian rasanya netbook harus saya bawa untuk segera menulis kejadian tersebut. Namun sekarang, untuk berpikir saja yang terpikirkan malah "tunggu lah sebentar, nanti juga saya akan menulis, kok". Alasan yang terlalu klasik sebenarnya.

Minggu, 12 April 2015

Hiruk Pikuk RSGM

Malam telah datang.
Siang telah berlalu.
Besoknya akan sama lagi seperti ini.
Dihadapkan dengan kegiatan dan orang-orang di sekeliling yang sama.

Betapa menyedihkan ketika ingin memulai hari yang baru dan dipertemukan dengan mood yang kurang bagus. Ngerti maksudku? Aku saja kurang ngerti :p

Jadi gini, malam ini aku pengen cerita sesuatu yang begitu memprihatinkan.
Udah 3 bulan sejak Februari kemarin aku menjalani co-ass di sebuah Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di daerah (aku juga kurang tahu nama daerahnya apa. Cuma sering bilang di belakang hotel Peninsula). Kegiatannya yaa seperti biasa, mencari, membawa pasien ke rumah sakit untuk menindaklanjuti kesehatan gigi dan mulut si pasien. Di permainkan, di php-in pasien itu sudah dirasakan semenjak aku memulai aktifitas ini sampai kapan akan berakhir itu belum tahu pasti. Menghadapi tingkah laku pasien yang berbeda-beda sudah cukup membuat kepala dan isi kantong bocor. Tapi yang paling parah menghadapi tingkah laku teman sejawat yang semakin lama semakin menjadi. Jadi bisa langsung kelihatan mana yang benar-benar ikhlas membantu dan mana yang ga mau membantu. Terkadang sakitnya tuh di batin ngeliatin mereka kayak gitu. Sampai suatu hari, ada seorang teman yang berbohong dan memang nyatanya aku lihat dengan mata kepala dan kakiku sendiri.
Menjalani pertemanan di bangku perkuliahan lebih enak daripada udah harus sendiri-sendiri gini. Semuanya jadi serba ga ikhlas buat bantuin teman. Sedih sekali :(

Aku sih berharap, semoga ini bisa menjadi pembelajaran juga buat aku sendiri untuk tidak begitu ya. Karena yang aku rasain digituin teman ga asik, beneran deh. Coba mereka jadi aku, terus aku jadi Barbie. Kan lucu?

Segitu dulu deh. Semoga senin besok ada perubahan tingkah laku lah minimal dari teman-teman itu. Tapi kayaknya berat sebelum pelantikan Dokter Gigi.

Senin, 02 Februari 2015

Selamat datang mahasiswa PROFESI

Selamat siang menjelang sore.
Saat ini saya berada di ruang panitia Manado Dentistry 2015 dan sedang mempersiapkan diri untuk menyambut hari esok yang hari ini sudah cukup membuat kepala saya pusing.



Ini teman saya namanya Myrtle. Kami take foto ini sebelum saya nulis tulisan ini.

Mahasiswa PROFESI.
Besok saya akan resmi menjadi mahasiswa profesi atau lebih dikenal sebagai mahasiswa koas gigi. Rasanya akan benar-benar gila menghadapi jadwal yang mustahil dan bisa berjalan lancar untuk menyesuaikan waktu dengan pasien. Koas gigi beda dengan koas umum. Koas gigi harus mencari pasien sesuai dengan tindakan kasus apa yang terjadwal selama per semester. Tolooongggg !!!
Membahas ini saja rasanya sudah mau gila.

Menyesal masuk KEDOKTERAN GIGI ??
Sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam ada penyesalan seiprit lah. Karena harusnya di umur segini udah kerja dong yaaaa. Tapi besok masih harus bergelut dengan jurnal, masuk klinik menangani pasien untuk mencapai gelar dokter gigi yang sesungguhnya. Dipikir lagi ngapain menyesal kalau udah nyelesain sarjananya. Menyesal emang selalu datang belakangan, kalau di awal pasti pendaftaran.

Setelah baca tulisan saya bulan Desember kemarin (disini ceritanya) yang kangen juga dengan kegiatan di rumah yang bosan karena merindukan kesibukan maka inilah kesibukan yang kau rindukan, Ka. Eh tapi ga tau juga haruskah seperti ini? :(
Rasanya pengen nangis. Tapi apa daya untuk jadi dokter gigi harus seperti ini pasti.

Semoga bisa berjalan lancar dan terus semangat, Ka :")
Kamu pasti bisa !

Selasa, 09 Desember 2014

Skenario Hidup

Berbagi pengalaman hidup bersama orang yang kita percaya adalah salah satu cara melepaskan beban yang selama ini menempel di hati kita. Entah itu pengalaman yang baik, buruk, bahkan lucu. Menceritakan hal yang menurut kita harus diceritakan kepada orang lain memang rasanya seperti membuka aib sendiri. Tapi kembali lagi, aib yang seperti apa dulu yang harus kita ceritakan.

Dalam hal ini, aku ingin bercerita tentang pengalaman seseorang yang sangat aku kenal. Kita mempunyai hobi yang sama dalam hal kedisiplinan, kebersihan, dan segala tetek bengek dalam menjalani kegiatan sehari-hari.
Suatu hari ia bekerja di salah satu kampus swasta yang berada di Kotamobagu, tempat kami tinggal sekarang. Ia menjalani kegiataan sehari-harinya sebagai dosen sekaligus pengurus di kampus tersebut. Bertahun-tahun mengajar sebagai dosen sekaligus mengurus segala kegiatan di kampus hingga menghabiskan waktu sehari untuk rela memberikan pengetahuan serta tenaga bagi keberhasilan dan kesuksessan di tempat tersebut. Lika-liku cerita yang telah ia terima, selalu berhasil memberikan jalan keluar baginya.

Sampai suatu ketika, ia mulai mendapat masalah yang kali ini di luar dugaan. Cerita yang ia dengar mulai mengganggu dirinya. Bertubi-tubi cerita yang masuk selalu membuat hatinya geram dan membuat otak berpikir bahwa "kenapa harus seperti ini?". Tak ada lagi sahabat yang bisa membantunya untuk menyelesaikan masalah itu bersama.

Dari situlah ia berpikir untuk berhenti sebagai pengurus kampus di tempat tersebut dan hanya menjalani tugasnya sebagai dosen. Rezeki tidak akan hilang jika Tuhan sudah berkehendak. Jalan yang ia pilih merupakan keputusan terakhirnya untuk bisa menghindar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti mereka. Aku sebagai orang terdekat merasa bahwa, kejadian seperti itu harusnya ada balasannya bagi mereka. Rasanya tidak adil saja bahwa setiap masalah mempunyai akhir yang bisa diselesaikan dengan baik-baik. Tapi dalam skenario yang Tuhan berikan ini rasanya terlalu senang bagi mereka yang suka menindas. Lihatlah bagaimana kerja kalian sampai akhirnya bisa membuat orang lain menjadi korban atas rencana busuk yang muncul dalam otak kalian.

Selasa, 04 November 2014

Sapaan Singkat

Tulisan ini dimulai ketika saya sedang asyik memikirkan bahwa hal apa yang seharusnya saya tulis semenjak beberapa bulan sempat hilang dari dunia blogger. Hari demi hari telah saya lalui hingga sampai pada bulan November yang sebentar lagi akan bertemu dengan Desember kemudian tahun baru. Bukan hal yang gampang melepaskan begitu banyak peristiwa dan kenangan pada tahun ini. Kenangan itu tidak akan hilang, namun kita hanya bisa mengingatnya saja. Sedangkan peristiwa di sini, menurut saya tahun ini memberikan banyak pelajaran, hikmah bahkan cobaan yang datang dengan berbagai macam cara.

Hari ini, saya begitu rindu dengan blog ini. Entah. Mungkin sudah lama tidak disentuh.

Rabu, 02 Juli 2014

True Incident

Tak terasa seminggu yang lalu kejadian itu terjadi. Suatu peristiwa yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dimana kejadian itu telah direncanakan tepat dua minggu sebelum terjadi. Ini bukan suatu kebetulan, tetapi suatu yang direncanakan.

Kesenangan yang saat itu dirasakan bukan hanya sesaat. Ini bukan tentang siapa melainkan demi siapa.
Kesenangan saat itu tak bisa dibayar atau dibeli dengan mata uang apapun.
Kesenangan itu tercipta karena kita mencari, karena kita memilih, karena kita mencoba, dan karena kita merasakan.
Kesenangan itu membuat semua yang ada dalam otak kita bergeser untuk memberi ruang kepadanya agar bisa dinikmati bersama. Begitu cepat, begitu tersimpan dengan rapi, dan begitu terasa.

Tak sabar hati ingin menjemput kesenangan itu untuk selamanya.
Kesenangan yang akan berjalan terus tanpa dihalangi apapun.
Kesenangan yang akan membuat otak ini berhenti menguras dan mencari kesenangan itu sendiri.

Berkat kejadian itu, kini ku bisa nikmati arti dari kesenangan itu.
Berkat kejadian itu, kini ku bisa menyimpan dengan indah setiap peristiwa yang terjadi saat itu.
Berkat kejadian itu, kini ku punya sesuatu yang bisa kutulis dan ku abadikan walau hanya lewat tulisan ini.
Berkat kejadian itu, kini ku tahu bahwa demi siapa aku melakukan hal ini.

Terima kasih.

Selasa, 14 Januari 2014

Pikiran, Hati dan Perempuan

Pada saat hati tak ingin dipaksakan untuk menceritakan kisah yang sebenarnya sulit untuk diungkap dengan kalimat, saat itu pula pikiran dan hati saling memperlihatkan diri mereka. Manakah yang paling menonjol dan akhirnya akan dipilih untuk mengambil keputusan.
Tak jauh-jauh dari hati, sebenarnya pikiran kita bisa meminimalisir segala hal dari apa yang kita pikirkan dan kita olah untuk menjadi sebuah keputusan. Tapi terkadang hati sering masuk dan mencampuri untuk sekedar mengatakan bahwa "hey, kalian juga sebenarnya membutuhkan aku, bukan?". Disinilah hati dan pikiran mulai bertengkar memperebutkan pilihan dari sang pemilih.

Awalnya hati kurang setuju untuk ikut campur dari setiap apa yang berhubungan dengan pikiran. Tapi entah ada efek mana yang tiba-tiba selalu muncul dan memanggil hati untuk menentukan jawaban. Apalagi itu merupakan pilihan yang sulit dipecahkan dan pikiran tak mampu lagi mengambil sebuah keputusan.

Manusia lah yang selalu mengalami hal kecil semacam ini. Dan mayoritasnya adalah perempuan. Perempuan sering menggunakan hati mereka dibanding pikiran setelah pikiran telah bekerja dengan waktu yang lama.
Perempuan itu sering peka terhadap hal kecil apapun. Dari hal kecil itu timbulah permasalahan baru yang sebenarnya itu bisa diselesaikan tanpa harus menggunakan hati. Dan ujung-ujungnya perempuan suka kesulitan menentukan jawaban dari hasil pemikiran pikiran. Akan ada dua jawaban yang melayang. Apakah akan mengikuti jawaban pikiran atau hati?
Memang, hati paling identik dengan perempuan. Aku pernah membacanya tapi aku lupa dimana artikel itu kubaca.
Cobalah mengerti sosok perempuan yang sering mengandalkan hati mereka dibanding pikiran. Karena tanpa hati, mereka akan cepat meninggalkan hal kecil yang mungkin tak berarti lagi bagi mereka.

Selasa, 07 Januari 2014

Pendesakkan

Sambil duduk di tempat tidur dan sedikit bermain dengan boneka-boneka campuran, hujan masih terdengar jelas dari jatuhnya bulir-bulir air ke atap sebuah kossan yang berukuran (entahlah aku tak tau pasti, yang jelas masih bisa ditempati oleh seorang gadis yang sedang merantau demi sebuah cita-cita). Bicara soal hujan, sebenarnya ga ada sangkut pautnya sama hujan. Yang ada hanyalah cerita sedikit dengan ditemani suara hujan.

Hari ini, aku bertemu dengan sebuah kata yang sebenarnya aku bosan untuk mendengar bahkan melakukannya. Sebut saja kata itu "sensor". Belakangan ini hampir setiap saat aku sering mendengarnya. Mendengarkan saja udah bikin enek apalagi ngelakuinnya. Kata "sensor" itu sendiri terlalu dipaksakan atau didesak oleh si pemaksa sehingga yang dipaksa merasa itu adalah tindakan kriminalisasi. Bicara soal kepribadian memang masing-masing orang itu berbeda. Dengan adanya perbedaan itu dan menjadi tahu mengenai kepribadian masing-masing harusnya kita lebih paham bagaimana sikap orang lain ketika dia ingin menolak sesuatu itu misalnya. Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Setidaknya kita harus melihat dari pandangan orang lain seperti apa. Apakah dia suka atau tidak suka tergantung si penjawab mau yang mana. Hidup emang pilihan. Tapi bagaimana cara kita untuk membuat bahwa pilihan yang kita pilih adalah jawaban yang tepat.

Jalan cerita hari ini terlalu ekstrim. Aku orangnya emang suka ga sabaran. Tapi dalam arti sabaran yang gimana dulu. Sabaran pada tempatnya aja. Ga usah terlalu dibuat-buat. Ribet.

Kamis, 19 Desember 2013

TwentyTwo










Ulang tahunnya udah lewat banget yah. Tanggal 06 Desember 2013. Aku genap berusia 22 tahun.
Baru bisa diposting sekarang foto-fotonya. Ini saja ga semuanya, mewakili aja.
:)

Jumat, 22 November 2013

Haiiii !

Halo, selamat malam teman-teman. Udah lama nih ga nge-blog. Terakhir waktu bulan September kemarin, hehe. Soalnya aku juga lagi sibuk ngurus ini itu di kampus. Mulai dari ngurusin proposal, pemasukkan judul sama dosen, ngurusin kegiatan nasional dalam hal ini Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2013, jadwal kuliah yang padat, tugas menulis manual, pre-test, sama persiapan praktikum juga. Emangnya mahasiswa semester akhir yah harus begini yah? Ikhlas ga ikhlas yah harus begini.

Jadi beberapa minggu yang lalu, bulan juga sih tepatnya, sebenarnya aku punya banyak cerita yang mau ditulis. Saking banyaknya jadi lupa cerita yang lain. Bahkan menurutku itu udah ga penting lagi untuk ditulis. Kenapa? Yah karena hal itu. Udah #latepost bahasa gaulnya anak-anak sosmed. Jadi aku mau nulis yah sekedar sapa aja sama teman-teman mungkin yang udah menunggu tulisan baruku, cieee *berharap banget punya penggemar*.

Oh yah, template blog-ku juga barusan diganti. Ga konsisten yah? Dikit-dikit ganti template mulu. Iya sih, karena belum dapat yang pas. Tahu ga? Sebenarnya kemarin aku sempat online blog, buat apa? Nyari template yang pas melulu. Kalo dihitung-hitung udah sepuluh kali diganti saking ga sukanya. Ada yang gambar karakternya udah mirip aku, eh tanggal sama hari postingannya ga ada, yah ganti lagi template lain. Banyaklah kekurangan yang aku dapat dalam satu template, dari kekurangan itu makanya diganti mulu. Yah, semoga ini yang terakhir deh, doain aja.

Hari ini mood aku lagi bagus-bagusnya banget. Ga tau deh kenapa. Padahal BBM udah naik ga bakal turun.
Yang jelas, buat kamu yang lost kontak sendirian entah ga nemuin jaringan yang pas buat ngasih kabar semoga ntar malam bisa sadar yah kalo ada yang nungguin. Gue ga ngasih kabar baru tau rasa lu, #eh.

Good night ^^

Rabu, 18 September 2013

Tamparan Ringan

Siang itu, di salah satu tempat keramaian yang biasanya disebut Mantos, gue duduk sendirian sambil menunggu seorang wanita yang sebelumnya sudah membuat kesepakatan untuk bertemu. Kira-kira hampir dua jam lebih gue nungguin dia akhirnya dia atau lebih sopannya gue panggil kakak nongol juga. Yah walaupun ga gampang gitu yah nungguin sampe dua jam lebih, sendirian pula dan ga tau harus ngapaian. Sebelumnya emang ga ada rencana dari beberapa hari yang lalu, kebetulan aja gue lihat dia berkeliaran di timeline twitter langsung deh nanya apa dia sibuk atau ga. Dan akhirnya emang dia ga sibuk.

Setelah bertemu kita memutuskan untuk mencari tempat ngobrol yang asik. AW adalah tempat pilihan kita saat itu. Dengan ditemani waffle sundae coklat dan milk shake coklat perbincangan pun dimulai. Banyak banget pertanyaan yang gue ajukan saat itu kepada si wanita bercadar. Yah, namanya Gina. Dengan balutan baju berwarna ungu yang menjulur panjang ke bawah dan longgar dibaluti dengan jilbab serta penutup wajah dengan kain berwarna hitam. Perbincangan sore itu lebih mengacu kepada agama. Contohnya :
1. Kenapa sih orang yang setelah belajar filsafat lebih mengarah ke jawaban yang menggunakan logika dibanding orang yang ga belajar filsafat?
2. Kenapa sih ada yang mempertanyakan bahwa, apakah Tuhan itu ada? Kenapa harus dipercaya?
3. Poligami itu gimana sih hukumnya?
4. Perbedaan Suni, Sufi sama Syi'ah itu apa sih?
5. Wanita itu wajib berhijab. Terus kenapa yang lain belum menggunakan hijab? Alasan yang sering gue dengar karena mereka belum siap. Apa tanggapan kita tentang jawaban mereka yang galau seperti itu?

Dan sebagainya.

Sambil melahap menu-menu yang kita pesan perbincangan pun semakin panas. Pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir, demikian juga dengan jawaban dari pertanyaan itu sendiri. Hingga pukul lima sore waktu setempat kemudian kita bergegas untuk beranjak dari tempat tersebut.

Setelah mengobrol banyak dengan beliau, seperti ada tamparan kecil atau pengingat dalam hati
dan pikiranku. Entah kenapa hari itu Tuhan seperti mengatakan bahwa kamu harus paham tentang apa yang kamu dengar barusan.
Yah simpulkan saja sendiri.

Rabu, 04 September 2013

Tips Anti Galau

Oke, malam ini gue mau berbagi tips dulu buat teman-teman cewe yang punya pacar tapi sering dicuekin atau apalah namanya dengan berbagai alasannya. Yuk, keep smile. Eh, yuk kita baca..

Tipsnya mudah aja:

1. Jangan pernah lo nelfon duluan kalo si do'i lagi asik sama temannya. Gue jamin lo bakal sakit hati. Kenapa? Karena menurut insting gue mereka paling ga suka kalo lagi bareng teman terus ditelfon melulu sama pacarnya. Istilahnya tuh ga ada kepercayaan satu sama lain. Iya ga?

2. Jangan pernah lo ngirim sms bertubi-tubi disaat mereka lagi sibuk. Contohnya, sibuk main kartu, main PS, main segalanya yang bisa dibilang bermain. Kenapa? Yah sama, lo bakal sakit hati karena sms lo cuma dibaca doang kayak koran. Mau ga? Mending sabar aja, karena kesabaran bakal berbuah rambutan.

3. Jangan pura-pura marah. Kalo lo pura-pura marah biar si do'i mau minta maaf karena kesalahan ga pernah perhatian sama lo, bisa-bisa dia yang balik marah. Kenapa? Paling yah alasannya "aku kan udah bilang ama kamu, Yang. Aku lagi sama temenku, kamu bisa ngerti ga sih?" Nah, mampus kan lu dimarahin balik? Ga baikkan deh sebulan.

4. Kalo udah ga tahan karena si do'i ga pernah bales sms atau nelfon buat ngabarin yah udah. Tidur aja dan berdoa semoga dia tenang di sana. Maksudnya tenang pikirannya, tenang pembawaannya, tenang penglihatannya dan ga macam-macam. Doakan yang terbaik semoga kalian bisa bertemu di alam bawah sadar. Romantis kan?

5. Kalo si do'i lagi males dihubungi atau kurang lebih komunikasi kalian ga pernah putus, itu salah satu tanda mereka mulai bosan. Bosan yang artinya mereka bete' dihubungi mulu. Sedikit-sedikit nanyain kabar lah, udah makan, udah minum, udah mandi, udah segalanya. Nah kan, banyak banget kan? Ucapan yang bakal mereka keluarkan :
Him : Yang, kita jangan telfonan dulu yah?
Her : Lho, emang kenapa? Ada yang salah? Aku bikin salah lagi? Kenapa tiba-tiba ngomong kayak gitu?
Him : Aku lagi males aja telfonan. Bisa kan?
Her : Kalo gitu kita sms-an ajah yah?
Him : Aku juga lagi males sms-an, Yang.
Diam selama 5 menit.
Him : Aku tutup telfonnya yah?
Her : Terus aku gimana?
Mandi sono di kolam. Pake nanya lagi ah.
Him : Yah kamu tidur aja. Lagian kan ini udah malam. Yah?
Her : Tapi kan aku masih pengen ngomong
Him : Tidur aja yah?
Her : Ya udah deh.

Kata "ya udah deh" itu emang kedengerannya pasrah. Ga mau kan? Tapi yah cowok emang gitu. Satu-satunya jalan adalah nunggu kabar dia duluan. Kasih dia waktu untuk ngilangin rasa malasnya ke kita. Gue jamin, kalo dia emang sayang bakal dihubungi duluan kok. Tapi kalo udah ga tahan? Ya udah lo ngirim sms duluan aja bilang "kangen". Kalo udah gitu yah seperti biasa, nunggu lagi deh sms dari do'i. Capek nunggu? Yah jangan bunuh diri dong. Tapi kan masih ada air putih, minum deh biar capeknya hilang. Jangan takut.

Oke, sekian tips yang bisa gue bagi buat teman-teman pembaca terlebih buat cewe-cewe galau yang lagi nungguin kabar pacarnya yang katanya sibuk. Sabar yah, gadget-gadget masih banyak dijual kok. Tenang, iPhone 6 sebentar lagi dirilis kok :')

Minggu, 11 Agustus 2013

The First Time

Seberapa lama masalah yang sekarang sudah terungkap bukanlah suatu komitmen yang pernah kita diskusikan bersama. Masalah itu sekarang muncul. Waktu yang membuat sehingga sekarang kita menghadapi masalah seperti ini. Perdebatan yang kita lalui beberapa hari yang lalu adalah masalah terberat dalam hubungan kita. Apakah kita harus menyalahkan takdir?

Bukti itu lebih membuktikan dimana letak awal mula perdebatan kita.
Senyum yang biasa terpancar dari wajahmu kini berubah. Raut wajah yang selalu ceria ketika kita hendak bertemu menjadi kusam bak baju yang belum disetrika. Tingkah kamu yang semakin cuek dan lebih menghindar. Apakah kamu berubah? Ataukah aku yang terlalu sensitif melihatnya?

Kini aku lebih tahu bagaimana kamu hendak mengeluarkan suara keras. Suara yang paling jarang aku dengar. Bahkan aku tidak percaya kalau itu kamu.
Apakah kamu belum terlalu mengerti bagaimana aku yang sebenarnya?
Kita hanya perlu sama-sama mengerti satu sama lain. Bagaimana denganmu? Apakah kamu setuju? Bagaimana denganku? Apakah aku akan terus menjadi seorang yang selalu menyimpan sebuah masalah?

Kalimat yang kemarin kau lontarkan kini menambah satu poin dalam pikiranku. Ku harap itu bukanlah satu pertanda dimana kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini.

Ku rasa kita tidak perlu berlama-lama terus terperangkap dalam sisi gelap seperti ini. Kita harus menemukan titik terang dari masalah ini. Kita bisa. Aku percaya. Bagaimana dengan kamu? Ku harap sama.

Senin, 29 Juli 2013

Bulan


Malam ini, bulan muncul begitu terang, begitu indah dan menawan untuk dipandang. Cahaya yang dia pancarkan memberikan dampak tersendiri bagi penikmatnya. Dia tidak membagi bagian bumi mana yang harus diberikan pancaran cahayanya, melainkan dia begitu adil sehingga kita menatap bulan pada waktu yang bersamaan dengan tempat berbeda.
Dengan ditemani jaket kesayangan berwarna pink, saya berinisiatif untuk mengurai kalimat per kalimat yang ingin saya tulis.

Bulan. Banyak yang bilang bulan itu indah ketika dia memberikan cahayanya penuh. Cahaya yang di sekitar bulan tersebut. Bulan yang dikelilingi awan ketika dilihat dengan mata telanjang oleh kita dari atas tanah.
Entah kenapa aku terpikir untuk menulis tentang bulan malam ini. Seperti biasa, mencari aktifitas untuk memancing kantuk. Dan bulanlah objek saya malam ini.
Bulan itu terdiri dari beberapa jenis, ada bulan purnama, ada bulan sabit, bulan setengah-setengah dan bulan ramadhan. Pas banget semalam bulan purnama muncul yang bersamaan dengan bulan ramadhan juga. Tentu bukan suatu kebetulan.
Terdengar dari mulut ke mulut bahwa, ketika bulan purnama tiba, para hantu akan keluar bergentayangan untuk menampakkan diri kepada manusia. Anda pernah dengan mitos semacam itu? Di kalangan orang tua zaman dulu pasti banyak di dengar. Coba anda tanya kepada nenek atau eyang kalian. Kecuali anda percaya semua bakal terjadi.
Bulan yang begitu indah pada bulan ramadhan ini semoga memberikan banyak perubahan bagi kami umat muslim di dunia. Lho, kenapa saya jadinya pimpin doa?
Oke, intinya menikmati bulan cantik pada malam hari sungguh luar biasa rasanya. Jangan-jangan kita ga bakal pernah lihat lagi kan bulan untuk keesokan harinya. Jangan pernah menyimpan fakta bahwa bulan itu keren.

(Late Post. 24 Juli 2013)

Kamis, 30 Mei 2013

Cerita Larut Malam

Tidak ada yang lebih lama daripada menanti kabarmu sekarang ini.

Malam ini, tepatnya pukul 12:15 AM aku ditemani segelas air putih dingin yang barusan ku ambil dari dispenser. Begitu dingin bak sedingin perasaan dan pikiran yang sedang beradu dalam tubuh. Seperti biasa, duduk di lantai sambil online dengan netbook kesayanganku, tv dalam keadaan on tapi pergerakan di dalamnya tak ku simak sama sekali. Dan seperti biasa menunggu kabarmu yang belum ada sampai sekarang. Marah? Sepertinya tiap hari aku selalu merasakan hal itu. Tapi untuk sekarang, rasanya mulai mengeras dan akan terbiasa, entah kenapa.

"Di luar sudah larut". Suara handphone milikku belum berbunyi tanda ada pesan darimu.

Aku sudah menunggu kabarmu hampir 24 jam. Ketika kamu memberi kabar padaku, aku ingin mendengar cerita yang akan kau ceritakan. Tanpa aku yang harus meminta duluan. Sungguh ajaib zaman serba digital ini, ketika semua orang saling terhubung, komunikasi lancar seperti air mengalir, kamu bisa menghilang ditelan bumi. Ketika saatnya tiba, ceritakan semuanya padaku. Sedang apa kau pada saat aku tak mengetahui kabar darimu. Kedengarannya bodoh, tapi itu yang ingin kudengar. Mendengar dongeng dari mulutmu sebelum aku tidur. Bukankah itu kebiasaan kita?
Kamu sering bercerocos ketika aku diam.

Ingatanku kembali melayang ketika kita masih menggunakan seragam putih abu-abu. Tapi tak usahlah aku paparkan di sini. Terlalu banyak dan kemungkinan akan menandingi sinetron Cinta Fitri.

Aku tidak percaya dengan semua yang kutulis ini. Tapi inilah tulisanku.

Minggu, 31 Maret 2013

Abstract

Seminggu lalu aku baru mengetahui sesuatu yang belum terpikirkan bahwa dia akan datang menampakkan dirinya dalam pikiranku. Ini asing pikirku. Sulit ditebak, tak mengerti dari ucapan yang dilontarkan dan begitu berat untuk dipahami. Mungkin bagiku ini sulit karena bukan dari sisi pengetahuanku. Berlatar belakang yang beda namun sebenarnya banyak yang harus mengetahuinya lebih dalam.

Bicara soal nonlokal sebenarnya agak sulit daripada bicara lokal. Tapi di sini kita lebih mengartikan dengan menggunakan bahasa nonlokal. Aku yakin pembaca mungkin bingung dengan maksud dari tulisan ini sendiri. Yah, ini berlaku hanya untuk siapa saja yang mengerti. Karena yang mengerti berarti bisa mengartikan dari tulisan ini sendiri. Maaf.

Tulisan ini sebelumnya tidak ada. Dia ada karena kita ada, kita yang memilih untuk dia ada. Sebenarnya masih bingung tentang cara penguraian kalimat di blog ini, tapi kesepakatan dengan pola pikir dan homunculus yang ada di dalam pikiran akhirnya bisa melahirkan sebuah kata per kata, kalimat per kalimat serta paragraf per paragraf. Menarik sekali.

Suatu loncatan pola pikir yang begitu jauh bagiku sebagai orang awam dalam dunia pertulisan kali ini. Entah makhluk kecil berbentuk apa yang meracuni pikiranku sehingga bisa membuat tulisan ini dalam bentuk abstrak. 

Kamis, 21 Februari 2013

Apa Ini Berpikir?

Sejenak kupandangi bulir-bulir debu yang tertata rapi di meja milik sang pemberi mata kuliah. Tanganku menahan dagu sembari melotot ke arah meja dengan memberikan pandangan kosong dan bibir tertutup rapat. Meja yang terbuat dari kayu dilapisi dengan cat berwarna merah bata. Entah kenapa aku terpikir para tukang begitu kreatif sehingga bisa membuat meja sebagus itu walaupun hanya diletakkan kertas-kertas, buku, laptop bahkan LCD.
Pandanganku belum beranjak dari meja itu. Masih berpikir bahwa meja itu kotor. Belum ada salah satu temanku yang mau membersihkan meja itu. Tidak perlu teman, aku berkaca pada diriku sendiri, "kenapa bukan aku?" Pertanyaan itu sekarang yang tiba-tiba beradu dalam pikiranku. Ini bukan masalah siapa yang bakal jadi juara kelas kalau ada yang membersihkan meja, tapi ini masalah kebersihan yang aku pun begitu benci dengan debu.

Sambil melotot ke arah meja, tiba-tiba pikiranku terganggu dengan kehadiran kata TEMAN. Apa sih teman? Mendengar kata itu, pikiranku langsung menuju ke satu oknum yang mewakili banyak orang di dalamnya. Satu titik dimana orang itu yang kupilih sebagai objek pikiranku sekarang.
Pikiranku yang awalnya bak bisa menghasilkan oksigen untuk banyak orang, tapi ketika muncul satu nama orang itu, tiba-tiba oksigen itu bak karbon dioksida yang memberikan racun fatal bagi semua orang. Satu nama itu begitu terdengar jelas ketika ada temanku yang tiba-tiba menghampiri dan menyadarkanku dari lamunan tersebut. Oh, kupikir ini bagus. Sehingga tidak ada lagi dia yang selalu kupikirkan tanpa ada kejelasan pada akhirnya.
Ruangan ber-AC yang memuat hingga 109 mahasiswa plus satu dosen, ruangan yang sedari tadi memancarkan hawa sejuk dan suara-suara kecil maupun teriakkan yang terdengar dari depan bahkan belakang telah menganggu inspirasi pikirku. Belum ada jawaban atas ketidakpastian pikiranku. Sejak setengah jam lalu lamunanku belum terarah sama sekali. Random dan belum menemukan titik kejelasan ada atau tidak. Seperti akhir dari tulisan ini. Masih random dan belum terpikirkan.
Sejenak aku berpikir untuk menulis, tapi yang kutulis ini adalah hasil pikiranku. Apa ini masih dibilang berpikir? Berpikir untuk memikirkan apa yang ada dalam pikiran kita. Semoga kita selalu berpikir.

Salam hangat,
ikarizka.