Saya kangen sahur dirumah. Saya kangen dengan keluarga-keluarga saya. Keluarga yang dapat memberikan makan sahur walau hanya dengan ubi rebus plus sayur pepaya yang pahit, tapi saya bersyukur atas semuanya. Walaupun makannya cuma segitu, yang penting saya masih berkumpul dengan mereka yang memberikan kehangatan dan indahnya makan ditempat itu.
Untuk kali ini, saya sahur tepat berada di kota orang, di negeri perantauan yang mayoritas dengan non-muslim. Godaannya aduhai bo'. Kanan-kiri minuman. Heii, ada apa dengan minuman itu?? Kenapa dengan semua itu? Apa salah saya sampe dia sering menggoda perasaan saya ketika matahari sangat terik untuk bersinar dimuka bumi ini?
Cobaannya memang berat cin.
Manado, kota dimana saya sedang menimbah ilmu bukan untuk menimbah air. Disinilah tempat saya bernaung untuk mencari makan dan minum termasuk untuk sahur dan buka puasa. Boro-boro mau tahu tepat waktunya imsak sama buka puasa, adzan ajah gak kedengaran dengan jelas. Itulah kenapa saya lebih merindukan kampung halaman saya yang penuh dengan serba-serbi dan pernak-pernik ramadhan.
Sahurnya ntar pake apa yah? Buka puasa nantinya dimana yah?
Pertanyaan itu muncul tiap hari dalam pikiran saya. Ribet banget mikirin itu? Kalo dirumah kan adanya makan doank.
Sahurnya cuma pake nasi, kerupuk, kentang goreng kesukaan saya, alhamdulillah kalo ada ayam goreng, ikan sama sayur plus kecap sama saosnya. Kadang juga kalo gak ada itu, biasa cuman pake mie goreng. TRAGIS!
Tapi saya bersyukur dengan semua itu. Walaupun sahurnya cuma segitu, tapI kebersamaan bersama saudara sekost saya yang membuat makanan terasa nikmat untuk ditelan ditambah karena emang lauknya juga enak, hahaha.
Saya berharap pengen cepat pulang. Ahh gak, ralat. Saya berharap cepat dapat kiriman uang biar masih bisa bertahan hidup di negeri orang.
*buat kamyu.. makasih udah sering bangunin sahur :)
Kamis, 18 Agustus 2011
Sabtu, 13 Agustus 2011
Friendship !
Sahabat itu gak diukur berapa lama kita kenal dia, berapa lama kita saling mengetahui kepribadian masing-masing.
Sahabat itu gak diukur dari tampang fisik atau materi doank. Jelek, cantik, kaya maupun miskin itu tetap sama saja.
Saya tidak mempermasalahkan siapa yang nantinya menjadi sahabat saya, asal dia baik, saya akan memberikan yang terbaik juga untuk dia. Siapa coba yang mau dibaikkin tapi ternyata iblis dari belakang? Hal itu sudah pernah saya alami.
Mempertahankan sahabat yang baik itu memang susah. Lebih gampang untuk mencari musuh, tapi sulit untuk mencari sahabat yang setia.
Ini menurut pengalaman pribadi saya. Saya tidak terlalu membeberkan siapa sahabat saya yang berubah, tapi buat kalian yang membacanya saja, harap untuk introspeksi diri.
Jujur, saya paling gak suka dicuekkin, apalagi gak dihargai. Saya paling gak suka sama orang yang sombong, sok gak kenal sahabat lamanya. Saya gak kenal "KAMU" yang sekarang yah. Saya gak nganggap "KAMU" itu sahabat lama saya kalau kelakuanmu berubah seperti ini.
Kenapa? "KAMU" mau pamerin ke siapa dirimu yang sekarang ini, hah? "KAMU" udah mulai berlagak yah sekarang. Jujur ya, saya paling ilfil sama kelakuan songongmu itu.
Bisa-bisanya "KAMU" cuekkin saya didepan teman-teman barumu itu. "KAMU" nganggap saya patung? "KAMU" anggap saya hewan disitu? Gak nyangka ajah gitu sama kelakuanmu itu. Rasanya saya tuh barusan kenal semenit ajah sama "KAMU", GARING tahu gak?
Waktu itu saya agak rancu yah mau ngomong sama "KAMU". Kayak gak punya sahabat lama. Songong banget "KAMU" *geleng-geleng*.
Kenapa, "KAMU" lebih senang dengan pergaulanmu sekarang? Iya siy, soalnya kita yang dulu gak sekeren temanmu yang sekarang. 1 hal yang perlu "KAMU" ketahui, emang gak selamanya kita berbarengan disini, tapi setidaknya "KAMU" hargai sahabat "KAMU" yang sedari kemarin-kemarin pengen cerita banyak denganmu.
1 lagi. Saya paling anti sama yang namanya gak dihargai. Jijik tahu gak ! Jangan sembarang cari alasan doank. Kalau masalah berbohong, saya juga bisa.
Sebenarnya, saya kangen banget sama sifat kelucuan "KAMU" itu, saya rindu sama sifatmu waktu SMA dulu, saya kangen dengan kegiatan kita bergosip bareng. Tapi semua itu berubah, "KAMU" dengan sikap barumu sekarang, dengan pergaulanmu yang makin glamour, dengan tingkat keangkuhanmu sekarang. KAMU ANGKUH sekarang !
Sahabat itu gak diukur dari tampang fisik atau materi doank. Jelek, cantik, kaya maupun miskin itu tetap sama saja.
Saya tidak mempermasalahkan siapa yang nantinya menjadi sahabat saya, asal dia baik, saya akan memberikan yang terbaik juga untuk dia. Siapa coba yang mau dibaikkin tapi ternyata iblis dari belakang? Hal itu sudah pernah saya alami.
Mempertahankan sahabat yang baik itu memang susah. Lebih gampang untuk mencari musuh, tapi sulit untuk mencari sahabat yang setia.
Ini menurut pengalaman pribadi saya. Saya tidak terlalu membeberkan siapa sahabat saya yang berubah, tapi buat kalian yang membacanya saja, harap untuk introspeksi diri.
Jujur, saya paling gak suka dicuekkin, apalagi gak dihargai. Saya paling gak suka sama orang yang sombong, sok gak kenal sahabat lamanya. Saya gak kenal "KAMU" yang sekarang yah. Saya gak nganggap "KAMU" itu sahabat lama saya kalau kelakuanmu berubah seperti ini.
Kenapa? "KAMU" mau pamerin ke siapa dirimu yang sekarang ini, hah? "KAMU" udah mulai berlagak yah sekarang. Jujur ya, saya paling ilfil sama kelakuan songongmu itu.
Bisa-bisanya "KAMU" cuekkin saya didepan teman-teman barumu itu. "KAMU" nganggap saya patung? "KAMU" anggap saya hewan disitu? Gak nyangka ajah gitu sama kelakuanmu itu. Rasanya saya tuh barusan kenal semenit ajah sama "KAMU", GARING tahu gak?
Waktu itu saya agak rancu yah mau ngomong sama "KAMU". Kayak gak punya sahabat lama. Songong banget "KAMU" *geleng-geleng*.
Kenapa, "KAMU" lebih senang dengan pergaulanmu sekarang? Iya siy, soalnya kita yang dulu gak sekeren temanmu yang sekarang. 1 hal yang perlu "KAMU" ketahui, emang gak selamanya kita berbarengan disini, tapi setidaknya "KAMU" hargai sahabat "KAMU" yang sedari kemarin-kemarin pengen cerita banyak denganmu.
1 lagi. Saya paling anti sama yang namanya gak dihargai. Jijik tahu gak ! Jangan sembarang cari alasan doank. Kalau masalah berbohong, saya juga bisa.
Sebenarnya, saya kangen banget sama sifat kelucuan "KAMU" itu, saya rindu sama sifatmu waktu SMA dulu, saya kangen dengan kegiatan kita bergosip bareng. Tapi semua itu berubah, "KAMU" dengan sikap barumu sekarang, dengan pergaulanmu yang makin glamour, dengan tingkat keangkuhanmu sekarang. KAMU ANGKUH sekarang !
Jumat, 12 Agustus 2011
:salam kenal:
Malam ini gak bakalan gue lupain. Iyaa, dimana setelah itu gue gak bakalan lagi ketemu dengan malam itu, kejadian itu. Beberapa jam yang lalu, malam itu sudah menjadi masa lalu.
Gue bohong kalau gue ngatain kejadian tadi itu garing. Gak, lu salah !
Untuk pertama kalinya gue ketemu sama kakak-kakak yang sebelumnya nama mereka hanya gue kenal lewat via telfon, sms, facebook, twitter. Tadi mereka asli, asli ada di depan mata gue.
Bingungnya, gue diam ajah pas lagi duduk-duduk didepan mereka, entah malu karena nanti kelihatan hidung gue yang barusan di operasi buat di mancungin. Gue kadang ngomong, mungkin karena gue baru masang gigi tiruan, umbar senyum ajah tuh gue. Gue mati gaya mennn, mungkin karena gaya berpakaian gue udah katro’ banget. Mata gue di henpon melulu, mungkin pengaruh phobia henpon gue bakalan diculik.
Gue masih dalam pembelajaran ngilangin sifat kemalu-maluan gue ini. “Hei malu, gue sayang banget sama lu, tapi saking sayangnya, lu jangan nempel-nempel dibadan gue terus donk. Gue butuh sendiri cooyy”.
Gue bohong kalau gue ngatain kejadian tadi itu garing. Gak, lu salah !
Untuk pertama kalinya gue ketemu sama kakak-kakak yang sebelumnya nama mereka hanya gue kenal lewat via telfon, sms, facebook, twitter. Tadi mereka asli, asli ada di depan mata gue.
Bingungnya, gue diam ajah pas lagi duduk-duduk didepan mereka, entah malu karena nanti kelihatan hidung gue yang barusan di operasi buat di mancungin. Gue kadang ngomong, mungkin karena gue baru masang gigi tiruan, umbar senyum ajah tuh gue. Gue mati gaya mennn, mungkin karena gaya berpakaian gue udah katro’ banget. Mata gue di henpon melulu, mungkin pengaruh phobia henpon gue bakalan diculik.
Gue masih dalam pembelajaran ngilangin sifat kemalu-maluan gue ini. “Hei malu, gue sayang banget sama lu, tapi saking sayangnya, lu jangan nempel-nempel dibadan gue terus donk. Gue butuh sendiri cooyy”.
Gue baru sadar, gimana saking akrabnya mereka di pulau seberang sono. Dimana gue emang gak ada di tempat itu, gue hanya sebagai pendengar setia by phone buat denger suara mereka dan apa yang mereka lakuin disana lewat pacar gue. Ternyata begitu toh ! Yang penting gue udah tau sekarang. ELO-GUE-END !!
Oh yah, gue lupa cerita ada apa sebenarnya dengan kejadian malam itu.
Si do’i lagi bikin acara buka puasa bersama. Semua temen-temennya di undang. Di satu sisi temen-temen gue juga disuruh datang. Tapi alhasil temen-temen gue 3 orang ajah yang muncul, gue, Ili, Koge. Lainnya masih sibuk syuting. Temen-temen dari si do’i banyak yang datang termasuk kakak-kakak yang udah gue ceritain sebelumnya.
Gue sama Koge malu banget pas memasuki area rumah itu, rasanya wajah gue pengen gue sembunyi’in di kantong ajaib, atau gue pinjam wajahnya Putri Kate Middleton untuk sementara waktu. Tapi gak jadi, gue dan diri gue sendiri melawan rasa malu itu hingga ia luluh. Kita masuk dan duduk di lapangan badminton. Duduk sambil beralaskan karpet ditemani dengan sesajen. “Mau ngapain tuh? Mau panggil jelangkung? Sarap kalii”.
Waktu berbuka-pun tiba, gue gak puasa. Yang lain langsung menuju meja makan untuk berbuka puasa, setelah itu sholat maghrib berjama’ah. Seusai sholat maghrib, kita ngelanjutin makan. Menu yang disediakan banyak.
Makan-pun selesai, kita duduk-duduk ngobrol-ngobrol. Gue hanya ngobrol lucu-lucuan ajah bareng kak Ryan ditemani pacar gue yang saat itu duduk-berdiri-jalan-duduk lagi dan seterusnya. Sempat bicara dikit juga sama kak Ipan, kakaknya temenku Ili. Dia sempat bilang tentang blog gue, makasih buat yang dibilang tadi k *sodorin bunga melati*. Sama kak Oki juga, yang biasanya ngobrol ajah lewat twitter lho. Hehehe !!
Dengan kejadian semalam ternyata di rumah itu ada seorang cewek asing yang dikenalin sama kak Wawan. Gue siy gak terlalu ngebahas masalah ini yah, karena gue bukan siapa-siapa tuh cewek, gue gak kenal dia, begitu juga dia gak kenal gue, gue gak tahu asal-usulnya dimana dan ngapain gue ngurusin masalah dia? Sekali lagi gue bukan infotainment !
Si do’i lagi bikin acara buka puasa bersama. Semua temen-temennya di undang. Di satu sisi temen-temen gue juga disuruh datang. Tapi alhasil temen-temen gue 3 orang ajah yang muncul, gue, Ili, Koge. Lainnya masih sibuk syuting. Temen-temen dari si do’i banyak yang datang termasuk kakak-kakak yang udah gue ceritain sebelumnya.
Gue sama Koge malu banget pas memasuki area rumah itu, rasanya wajah gue pengen gue sembunyi’in di kantong ajaib, atau gue pinjam wajahnya Putri Kate Middleton untuk sementara waktu. Tapi gak jadi, gue dan diri gue sendiri melawan rasa malu itu hingga ia luluh. Kita masuk dan duduk di lapangan badminton. Duduk sambil beralaskan karpet ditemani dengan sesajen. “Mau ngapain tuh? Mau panggil jelangkung? Sarap kalii”.
Waktu berbuka-pun tiba, gue gak puasa. Yang lain langsung menuju meja makan untuk berbuka puasa, setelah itu sholat maghrib berjama’ah. Seusai sholat maghrib, kita ngelanjutin makan. Menu yang disediakan banyak.
Makan-pun selesai, kita duduk-duduk ngobrol-ngobrol. Gue hanya ngobrol lucu-lucuan ajah bareng kak Ryan ditemani pacar gue yang saat itu duduk-berdiri-jalan-duduk lagi dan seterusnya. Sempat bicara dikit juga sama kak Ipan, kakaknya temenku Ili. Dia sempat bilang tentang blog gue, makasih buat yang dibilang tadi k *sodorin bunga melati*. Sama kak Oki juga, yang biasanya ngobrol ajah lewat twitter lho. Hehehe !!
Dengan kejadian semalam ternyata di rumah itu ada seorang cewek asing yang dikenalin sama kak Wawan. Gue siy gak terlalu ngebahas masalah ini yah, karena gue bukan siapa-siapa tuh cewek, gue gak kenal dia, begitu juga dia gak kenal gue, gue gak tahu asal-usulnya dimana dan ngapain gue ngurusin masalah dia? Sekali lagi gue bukan infotainment !
Sebenarnya hari ini gue udah balik Manado yaa, tapi karena ajakkan itu keburu masuk telinga gue, gue sampe bingung buat ngambil keputusan apa. Akhirnya gue stuck, gak berani maju. Keberangkatan gue ditunda hari itu. Gak enak juga nolak ajakkan si do’i, #eaaa !!
Terima kasih buat malam itu. Malam dimana gue ketemu siapa orang yang gue kenal hanya lewat dunia maya, malam dimana untuk pertama kalinya gue makan di rumah itu, gue lama-lamaan dirumah itu dan malam terakhir buat gue di Kotamobagu.
Buat kakak-kakak yang tadi, terima kasih udah umbar senyumnya :) gue jadinya pengen nangis bombay, hehehehe !!
Becandaa *CLING*
Buat kakak-kakak yang tadi, terima kasih udah umbar senyumnya :) gue jadinya pengen nangis bombay, hehehehe !!
Becandaa *CLING*
Langganan:
Postingan (Atom)
