Jody. Jantan, berusia 7 hari. Kecil, mungil, berwarna hijau tua, memiliki kepala kecil, kesana-kemari membawa tempurung untuk bisa melindungi dirinya, berjalan slow motion dll.
Jody. 08 Februari, mati 14 Februari 2012. Mati tanpa meninggalkan sepucuk surat satu-pun. Tidak meninggalkan jejak satu apapun. Entah dia merajuk atau galau.
Jody. Seekor kura-kura yang kubeli sebulan lalu tanpa ditemani si betina. Aku memang jahat, kenapa gak beli sepasang ajah biar gak galau sendirian?
Jody. Mati karena galau. Karena gak ada si betina yang menemaninya. Gak ada si betina yang memberikan ia sesuap makanan dan disuapin. Mati karena merajuk. Merajuk si betina gak gue beli secepatnya. Tapi, kenapa harus secepat ini, Jody? Kenapa kamu hanya memberikan aku kesempatan 7 hari untuk hidup bersamaku di dalam kamar? Kenapa kamu gak nungguin si betina? Kenapa? Toh, aku akan tetap membawa betina untuk tinggal bersama kamu.
Jody, kenapa kamu harus selemah ini? Kenapa kamu gak sekuat aku yang nahan ketemu pacar sampai 5 bulan? 5 bulan LDR. Aku cewek, kamu jantan. Kenapa kamu gak bisa tahan sih?
Jody, aku hanya menunggu pacarku datang dan kami akan membawakan si betina untuk tinggal bersamamu. Tapi kamu gak bisa tahan.
Kamu gak mungkin mati karena gak pernah makan atau aku gak ngasih air di dalam kandang kecilmu. Tiap aku bangun pagi malah kamu duluan yang aku urus, misalnya ngasih makan. Walaupun aku gak makan sehari hanya untuk ngasih makan kamu doang.
Jody. Maafkan aku yang hanya membuangmu di .... *sensor* karena keterbatasan tanah yang gak ada di sekitar tempat tinggalku. Tolong, jangan menghantuiku, Jody.
Semoga kamu tenang disana. Disana, disana. Disana dimana?
Senin, 02 April 2012
Kamis, 29 Maret 2012
LDR book
Long Distance Relationship = Pacaran Jarak Jauh.
Setelah setahun berkiprah di dunia menulis, menyalurkan hobi saya semenjak kecil yang sudah menyelesaikan 5 cerita dalam buku tulis yang hanya dibaca kalangan pribadi, sekarang alhamdulillah berhasil menerbitkan 2 buku yang benar-benar diterbitkan untuk dibaca semua orang. Buku yang pertama, bisa dipesan online lewat @nulisbuku seharga Rp. 40.000 belum termasuk ongkir. Dan buku kedua yang alhamdulillah gak disangka-sangka akhirnya akan terbit juga di toko-toko buku, yah itulah buku Long Distance Relationship yang berjudul Long Distance Heart. Bukan hanya tulisan pribadi saya yang ada dalam satu buku itu, tapi ada beberapa penulis sekitar 30 dari 500 distancers yang mengirimkan naskahnya. Alhamdulillah, cerita saya yang termasuk dipilih oleh si penerbit.
Langsung ajah liat cover bukunya..
Bukunya seharga Rp. 33.000,- (210 Halaman).
Penerbit dari Bukune (Penerbit buku PJP @Poconggg, dll).
Yang pasti kisah yang dimuat dalam buku ini merupakan cerita yang terbaik. Buku ini masih dalam proses pencetakkan minggu ini. Minggu depan udah bisa didistribusikan. Akan terbit perkiraan pertengahan bulan April.
Buku LDR ini merupakan buku yang kedua setelah buku yang pertama terbit lewat @nulisbuku yang hanya bisa dipesan online. Buku yang ketiga menyangkut twit-twit para distancers yang belum pernah diposting oleh @LongDistance_R.
Buat yang menjalani LDR, baca deh. Kalo yang gak ngejalanin LDR, baca juga deh. Siapa tau nanti LDR.
Oke, sekian.
Jangan lupa beli bukunya di Gramedia yah :)
Setelah setahun berkiprah di dunia menulis, menyalurkan hobi saya semenjak kecil yang sudah menyelesaikan 5 cerita dalam buku tulis yang hanya dibaca kalangan pribadi, sekarang alhamdulillah berhasil menerbitkan 2 buku yang benar-benar diterbitkan untuk dibaca semua orang. Buku yang pertama, bisa dipesan online lewat @nulisbuku seharga Rp. 40.000 belum termasuk ongkir. Dan buku kedua yang alhamdulillah gak disangka-sangka akhirnya akan terbit juga di toko-toko buku, yah itulah buku Long Distance Relationship yang berjudul Long Distance Heart. Bukan hanya tulisan pribadi saya yang ada dalam satu buku itu, tapi ada beberapa penulis sekitar 30 dari 500 distancers yang mengirimkan naskahnya. Alhamdulillah, cerita saya yang termasuk dipilih oleh si penerbit.
Langsung ajah liat cover bukunya..
Bukunya seharga Rp. 33.000,- (210 Halaman).
Penerbit dari Bukune (Penerbit buku PJP @Poconggg, dll).
Yang pasti kisah yang dimuat dalam buku ini merupakan cerita yang terbaik. Buku ini masih dalam proses pencetakkan minggu ini. Minggu depan udah bisa didistribusikan. Akan terbit perkiraan pertengahan bulan April.
Buku LDR ini merupakan buku yang kedua setelah buku yang pertama terbit lewat @nulisbuku yang hanya bisa dipesan online. Buku yang ketiga menyangkut twit-twit para distancers yang belum pernah diposting oleh @LongDistance_R.
Buat yang menjalani LDR, baca deh. Kalo yang gak ngejalanin LDR, baca juga deh. Siapa tau nanti LDR.
Oke, sekian.
Jangan lupa beli bukunya di Gramedia yah :)
Selasa, 27 Maret 2012
BBM naik? Masa sih?
Mendekati kenaikkan BBM. Apa yang harus gue lakuin?
Gimana nanti kalo uang kost naik? Uang ojek naik? Uang beli beras naik? Uang beli perlengkapan tiap bulan naik? Uang jajan naik? Oh, pertanyaan yang terakhir, love it !
Masyarakat banyak yang melakukan aksi demo dimana-mana. Kenapa harus naik BBM sih? Apa pemerintah masih sadar dengan keputusan mereka? Apa ini hanya aksi membalikkan isu tentang korupsi?
Untuk hal ini gue prihatin. Gimana nasib anak kost nanti? Tiap bulan yang bisa saja menyuruh orang tua untuk mengirimkan uang sebanyak 4-5 kali dan setelah BBM naik kemungkinan bakal naik menjadi 5-10 kali. Dramatis !
BBM. Semenjak menjadi mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua, gue jadi berpikir bahwa ternyata mencari uang itu bener-bener susah untuk seorang gadis sepertiku. Bagaimana tidak, gue belum punya kerjaan yang irreversible. Gue cuma punya pekerjaan monoton bersihin kamar kost sendiri tiap hari dan itu pun gak digaji. Gue cuma bisa minta duit, nyuruh kirim duit dan menghabiskan duit dengan cara untuk menuju mimpi agar bisa menghasilkan duit sebanyak mungkin di masa depan.
BBM naik. Bagaimana dengan nasib para masyarakat yang tidak mampu? Nyari beras untuk makan sehari ajah yang bela-bela harus ngemis dulu baru bisa makan. Apa pemerintah bersedia bertanggung jawab dengan semua itu? Atau mungkin itu salah mereka karena tidak mencari pekerjaan yang tetap sehingga harus meminta-minta dulu?
Mendekatikenaikan BBM. Apa gunanya demo kalo ujung-ujungnya bakal naik BBM juga? Apa gunanya mecahin kaca kalo kacanya gak bikin salah sama kita untuk aksi demo ini? Rugi kan? Ngapain juga pake acara bakar-bakaran? Mending bakar-bakar yang bisa menguntungkan seperti bakar sate atau bakar ikan. Kenyang bukan?
Oke, pesan kepada siapa yang punya ide tentang menaikkan harga BBM. Jangan sungkan-sungkan naikkin harga. Karena naikkin harga, kemungkinan bakal naik uang jajan. Hahahaha.
Gimana nanti kalo uang kost naik? Uang ojek naik? Uang beli beras naik? Uang beli perlengkapan tiap bulan naik? Uang jajan naik? Oh, pertanyaan yang terakhir, love it !
Masyarakat banyak yang melakukan aksi demo dimana-mana. Kenapa harus naik BBM sih? Apa pemerintah masih sadar dengan keputusan mereka? Apa ini hanya aksi membalikkan isu tentang korupsi?
Untuk hal ini gue prihatin. Gimana nasib anak kost nanti? Tiap bulan yang bisa saja menyuruh orang tua untuk mengirimkan uang sebanyak 4-5 kali dan setelah BBM naik kemungkinan bakal naik menjadi 5-10 kali. Dramatis !
BBM. Semenjak menjadi mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua, gue jadi berpikir bahwa ternyata mencari uang itu bener-bener susah untuk seorang gadis sepertiku. Bagaimana tidak, gue belum punya kerjaan yang irreversible. Gue cuma punya pekerjaan monoton bersihin kamar kost sendiri tiap hari dan itu pun gak digaji. Gue cuma bisa minta duit, nyuruh kirim duit dan menghabiskan duit dengan cara untuk menuju mimpi agar bisa menghasilkan duit sebanyak mungkin di masa depan.
Mendekati
Oke, pesan kepada siapa yang punya ide tentang menaikkan harga BBM. Jangan sungkan-sungkan naikkin harga. Karena naikkin harga, kemungkinan bakal naik uang jajan. Hahahaha.
Langganan:
Postingan (Atom)


